9 Tanaman Obat Pembasmi Kanker

Jika berbicara tentang tanaman, tumbuh-tumbuhan dan makanan yang dapat memiliki efek anti kanker terkadang menjadi subjek yang sangat kontroversial. Meski banyak orang yang telah mendapatkan manfaat dari tanaman tersebut, tetapi masih ada banyak sekali yang skeptis. Untuk sebagian orang, mereka percaya bahwa tanaman dan tumbuhan dapat memperlambat atau bahkan membunuh sel kanker dan yang lainnya hanya percaya pada manfaat dan kemoterapi.

Harap diperhatikan, bahwa “Anti kanker” dapat menjadi arti yang sangat luas dan di artikel ini, anti kanker ditampilkan untuk melawan tumor dan kanker pada manusia. Kanker biasanya akan memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, sehingga pencegahan adalah hal terbaik untuk pengobatan. Hindari semua karsinogen seperti tembakau, alkohol, makanan olahan, dan paparan dari bahan kimia. Sedangkan diet berbasis tumbuhan dapat membantu melindungi anda dari kanker.

Tanaman obat untuk Mengobati berbagai jenis Kanker

1. Akar burdock sebagai tanaman obat

Akar burdock atau yang sering disebut dengan gobo (Arctium lappa) yang berasal dari Asia utara dan Eropa. Sejarah telah mengungkapkan bahwa akar burdock ini tidak hanya bisa dijadikan sebagai obat pembersih darah saja, tetapi juga dapat dijadikan sebagai obat untuk mengobati kanker dan jenis penyakit lainnya seperti penyakit kelamin, masalah ginjal, kondisi kulit serta masalah pernapasan.

Selain itu penemuan terbaru juga telah menunjukkan bahwa akar burdock ini sangat efektif untuk menyembuhkan kanker, beberapa senyawa herbal anti kanker dalam akar burdock sangat berguna bagi mereka yang menderita kanker.

2. Kunyit sebagai tanaman obat

Bahan rempah yang satu ini telah terbukti memiliki aktivitas anti mikroba dan anti inflamasi yang signifikan. Hal tersebut cukup untuk membuktikan bahwa kunyit dapat dijadikan sebagai obat untuk mengatasi penyakit polip dan kanker usus besar.

Penelitian terbaru juga telah menunjukan bahwa kunyit sangat efektif untuk mengecilkan tumor kanker serta menghambat pertumbuhan dari pasokan darah ke tumor. Ini merupakan antioksidan kuat dengan manfaat melindungi hati dan mengungguli beberapa obat anti inflamasi tanpa efek samping dalam penelitian.

3. Jahe sebagai tanaman obat

Gingerol, yang merupakan bahan aktif dalam jahe telah mendapatkan banyak perhatian terutama dalam uji klinis, dalam upaya untuk menentukan potensi sebagai pencegah kanker tertentu. Hasil dari percobaan farmakologi ini menunjukan bahwa jahe dapat menghambat pertumbuhan tumor pada manusia.

Dalam kasus kanker ovarium, peneliti menemukan bahwa gingerol menyebabkan kematian sel kanker, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

4. Lidah buaya sebagai tanaman obat

Anda mungkin hanya berfikir bahwa lidah buaya dapat dijadikan sebagai terapi untuk luka bakar atau iritasi kulit saja. Tetapi, perlu anda ketahui bahwa sebuah tinjauan dari lidah buaya telah menujukan senyawa dengan jumlah 1,8 dihidroksi-3 (hidroksimetil) – antrakuinon (AE) yang telah terbukti menyebabkan kematian pada sel-sel kanker kandung kemih manusia.  AE juga memiliki efek anti kanker yang sangat mengesankan.

5. Cengkeh sebagai tanaman obat

Cengkeh sebenarnya kuncup bunga kering yang berasal dari pohon asli india. Minyak cengkeh yang dihasilkan dari cengkeh tersebut  (Eugenia aromaticum atau Eugenia caryophyllata) telah dipelajari untuk kemampuannya sebagai alat untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, yang berarti dapat menawarkan perlindungan atau pencegahan untuk kanker. Minyak cengkeh memiliki senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai agen anti kanker menurut American Pharmaceutical Association.

6. Teh sebagai tanaman obat

Teh dianggap oleh banyak budaya untuk dapa mencegah dan menyembuhkan dari senyawa yang dimilikinya. Termasuk untuk melawan kanker, teh hijau khususnya telah menjadi fokus dari beberapa penelitian ilmiah baru-baru ini. Studi yang telah dilakukan USDA pada tahun 2006 menemukan bahwa teh memiliki lebih dari 700 senyawa berbeda yang sudah dikenal karena kemampuannya untuk melawan berbagai penyakit salah satu diantaranya adalah tumor kanker.

7. Bawang sebagai tanaman obat

Ada hubungan yang pasti antara konsumsi bawang dan risiko kanker yang paling umum. Peneliti dari Italia yang bernama Mario Negri telah mengumpulkan data untuk konsumsi bawang dan tingkat kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa bawang dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, kanker ovarium, kanker sel ginjal, kanker prostat, kanker kerongkongan, kanker mulut serta kanker payudara.

8. Daun sirsak sebagai tanaman obat

Graviola yang buahnya dikenal dengan sirsak telah menerima banyak perhatian akhir-akhir ini karena senyawa yang menjanjikan sebagai anti kanker yang sangat alami. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 di Nebraska menunjukan bahwa daun sirsak sangat efektif untuk melawan kanker pankreas.

Daun sirsak bekerja dengan cara menghambat beberapa jalur sinyal dari sel-sel kanker yang tumbuh di pankreas. Studi lainnya yang dilakukan di Virginia Tech, menemukan bahwa ekstrak sirsak juga menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara.

9. Dandelion sebagai tanaman obat

Akhir-akhir ini telah terbukti kuat bahwa dandelion dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan berbagai jenis kanker. Daun dandelion dapat digunakan sebagai obat tumor dan kista. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 telah menyediakan beberapa bukti ilmiah dari ekstrak, akar dan bunga dandelion.

Semuanya diuji untuk melihat manfaatnya pada perkembangan tumor. Hasilnya telah menunjukan bahwa dandelion dapat memblokir pertumbuhan sel kanker payudara dan kanker prostat. Ekstrak akar dandelion juga dapat menghentikan pertumbuhan dari sel kanker payudara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *