Apa Dan Bagaimana Hemostatis (Pembekuan Darah) Terjadi ?

Hemostatis adalah proses pembekuan darah yang terjadi pada manusia saat ada luka. Dengan adanya proses pembekuan darah, maka jumlah darah dalam tubuh akan tetap seimbang. Coba bayangkan, apa yang terjadi jika tidak ada proses pembekuan darah ? maka darah akan terus mengalir tanpa henti meskipun itu luka kecil.

Jumlah darah dalam tubuh manusia ditentukan dengan berat badannya sendiri, namun diperkirakan jumlah darahnya sebanyak 8% dari berat badannya. Misalkan jika berat badan seseorang adalah 50 kg maka darah dalam tubuhnya kurang lebih sebanyak 4 liter. Setiap manusia mempunyai golongan darahnya tersendiri, di mana golongan darah tersebut bisa menentukan beberapa hal seperti kekentalan darah dsb.

Bagaimana Proses Pembekuan Darah (Hemostatis) ?

Faktor pembekuan darah : fibrinogen, protombin, tissue tromboplastin, calcium, proaccelerin = labile factor, proconvertin = stable factor, Anti hemophilic factor ( hemophili A ), Christmas factor ( hemophili B ), Stuard factor, plasma tromboplastin antecedent ( PTA ), Contac factor, Fibrin stabilizing factor.

Pembekuan darah terbagi menjadi 2 jalur, yaitu :

  1. Jalur intrinsic : pada proses ini semua faktor pembekuan darah di butuhkan untuk menutup dan menghentikan pendarahan.
  2. Jalur ekstrinsik : pada jalur ini diperlukan bahan yang berasal dari jaringan pembuluh darah yang terluka / rusak (tissue factor / tissue tromboplastin).

Gabungan factor intrinsic dan ekstrinsik tersebut akan mengaktifkan faktor untuk selanjutnya bersama sama membentuk benang- benang fibrin.

Apa Saja Komponen Darah ?

1. Plasma darah mengandung garam, protein, dan sel-sel darah. berfungsi untuk mengangkut nutrisi, gula, lemak, hormon, gas, dan bahan limbah yang ada di darah.

2. Darah putih (leukosit) merupakan sel darah berwarna putih. Jenis-jenisnya : limfosit, monosit, neutrofil, basofil, dan eosinofil. Berfungsi sebagai : Pertahanan tubuh terhadap mikro organisme dan menjaga kekebalan tubuh.

3. Trombosit merupakan sel yang seperti darah merah namun lebih kecil dari itu. Trombosit akan mengumpul dan membentuk gumpalan saat terjadi luka untuk menutup pendarahan.

4. Darah merah (eritrosit) merupakan sel darah berwarna merah yang berbentuk kepingan bulat. Berfungsi untuk : Membawa oksigen dalam paru – paru dan karbon dioksida dari dalam tubuh ke paru untuk di sekresikan, mengirimkan zat – zat dan oksigen yang di butuhkan oleh jaringan dan organ tubuh, juga mengangkut bahan – bahan atau nutrisi dari hasil metabolisme.

Secara umum, darah berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dari mikro organisme yang menyerang tubuh seperti pertahanan ketika infeksi, pengatur suhu tubuh, pengedar zat dari organ ke organ lainnya, sumber energi manusia dsb.

Bagaimana Darah Dihasilkan Tubuh ?

Sumsum tulang belakang manusia merupakan penghasil darah kita. Namun darah juga bisa diproduksi oleh zat besi, di mana zat besi akan membantu memproduksi sel darah dalam tubuh. Sedangkan sumsum tulang hanya akan memproduksi sel darah jika diperlukan. Misalkan pada kasus infeksi, sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih untuk memerangi mikro organisme penyebab infeksi tersebut, juga bisa dengan reaksi tubuh seperti menaikan suhu tubuh (demam).

Mengapa Gangguan Darah Bisa Terjadi ?

1. Anemia – disebabkan oleh karena kekurangan zat besi, sehingga jumlah darah dalam tubuhnya kurang dari jumlah normal yang seharusnya. Sumsum tulang bisa kehilangan cadangan sel darah merah untuk menggantikan tugas zat besi. Meskipun begitu sumsum tulang akan terus berusaha menggantikan zat besi dengan membelah sel darah merah menjadi kepingan yang sangat kecil.

2. Hipertensi / Hipotensi – merupakan penyakit akibat dari tekanan yang terjadi pada dinding pembuluh darah arteri (pembuluh balik). Penekanan tersebut terjadi karena adanya cairan yang menekan arteri cukup kuat sehingga menyebabkan masalah kesehatan (hipertensi) atau tekanan yang terlalu lemah karena kurangnya komposisi darah (hipotensi). Jadi tekanan darah tinggi itu bukan kebanyakan darah dan hipotensi bukan kekurangan darah tapi karena adanya penekanan pembuluh darah.

3. Leukimia / Polisitemia – merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan sumsum tulang, dimana sumsum tulang memproduksi sel darah yang abnormal yang bahkan tidak bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Sel abnormal tersebut bisa menekan jumlah sel darah yang normal dan sehat.

4. Hemofilia / Trombofilia – terjadi karena darah kekurangan protein dan trombosit sehingga tidak dapat melakukan proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Hal itu juga bisa menyebabkan sel darah menjadi menempel satu sama lain dan menyebabkan darah kental (trombofilia).

5. Trombosis – merupakan pembekuan darah yang terjadi di pembuluh darah karena adanya luka. Hal ini dapat menimbulkan efek berbahaya, karena bisa menghambat aliran darah atau terbawanya bekuan darah ke organ sehingga menyebabkan masalah pada organ tersebut.

6. Varises / Ambeien – terjadi akibat ketidak lancaran pembuluh darah akibatnya darah menjadi terdiam di pembuluh darah tersebut dan membuat pembuluh darah melebar. Biasanya ini terjadi di pembuluh darah balik (vena cava).

Beberapa zat gizi diperlukan dalam pembentukan sel darah, zat tersebut bisa kita dapatkan dari makanan. Zat – zat yang penting seperti vitamin dan mineral untuk menjaga keseimbangan hormon eritropietin yaitu hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Selain itu, gizi juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Tercukupinya gizi bisa menghindarkan kita dari masalah kesehatan. Olahraga juga merupakan aktivitas wajib sebagai upaya dalam mencegah penyakit. Terimakasih telah mengunjungi website kami, semoga bermanfaat 🙂

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *