8 Dampak buruk dari fast food untuk kesehatan dan kebugaran

Pada zaman sekarang ini semua orang selalu menginginkan hal yang mudah yang tentunya tidak membuat kita menjadi ribet apalagi hanya karena makanan. Namun, perlu anda ketahui bahwa jika anda terlalu sering mengkonsumsi fast food (makanan cepat saji) maka akan terjadi dampak buruk untuk kesehatan anda. Ketika makanan cepat saji sering menggantikan makanan bergizi maka anda akan mendapatkan gizi yang buruk dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Dampak Buruk Fast Food

1. Obesitas

Makanan cepat saji memang bisa menghemat waktu kita, tetapi bisa menimbulkan penyakit obesitas. Karena dalam makanan cepat saji terdapat sejumlah kalori dan gula buatan yang tidak di butuhkan tubuh, sehingga saat anda mengkonsumsi makanan cepat saji akan lebih banyak kalori yang masuk di bandingkan dengan kalori yang di keluarkan oleh tubuh setiap harinya.

Rata-rata wanita dewasa umumnya membutuhkan antara 1.600 sampai 2.400 kalori per hari, dan orang dewasa rata-rata biasanya membutuhkan dari 2.000 sampai 3.000 kalori per hari. Mengkonsumsi kelebihan kalori menempatkan anda pada risiko kenaikan berat badan dan kondisi kesehatan yang berhubungan dengan berat badan.

Bahkan, sebuah studi pada tahun 2002 “Obesitas Bedah” menyarankan bahwa di antara faktor perilaku, konsumsi makanan cepat saji memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat pertumbuhan obesitas.

2. Diabetes

Pada saat kita mengkonsumsi makanan cepat saji tentu akan ada minuman yang memiliki kadar gula yang tinggi. Seperti yang sudah di jelaskan bahwa kadar gula dan garam yang tinggi juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit obesitas, jadi secara tidak langsung anda juga akan mendapatkan dua penyakit sekaligus dengan mengkonsumsi makanan cepat saji atau bahkan bisa menyebabkan anda terkena komplikasi.

3. Hipertensi

Jika anda terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji, anda juga akan lebih berisiko untuk terkena penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan tubuh untuk bekerja sangat ekstra karena harus menyerap zat-zat yang terdapat pada makanan cepat saji, sehingga bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah yang selanjutnya akan terjadi penyakit darah tinggi atau hipertensi.

4. Serangan jantung

Rata-rata makanan cepat saji mengandung terlalu banyak kalori, dan tinggi akan lemak tetapi rendah gizi. Menurut sebuah studi oleh Dr. Gary Plotnick, seorang ahli jantung di University of Maryland Medical Center, dalam waktu tiga sampai lima jam setelah makan makanan tinggi lemak, pembuluh darah masih berfungsi normal tetapi itu untuk orang yang sehat. Untuk seseorang dengan penyakit koroner, ini bisa menyebabkan peristiwa jantung, seperti serangan jantung atau stroke.

5. Meningkatkan depresi

Para peneliti telah membuktikan bahwa makanan cepat saji sangat berkaitan erat dengan peningkatan depresi pada manusia. Sekitar 51% orang yang mengkonsumsi makanan cepat saji dapat mengembangkan depresi nya, bahkan meski belum terbukti para peneliti mengatakan bahwa dalam kandungan makanan cepat saji mengandung zat adiktif yaitu zat yang di salah gunakan dalam narkoba.

6. Gangguan pencernaan

Beberapa daun selada dan mentimun acar umbi steak disajikan dengan tidak bisa memberikan jumlah yang cukup serat dan mineral yang dibutuhkan untuk setiap hari. Selain itu daging digoreng dalam minyak goreng pada suhu tinggi sehingga makanan kaya energi yang tidak memiliki vitamin dan serat.

Diet kaya protein, vitamin dan mineral pada makanan cepat saji akan meningkatkan penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan, terutama kanker kolorektal dan kanker usus kecil. Singkatnya, ini dianggap sebagai salah satu dari efek negatif yang paling serius dari makanan cepat saji pada tubuh manusia.

7. Menghancurkan kulit

Ketika anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji maka dampak buruk yang terjadi pada kulit anda yaitu kulit akan lebih berminyak akibat kelebihan lemak dalam tubuh dari makanan cepat saji yang di goreng. Dan tulang akan lebih mudah lemas saat tubuh membutuhkan nya untuk menjadi penyangga tubuh.

8. Osteoporosis

Jika anda penikmat makanan cepat saji, anda harus tahu bahwa di dalam makanan cepat saji terdapat kandungan sodium yang sangat tinggi yang bisa menyebabkan kerusakan pada tulang yang bisa menurunkan fungsi dari kepadatan tulang tersebut. Meski anda hanya mengkonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah sedang, namun para ahli menyatakan bahwa terserang osteoporosis akan lebih besar.

Selain dari 8 dampak buruk dari makanan cepat saji untuk kesehatan dan kebugaran yang saya ungkapkan di atas, satu hal lagi yang perlu diketahui adalah bahwa makanan cepat saji selalu mengandung lemak jenuh trigliserida (lemak jahat), yang meningkatkan kolesterol darah, makanan cepat saji dan makanan olahan industri memiliki elemen mineral yang lebih sedikit.

Oleh karena itu, makanan cepat saji sering tidak memadai dalam nilai-nilai gizi, belum lagi masalah keamanan pangan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji akan membuat gadis-gadis muda mengabaikan masakan rumah, pekerjaan rumah, dan makan keluarga (yang merupakan bagian penting dari kebahagiaan keluarga mereka nanti).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *