Apa Perbedaan Hipotensi Dengan Anemia ?

Darah merupakan elemen penting dalam tubuh kita. Darah berfungsi sebagai sumber energi, pembawa oksigen, nutrisi dan zat lainnya yang diperlukan organ tubuh, darah tersebut di pompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Dalam kehidupan kita banyak sekali penyakit yang bisa menyerang tubuh kita, salah satunya adalah penyakit yang menyerang darah. Di dunia medis sendiri penyakit yang menyerang darah sangat banyak istilahnya, diantaranya adalah anemia dan hipotensi.

Sering kali diantara kita ada yang keliru menganggap bahwa anemia dan hipotensi adalah hal yang sama. Meskipun memang menunjukan gejala yang sama, tapi hipotensi bukan sinonim dari anemia. Warga kita sering kali salah paham dengan arti kata pada istilah tertentu, namun nyatanya arti dari kata tersebut adalah salah. Disini saya akan memaparkan di mana letak perbedaan hipotensi dan anemia.

Anemia : Kurang darah

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah (Hemoglobin disingkat Hb) dalam tubuh kurang dari jumlah normal. Pada wanita jumlah darah merah yang normal adalah sebanyak 12-16 gr/dl dan pada pria adalah pria 13,5-18 gr/dl. Kekurangan darah dalam tubuh (anemia bisa di cek dengan menggunakan Hb meter. Penyebabnya karena tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah yang cukup, untuk itu diperlukan makanan yang bisa membantu mengembalikan jumlah darah dalam tubuh seperti makanan yang mengandung zat besi.

Gejala anemia sangat bervariasi, diantaranya adalah :

  • Cepat lelah
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Mual dan rasa ingin muntah
  • Kekebalan tubuh menurun
  • Rambut rontok
  • Wajah menjadi pucat
  • Pucat pada bagian bawah kelopak mata
  • Ujung jari berwarna pucat dan putih ketika ditekan
  • Nyeri dada
  • Gangguan kognitif karena tidak tercukupinya pasokan darah ke otak.
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Mengalami palpitasi atau gejala denyut jantung yang tidak teratur, memiliki kecepatan yang tidak normal dan terlalu kuat.

Hipotesi : Tekananan darah rendah

Hipotensi merupakan kondisi di mana tekanan darah anda lebih rendah dari tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Dalam hal ini 120 mmHg menunjukkan tekanan darah sistolik (tekanan darah saat terjadi kontraksi otot jantung) dan 80 mmHg merupakan tekanan darah diastolik (tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi atau tengah beristirahat). Menurut pakar, tekanan darah rendah baru dapat terjadi jika tekanan sistoliknya kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastoliknya di bawah 60 mmHg.

Gejala pada penderita hipotensi biasanya :

  • Sering pusing hingga pingsan
  • Kulit pucat
  • Demam
  • Tubuh terasa dingin
  • Berkeringat tanpa sebab
  • Kurang konsentrasi
  • Penglihatan kabur
  • Mual dan ingin muntah
  • Nafas cepat dan dangkal / pendek atau sesak nafas
  • Kelelahan bahkan sampai pingsan
  • Rasa haus yang terus menerus
  • Berbeda dengan hipertensi (sering marah) penderita hipotensi bisa mengalami depresi

Perbedaan Hipotensi Dan Anemia

“Gejala tekanan darah itu tidak ada baik tinggi maupun rendah, kalau dilihat secara biasa mungkin tidak bisa kalau tekanan darah ya ukur tensi, kalau anemia periksa Hb tetapi kalau anemia yang paling bisa kelihatan adalah bagian bawah mata pucat,”  jelas Dr. Santoso Karo Karo SpJP MPH (K), mantan Ketua Yayasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

“Kalau darah rendah itu tekanan darahnya yang rendah atau lemah, ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, ini diukurnya pakai Hb meter,”  terang Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, Sp JP, FIHA dari Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita saat dihubungi detikHealth seperti ditulis Rabu (29/5/2013).

Dua penyakit tersebut sama sekali tidak sama, anemia disebabkan karena kurangnya jumlah sel darah merah sedangkan hipotensi karena kerja jantung yang lemah saat memompa darah. Anemia jika diabaikan akan menyebabkan komplikasi seperti kelelahan dan stress kronis, organ tubuh tidak menerima oksigen dan nutrisi yang cukup yang menyebabkan fungsi organ menjadi berkurang.

Tetapi jika hipotensi terus diabaikan, seseorang yang  mengalaminya akan merasa sakit kepala, pandangan kabur bahkan hingga pingsan. Hal ini juga bisa menjadi penyebab kerusakan jantung dan gangguan endrokrin (sistem kontrol kelenjar tanpa saluran ‘ductless’ yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain) dan gangguan neurologis (sistem syaraf).

Namun anemia sendiri bisa menjadi penyebab hipotensi. Karena jumlah darah dalam tubuh cenderung sedikit, maka darah yang dipompa oleh jantung pun sedikit, sehingga menyebabkan organ tubuh kita tidak mempunyai daya untuk melakukan tugasnya atau harus bekerja keras untuk itu.

Untuk menghindari hipotensi dan anemia, mungkin anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dan menerapkan gaya hidup yang sehat, selain itu anda juga bisa menggunakan pengobatan herbal untuk mengatasi anemia. Bagi anda yang menyukai minuman berkafein, hindari minuman yang mengandung nutrisi tersebut di malam hari. Selain itu anda juga bisa mencukupi kebutuhan zat besi dan garam anda, yaitu sebanyak 1 sendok teh setiap harinya. Terimakasih telah mengunjungi website kami, semoga bermanfaat 🙂

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *