8 Faktor Umum yang dapat Mempengaruhi Keguguran

Jika anda telah mengalami keguguran, kemungkinan anda ingin mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, dan apa yang dapat anda lakukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi. Seperti kebanyakan wanita yang kehilangan kehamilan, tentu anda tidak akan pernah tahu mengapa anda mengalami keguguran. Berikut adalah penyebab paling umum dari keguguran tunggal dan berulang.

1.  Polycystic Ovarium Syndrome (PCOS)

Wanita dengan penyakit PCOS memiliki kadar hormon testosteron lebih tinggi dari laki-laki. Hal tersebut menyebabkan ovulasi dan menstruasi menjadi tidak teratur. Seorang dokter yang bernama Dr. Scher mengatakan “bahkan pada wanita yang tidak memiliki diabetes, PCOS menyebabkan resistensi insulin, yang dapat mencegah dan memperlambat proses dari lapisan endometrium”. Dr. Scher juga memperkirakan bahwa antara 5 dan 10 persen usia reproduksi wanita memiliki PCOS.

2. Infeksi Bakteri

Bakteri tentu akan memiliki banyak masalah dan dapat menjadi faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya keguguran pada wanita hamil. Dua partikel bakteri yaitu Mycoplasma homini dan Ureaplasma urealyticum hidup di dalam saluran genital pria dan wanita yang sehat, namun kedua bakteri tersebut dapat menjadi penyebab keguguran.

Pada wanita, infeksi bakteri ini dapat mempengaruhi endometrium (lapisan rahim), sehingga sangat tidak memungkinkan embrio untuk berkembang. Tidak ada gejala dan penyebab dari terjadinya infeksi bakteri ini, hanya saja anda harus memeriksakan pasangan anda untuk mengetahui apakah dia membawa mikroorganisme berbahaya dalam tubuhnya atau tidak.

3. Gaya hidup (Lifestyle)

Rokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang serta racun lingkungan juga dapat menjadi penyebab mengapa anda bisa mengalami keguguran. Nikotin yang terdapat pada rokok akan masuk ke dalam plasenta dan mengganggu suplai darah serta pertumbuhan janin. Perokok aktif memiliki dua kali lipat peningkatan keguguran dibandingkan dengan perokok pasif. Rokok bukan hanya berbahaya untuk wanita hamil, namun dampak buruk rokok pada bayi dan anak-anak bisa terjadi jika orangtua membiasakan anak-anaknya untuk meniru kebiasaan salah mereka.

Mengkonsumsi alkohol lebih dari dua kali minum dalam satu hari juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, pengaruh buruk alkohol pada organ tubuh manusia dapat menyebabkan kematian secara perlahan dengan berjalannya waktu. Suatu hal bodoh jika anda yang sedang hamil mengkonsumsi obat terlarang ataupun mengkonsumsi alkohol. Perempuan yang hidup dengan racun lingkungan juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Seperti peternakan, kamar operasi, ruang laboratorium memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk memicu terjadinya keguguran meski belum diketahui pasti alasannya.

4. Kanker serviks

Ketika anda di diagnosis menderita penyakit kanker serviks, maka anda akan sering mengalami keguguran karena embrio tidak tertanam dengan baik di dalam rahim dan tidak memiliki nutrisi yang cukup untuk bertahan hidup. Penyakit ini menjadi penyebab keguguran sekitar 10% dari banyaknya kasus keguguran yang terjadi.

Ketika anda menjelang trimester pertama perut anda akan membesar dan menyebabkan benjolan sehingga rahim sudah tidak mampu lagi untuk menahan janin dalam kandungan. Ketika anda pergi ke dokter dan menyuruh dokter untuk memeriksakan masalah yang terjadi, mungkin dokter tidak akan mengetahuinya sampai anda mengalami keguguran secara berulang.

5. Kelainan Kromosom

Kelainan kromosom menjadi penyebab keguguran sebanyak 60%. Setiap manusia memiliki kromosom sebanyak 23 pasang dalam tubuhnya. Ketika ada kromosom yang rusak dari pasangan anda ataupun dari anda sendiri, maka kromosom tersebut tidak akan berfungsi lagi dengan benar.

Hal tersebut dapat berdampak pada kehamilan sehingga anda akan mengalami keguguran secara berulang. Disarankan untuk mengikuti pengujian laboratorium kromosom jika anda mengalami keguguran secara berulang karena itu akan berdampak buruk pada kesehatan lainnya jika dibiarkan.

6. Gangguan Imunologi

Banyak pro dan kontra tentang imunologi yang mempengaruhi keguguran pada ibu hamil. Namun, American College of Obstetricians dan Gynecologists setuju bahwa gangguan autoimun tertentu memang memainkan peran dalam keguguran, terutama dengan keguguran yang terjadi secara berulang. Menurut Dr. Nowacki, dia menjelaskan bahwa cara paling sederhana untuk memahami itu adalah “tubuh hanya tidak menerima kehamilan.”

7. Gentasional Diabetes

6 sampai 8 persen wanita hamil dapat mengembangkan penyakit diabetes gentasional . Penyakit diabetes gentasional akan berdampak pada komplikasi kehamilan yang serius dengan jumlah yang akan terus bertambah pula. Pasien yang berjuang dengan diabetes dianjurkan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan mereka tentang cara untuk mengontrol gula darah mereka atau meminta tes darah gula darah, A1C, untuk menilai sejauh mana diabetes mereka berkembang, dan sebaiknya fahami perbedaan diabetes dari keduanya.

8. Gangguan Tiroid

Hypo yang artinya rendah dan Hyper yang artinya adalah tinggi. Kebiasaan manusia sering mengalami penyakit hypoteroid atau hypertiroid. Gangguan tiroid dapat menyebabkan masalah dengan interfilitas dan menyebabkan keguguran secara berulang. Fungsi tiroid yang rendah pada wanita dapat menyebabkan tubuhnya memproduksi hormon dan dapat menekan ovulasi.

Ketika produksi hormon dalam tubuh wanita mengalami peningkatan maka hal tersebut dapat mengganggu kemampuan dari hormon esterogen yang berfungsi untuk menjaga rahim dari berbagai gangguan dan penyakit. Jika anda mengalami gangguan tiroid maka tubuh akan menyebabkan pendarahan pada uterus secara tidak normal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *