5 Jenis Kanker Paling Umum yang Menyerang Wanita

Setiap tahun, hampir 850.000 wanita Amerika mendengar kata-kata menakutkan. “Anda memiliki kanker” Tetapi semua itu bukanlah malapetaka bagi anda karena masih banyak orang diluar sana yang mengalami apa yang anda alami. Penelitian menunjukkan bahwa kematian akibat kanker di Amerika serikat dapat dicegah.

Intinya adalah bahwa banyak yang dapat anda kontrol asalkan anda tahu apa yang anda hadapi. Peneliti telah berbicara dengan beberapa ahli kanker terkemuka di Amerika serikat untuk mempelajari jenis kanker yang dapat mempengaruhi wanita.

Disini akan dijelaskan 5 jenis kanker yang paling umum mempengaruhi wanita. Memahami faktor risiko yang terkait dengan kelima kanker ini adalah langkah pertama yang dapat anda ambil untuk meminimalkan risiko pribadi anda.

Diagnosis kanker sering dapat langsung dihubungkan dengan sejarah medis pada keluarga anda. Anda tidak dapat mengontrol riwayat kesehatan keluarga anda, dan hanya beberapa aspek lingkungan yang sampai pada anda. Tetapi pilihan gaya hidup seperti diet, berat badan, tingkat aktivitas, dan merokok adalah hal yang harus kamu kelola. 700.000 wanita telah didiagnosis dengan kanker pada tahun 2008 dan sebagian besarnya adalah berikut ini.

1. Kanker Payudara

Jumlah kasus terbaru dari kanker payudara pada perempuan diperkirakan sekitar 246.600 orang. Secara teknis, itu bukan tipe nomor 1 dari kanker pada wanita. 1 dari 8 wanita akan mengembangkan kanker payudara dalam hidupnya, setelah naik lebih dari 2 dekade jumlah wanita yang di diagnosis memiliki kanker payudara mulai menurun pada tahun 2000 dan turun lagi sekitar 7% pada tahun 2002 sampai 2003.

Hal tersebut mungkin saja terjadi jika wanita yang mengalami kanker payudara mengikuti terapi hormon untuk gejala menopause. Terlebih lagi, kanker payudara yang terdapat pada tahap awal sekarang memiliki tingkat ketahanan hidup 5 tahun dari hampir 100%.

Bagaimana anda melindungi diri? American Cancer Society merekomendasikan anda untuk memiliki test pada setiap tahun dimulai pada saat anda berada di usia 45 tahun. Menurut peneliti, para wanita harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

  • Pernah memiliki pengobatan radiasi di dada sebelumnya.
  • Riwayat kesehatan keluarga anda.
  • Beberapa jenis kontrol kelahiran.
  • Jaringan payudara yang padat (Jika wanita sudah memiliki jaringan sebelum usia 12 tahun dan mencapai menopause setelah usia 55 tahun)
  • Memiliki kehamilan setelah usia 30 tahun.
  • Tidak pernah memiliki kehamilan.
  • Kelebihan berat badan.
  • Tidak menyusui dan kurang olahraga.
  • Mempertahankan diet tinggi lemak dan mengkonsumsi alkohol.
  • Pernah dirawat dengan konsumsi obat Dietilstilbestrol (DES)

Ras juga memainkan faktor kunci pada terjadinya kanker payudara. peneliti medis telah mencatat bahwa perempuan Kaukasia lebih banyak di diagnosis kanker payudara dibandingkan dengan wanita Afrika. Namun, penyakit ini lebih fatal pada wanita Amerika karena tumor lebih cepat menyebar dibandingkan pada wanita Afrika.

2. Kanker Paru dan Bronkus

Ini adalah bentuk kanker kedua paling umum yang terjadi pada perempuan. 14% account untuk kanker paru dan bronkus dari semua kasus kanker yang terjadi pada perempuan. Kanker ini bisa sangat mematikan dan sekitar 26% dari pasien ini akan mati. Saat ini diperkirakan bahwa satu dari setiap 16 wanita akan terpengaruh oleh kanker paru-paru dan bronkus.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa betapa bahayanya bentuk kanker tersebut. Berbagai penyebab dari kanker paru-paru dan kanker bronkus adalah paparan berbagai inhalansia udara berbahaya (perokok pasif, arsenik, jelaga atau gas daron) serta riwayat penyakit keluarga.

Sederhananya, salah satu cara terbaik untuk menghindari kanker paru-paru dan kanker bronkus adalah dengan tidak merokok. Penelitian telah menunjukkan bahwa merokok adalah penyebab utama dari sejumlah penyakit mematikan seperti COPD dan kanker paru-paru. Ini adalah kebiasaan yang sangat berbahaya.

3. Kanker Endometrium

Kanker jenis ini juga disebut dengan kanker rahim. terutama mempengaruhi wanita pasca menopause yang rata-rata usianya adalah 60 tahun. Sayangnya, saat ini tidak ada test skrining yang baik untuk menemukan kanker ini pada waktu awal tumbuh. Mempertahankan berat badan yang ideal adalah cara terbaik karena kanker endometrium dua kali lebih umum pada wanita yang memiliki berat badan yang berlebih dan tiga kali lebih umum pada wanita obesitas menurut American Cancer Society.

Sel-sel lemak mengeluarkan esterogen yang pada gilirannya dapat memicu perubahan kanker. Jika anda wanita menopause dan menggunakan kontrol kelahiran anda dapat mempertimbangkan untuk mengambil pil KB  bahkan untuk beberapa tahun. Jika anda menggunakan pil KB selam 5 tahun maka anda mengurangi risiko kanker enometrium sebesar 25% menurut sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal Lancet Oncology.

4. Kanker Tiroid

Kemungkinan seseorang yang didiagnosis menderita kanker tiroid memiliki risiko lebih dari dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Tetapi anda tidak perlu khawatir, jika dokter anda menemukan kanker tiroid dalam diri anda, maka pemikiran baru yang dapat anda lakukan adalah memantau dan tidak terburu-buru dalam melakukan operasi.

Jika akhirnya operasi dibutuhkan maka setengah dari kanker tiroid anda bisa dihapuskan tetapi sebagian akan tetap tinggal. Itu sebabnya mengapa anda sangat dianjurkan untuk menggunakan obat-obatan herbal dibandingkan dengan obat dengan berbahan kimia.

5. Non-Hodgkin Lymphoma

Non-Hodgkin Lymphoma bisa terjadi pada wanita usia berapapun. Sekitar 1 dari 53 perempuan akan didiagnosis dengan Non-Hodgkin Lymphoma dan itu akan berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Kanker ini dapat ditemukan di kelenjar getah bening, limpa, amandel, kelenjar thymus, kelenjar gondok, atau bahkan sumsum tulang.

Penyebab dari Non-Hodgkin Lymphoma termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah, obesitas, penyakit autoimun, dan paparan insektisida serta herbisida pada usia tua. Penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit seperti HIV adalah hal serius yang dapat mempengaruhi kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan risiko dari penyakit ini. Seperti biasa , mempertahankan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah Non-Hodgkin Lymphoma.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *