6 Dampak buruk dari perubahan iklim bagi kesehatan manusia

Pengaruh cuaca dan iklim terhadap kesehatan manusia dapat mengalami peningkatan yang signifikan dan bervariasi entah itu dari musim panas ke musim penghujan atau pun sebaliknya, yang jelas perubahan iklim dapat mengakibatkan kesehatan tubuh menurun.

Paparan bahaya kesehatan yang berhubungan dengan perubahan iklim mempengaruhi orang yang berbeda dan masyarakat yang berbeda dan untuk derajat yang berbeda pula.

Dengan perubahan iklim dapat memicu terjadinya perubahan frekuensi, lokasi cuaca dan fenomena iklim seperti kenaikan suhu, hujan lebat dan kekeringan, serta beberapa jenis yang lainnya yang di sebabkan dari perubahan iklim.

Ketika perubahan iklim terjadi mungkin akan ada dampak buruk yang terjadi juga seperti suhu yang lebih tinggi, tingkat curah hujan, dan badai. Ini juga berarti bahwa beberapa lokasi akan mengalami ancaman kesehatan terkait iklim baru.

Misalnya, penyakit yang ditularkan melalui air karena suhu air dingin, karena peningkatan suhu air dan dapat menyebabkan risiko untuk terkena berbagai penyakit.

1. Perubahan iklim dan alergi serta Asthma

Perubahan iklim dapat berdampak pada sistem pernapasan dan timbulnya penyakit alergi. Diagnosis asthma dan alergi yang di sebabkan akibat perubahan iklim telah meningkat secara signifikan dari tahun 2001 hingga tahun 2009 dan para peneliti memperkirakan hal ini akan terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang jika tidak ada penanganan sama sekali.

Untuk itu, agar kita bisa terhindar dari penyakit asthma dan alergi saat perubahan iklim terjadi sebaiknya anda lebih mempelajari lagi apa itu asthma dan bagaimana cara yang baik untuk mengontrol asthma anda saat perubahan iklim terjadi.

2. Perubahan iklim dan kualitas udara

Udara yang biasa kita hirup akan sangat tercemar saat perubahan iklim terjadi, perubahan iklim artinya pola cuaca yang sudah di ubah dan hal ini dapat mempengaruhi tingkat dan lokasi polusi udara luar ruangan seperti ozon permukaan tanah (O 3),  meningkatkan karbon dioksida (CO 2), yang akhirnya perubahan iklim ini mempengaruhi kualitas udara luar ruangan dan kualitas udara dalam ruangan.

Baik sebagai polutan dan aeroallergen yang menyusup ke dalam rumah, sekolah, dan bangunan lainnya. Kualitas udara yang buruk, dapat mempengaruhi pernafasan manusia dan sistem kardiovaskular.

3. Perubahan iklim dan Malaria

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling serius dan kompleks. Sekitar 400 sampai 500 juta kasus malaria dan lebih dari 1 juta terkait malaria menyebabkan terjadinya kematian secara global pada setiap tahun.

Beberapa faktor dari malaria termasuk munculnya insektisida dan resistensi obat, pertumbuhan populasi manusia dan gerakan, perubahan penggunaan lahan, dan infrastruktur yang memburuk akibat kesehatan masyarakat. Perubahan tingkat suhu, curah hujan, kelembapan, dan kekebalan juga mempengaruhi transmisi malaria. Semua faktor ini dapat berinteraksi untuk mempengaruhi kepadatan nyamuk dewasa dan pengembangan Plasmodium parasit dalam nyamuk.

4. Perubahan iklim dan Demam Berdarah

Perubahan iklim yang di tandai dengan intensitas curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan timbulnya penyakit demam berdarah. Curah hujan tinggi yang tidak seimbang dengan adanya sistem drainase yang baik dapat menyebabkan terbentuknya genangan air yang dapat mempengaruhi perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

Hal ini disebabkan lingkungan sekitar tempat tinggal yang kotor karena mereka kurang memperhatikan kebersihan lingkungan. Mungkin hal yang diperlukan saat anda terkena penyakit demam berdarah karena perubahan iklim adalah bagaimana cara dan solusi yang baik untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah tersebut, untuk itu ketahui dan pelajari bagaimana demam berdarah itu bisa timbul pada perubahan iklim.

5.  Perubahan iklim dan Batu Ginjal

Mungkin anda bertanya-tanya apa hubungan nya batu ginjal dengan pemanasan global? Tetapi fakta mengatakan bahwa memang batu ginjal dengan pemanasan global ada hubungan nya, karena pemanasan yang terjadi pada suhu bumi dapat menyebabkan manusia menjadi dehidrasi dan jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang banyak maka akan berdampak pada ginjal anda.

Kekurangan air atau dehidrasi dapat menyebabkan penyaringan darah dalam ginjal menjadi berkurang dan zat padat yang terdapat dalam darah akan mengendap di dalam ginjal sehingga dapat membentuk batu ginjal., itu alasan nya mengapa batu ginjal bisa terjadi saat perubahan iklim.

6. Perubahan iklim dan penyakit ISPA

ISPA adalah infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung sampai alveoli termasuk aknesan. Seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Penyakit ISPA yang banyak dialami masyarakat adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas berupa flu, batuk, pilek, dan radang tenggorokan.

ISPA ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, dan polusi udara. Terjadinya perubahan iklim membuat sistem kekebalan tubuh manusia menurun dan akhirnya manusia mudah sekali terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. ISPA yang ditandai dengan batuk-batuk adalah penyakit yang terabaikan karena ada setiap hari dan bisa diderita oleh siapapun.

Karena kurang disadari, gejala batuk tersebut kemudian berkembang menjadi pneumonia. Oleh sebab itu, patut untuk anda mengatasi penyakit batuk anda secara cepat agar tidak menimbulkan bahaya yang lain, serta anda juga harus bisa menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit saat perubahan iklim terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *