Apakah Aborsi akan memiliki Efek pada Emosional?

Aborsi dapat mempengaruhi emosional wanita secara berbeda-beda. Efek emosional dan psikologis berikut aborsi lebih umum daripada efek samping fisik dan dapat berkisar dari penyesalan ringan sampai komplikasi yang lebih serius seperti depresi. Hal ini penting untuk mendiskusikan risiko ini dengan profesional terlatih yang dapat menjawab pertanyaan dan keprihatinan anda.

Efek samping emosional melakukan aborsi hanya sebagai nyata seperti efek samping fisik. Pada tahun 1973, Mahkamah Agung di Amerika serikat membatasi dan mengatur hukum lokal praktik aborsi. Kebijakan tersebut dibentuk karena fakta membuktikan bahwa aborsi memiliki bahaya pada kesehatan perempuan. Sejak putusan 1973 dilakukan, maka banyak penelitian yang menyatakan hal yang sama bahwa efek samping dari aborsi sangat berbahaya untuk tubuh wanita.

Efek Psikologis Pasca Aborsi

Para peneliti telah menyelidiki reaksi dari aborsi pada tingkat emosi wanita. Perasaan wanita pada saat setelah melakukan aborsi, mungkin mereka akan merasa sedikit lega. Tetapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu wanita tersebut akan mengalami tingkat emosi yang sangat tidak stabil. Seperti mudah marah, merasa lebih kesepian atau bahkan mungkin mereka akan melakukan bunuh diri karena merasa depresi.

Kemudian, sebuah studi juga mengatakan bahwa dalam beberapa minggu pertama setelah melakukan aborsi, studi tersebut menemukan bahwa 40 sampai 60% wanita mengalami reaksi negatif pada tingkat emosional mereka, itu artinya aborsi benar-benar memiliki pengaruh buruk pada tingkat emosional wanita yang dapat menyebabkan mereka untuk berfikir melakukan bunuh diri karena depresi yang mereka derita pasca melakukan aborsi.

Perasaan yang tertekan dapat menimbulkan kesulitan psikologis dan perilaku yang menunjukan bahwa diri mereka memiliki salah satu kehidupan yang berbeda dari kehidupan orang lain. Banyak peneliti yang telah melaporkan bahwa efek emosional pasca aborsi sangat berdampak buruk pada emosional wanita. Apalagi jika aborsi yang dilakukan tidak memiliki prosedur dan peralatan yang lengkap mungkin mereka yang melakukan aborsi akan mengalami efek samping, risiko dan komplikasi pasca aborsi tersebut dilakukan, yang pada akhirnya hal tersebut dapat menimbulkan kematian pada wanita tersebut.

Potensi Emosional Pasca Aborsi

  • Penyesalan
  • Mudah marah
  • Merasa bersalah
  • Merasa malu dengan lingkungan sekitar
  • Merasa kesepian dan merasa terisolasi
  • Hilangnya kepercayaan diri
  • Mengalami insomnia
  • Mengalami masalah dalam berhubungan seksual
  • Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri
  • Depresi
  • Dan mengalami kegelisahan yang berkepanjangan

Hal tersebut bisa terjadi pada wanita yang masih muda maupun yang sudah tua karena efek emosional tersebut bisa terjadi pada siapa saja bagi mereka yang telah melakukan aborsi. Pada umumnya, wanita yang telah melakukan aborsi sering melaporkan bahwa efek emosional yang mereka alami bersumber dari prosedur yang digunakan pada saat aborsi dilakukan.

Padahal yang terjadi sebenarnya adalah perubahan emosional tersebut terjadi karena hal tersebut merupakan efek samping yang terjadi pasca aborsi. Jadi, prosedur tidak memiliki hubungan dengan perubahan emosional yang terjadi pasca aborsi karena efek emosional pasca aborsi mutlak terjadi akibat dilakukannya aborsi tersebut.

Wanita akan berisiko tinggi untuk mengalami perubahan emosional, jika wanita tersebut memiliki faktor-faktor di bawah ini:

  • Individu yang memiliki riwayat masalah emosional atau psikologis sebelumnya
  • Individu yang pernah mengalami paksaan untuk melakukan aborsi
  • Individu yang memiliki agama yang bertentangan dengan aborsi
  • Individu yang melakukan aborsi pada tahap akhir kehamilan
  • Individu yang tidak memiliki dukungan dari orang lain yang signifikan seperti pasangan hidup anda
  • Perempuan yang pernah mengalami aborsi sebelumnya dan memiliki kelainan pada bayi mereka

Masalah pada kesehatan Pasca Aborsi

Seorang ahli yang telah diakui secara nasional pada topik sindrom pasca aborsi baru-baru ini mengatakan bahwa akan banyak masalah kesehatan yang terjadi pada tubuh mereka setelah melakukan aborsi tersebut. Berikut ini adalah masalah kesehatan yang akan terjadi:

Kemandulan

Dalam jangka panjang anda akan mengalami kerusakan pada kesehatan rahim anda yang dapat mengakibatkan terjadinya kemandulan. Salah satu contohnya telah di identifikasi oleh Dr. David Reardon yaitu seorang dokter yang ahli pasca aborsi. Para peneliti juga telah melaporkan bahwa 3 sampai 5% wanita mengalami infeksi terhadap kesehatan pasca aborsi. Infeksi yang terjadi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kemandulan.

Kelahiran bayi yang prematur

Jika wanita yang pernah melakukan aborsi kemudian memiliki kehamilan dimasa depan, kemungkinan besar mereka akan mengalami kelahiran dengan bayi yang prematur. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal tersebut terjadi, karena selama prosedur aborsi dilakukan serviks artivisial sudah pernah dibuka sebelum bayi dilahirkan sehingga mengakibatkan robeknya otot rahim. Otot rahim yang seharusnya meregang pada saat persalinan akan menjadi lemah karena efek dari aborsi yang sudah anda lakukan pada masa lalu.

Jika hal tersebut terjadi, maka kemungkinan besar anda akan memiliki kelahiran bayi yang prematur bahkan bisa saja bayi tersebut tidak bisa berkembang jika anda mengalami infeksi pada saat melakukan aborsi. Bagaimana jika anda sudah terlanjur melakukan aborsi? Apa yang dapat anda lakukan? Langkah apa yang harus anda ambil untuk menjaga rahim anda? Ovary Nutriton Capsule merupakan rahasia sehat untuk rahim wanita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *