9 Mitos Kesuburan Wanita Yang harus kamu ketahui, Apakah omong kosong?

Kesuburan wanita mungkin menjadi salah satu topik yang membingungkan karena banyak sekali pada zaman sekarang informasi salah yang beredar. Para peneliti telah menunjukkan bahwa ternyata masih banyak wanita yang menerima informasi yang salah tentang kesuburan.

Fakta atau hanya mitos? Berikut ini adalah pembahasan yang akan menjawab rasa penasaran anda tentang kesuburan yang dapat mempengaruhi kesehatan serta kemampuan wanita. Di sini, Dr Shobha Gupta, Direktur Medis dan IVF Specialist dari Lap Ibu IVF Centre, Delhi , menjelaskan sedikit mengenai beberapa mitos umum yang berhubungan dengan kesuburan dan konsepsi.

Mitos ke 1

Merokok tidak memiliki efek buruk, ketika anda mencoba untuk hamil. Hanya saja anda harus berhenti setelah anda hamil. Anda perlu membuat tempat yang aman bagi anak anda untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Berhenti merokok setelah anda berencana untuk memiliki bayi, disarankan untuk berhenti merokok setidaknya enam bulan sebelum konsepsi. Hal ini tidak hanya penting untuk perempuan.

Mitos ke 2

Mitos kesuburan wanita dengan Kelebihan berat badan tidak mempengaruhi kesempatan anda untuk konsepsi! Banyak wanita gemuk memiliki bayi. Obesitas sendiri bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kesuburan seseorang. Namun, obesitas dapat menyebabkan masalah kesuburan juga seperti PCOS, menyebabkan anovulasi, ketidakseimbangan hormon, yang dapat membuat konsepsi sulit.

Mitos ke 3

Usia 35 tahun tidak bisa hamil. Masih percaya dengan mitos tentang kesuburan? Pada usia 35 sampai 40 tahun wanita tidak akan bisa hamil meski anda telah mencobanya. Ada beberapa orang yang memang hamil dengan usia 35 tahun, namun pada saat anda berada di usia 40 tahun, tingkat kesuburan anda akan menurun sehingga sangat kecil kemungkinan untuk anda bisa hamil. Pernyataan tersebut di benarkan oleh para ahli.

Mitos ke 4

Kafein menghambat kehamilan anda. Benarkah? Sepertinya tidak! Para dokter dan ahli tidak mempercayai hal tersebut. Justru konsumsi kopi yang berlebihan bisa menimbulkan keguguran bukan menghambat kesuburan pada wanita. Sebaiknya anda pelajari lebih banyak tentang manfaat kopi dan mitos tentang kopi agar anda tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar luas.

Mitos ke 5

Anda harus memiliki orgasme untuk hamil. Itu bukan suatu keharusan! Kontrak rahim adalah cara yang paling cepat untuk mengantarkan sperma menuju saluran tuba falopi. Jadi ketika anda tidak memiliki orgasme kemungkinan besar anda juga bisa memiliki bayi dan bisa mengalami proses kehamilan. Artinya bahwa meski tidak ada orgasme anda masih bisa hamil dan subur.

Mitos ke 6

Minum alkohol akan membahayakan kesuburan. Nah, untuk yang satu ini berakar pada kebenaran. Pesta minuman keras atau minum secara berlebihan bisa mempengaruhi kesuburan anda. Berikut ini alasannya: Minum terlalu banyak dan terlalu sering dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, mengurangi peluang anda untuk hamil, bahkan mungkin saja anda tidak bisa mengalami proses kehamilan.

Mitos ke 7

Konsumsi obat batuk dapat membuat anda hamil. Teori di balik mitos ini ada hubungannya dengan salah satu bahan yang umum ditemukan dalam obat batuk yaitu guaifenesin. Dalam sebuah penelitian pada tahun 1982, itu dianggap sebagai potensi pendorong kesuburan karena kemampuannya untuk mngencerkan lendir serviks tipis (dengan cara yang sama, guaifenesin juga dapat mengencerkan lendir di hidung).

Sehingga memungkinkan lebih mudah perjalanan sperma untuk mendapatkan telur anda. Namun mengingat bahwa tidak ada penelitian yang telah membuktikan hal ini benar atau tidak, mungkin anda hanya tertawa. Tentu ini hanyalah mitos konyol!

Mitos ke 8

Mengkonsumsi pil KB akan menunda kehamilan. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. Tergantung pada jenis kontrol kelahiran yang anda gunakan, sebelum anda membuang dan mulai mencoba untuk hamil. Bahkan, studi menunjukkan bahwa dalam waktu satu tahun setelah menghentikan pil KB, 80 persen wanita ingin mendapatkan kehamilan.

Mitos ke 9

Perempuan menyebabkan infertilitas mereka sendiri. Faktanya, perempuan memiliki sangat sedikit kesuburan atau infertilitas mereka. Ada keyakinan yang menyatakan bahwa “penyebab infertilitas tergantung pada wanita itu sendiri, jika dia minum kopi terlalu banyak atau latihan terlalu sering atau mengambil terlalu banyak vitamin.”

Mereka benar-benar mencoba untuk menyalahkan diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri bukanlah pendekatan yang tepat. Sementara ada beberapa faktor gaya hidup yang telah terbukti mempengaruhi kesuburan. Seperti indeks massa tubuh yang sangat tinggi atau rendah (BMI), tidak ada data yang menunjukkan bahwa seorang wanita dapat mengubah kesuburan nya.

Sebaiknya, supaya anda tidak terkecoh dengan informasi-informasi salah tentang mitos kesuburan wanita yang beredar luas, ada baiknya untuk anda mengetahui informasi tentang Faktor dan Penyakit yang mempengaruhi kesuburan.

Hal tersebut lebih efektif agar anda tidak tertipu dengan gosip dan informasi yang mungkin akan berdampak sebaliknya untuk anda. Informasi yang seharusnya memberi manfaat tetapi malah membuat anda menjadi bingung dan tidak menemukan jawaban atas apa yang anda cari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *