Aritmia Waspadai Frekuensi Detak Jantung Anda

Jantung merupakan organ manusia yang berfungsi memompa darah agar teredarkan ke seluruh tubuh, saat jantung berdetak berarti dia berjalan sebagai mana mestinya. Adakalanya detakan jantung melambat, cepat dan normal, kondisi inilah yang sering kita sebut dengan aritmia. Aritmia merupakan penyakit jantung di mana jantung tidak berdetak dengan normal, kadang cepat kadang melambat. Biasanya dalam sinetron jantung berdebar-debar menandakan perasaan cinta, padahalkan itu penyakit haha 😀 .

Penderita aritmia umumnya akan merasakan gejala yang sering kita anggap biasa. Gejalanya bisa : Lelah, pusing, sakit dada, sesak nafas, pandangan gelap, sulit tidur, berkeringat dingin, nadi tidak beraturan, merasa berdebar-debar, bahkan pingsan. Hal ini dikarenakan kondisi jantung yang tidak bekerja dengan normal. Jika anda mengalami hal tersebut sebaiknya anda cepat periksakan diri anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, karena hal ini di khawatirkan akan menjadi masalah serius. Aritmia bisa menjadi mematikan seperti fibrilasi ventrikel. Penderitanya bisa hanya pingsan, kehilangan denyut nadi atau bahkan tidak bernafas. Jika seseorang mengalami hal tersebut harus segera mendapatkan penanganan terbaik atau berupa pertolongan pertama seperti memberikan nafas buatan. Ada 4 jenis aritmia, diantaranya ialah :

  1. Bradikardia, merupakan kondisi detak jantuk yang melambat. Jika dibiarkan begitu saja suplai darah ke otak dan ke seluruh tubuh lainnya dapat terganggu dan pingsan.
  2. Takikardia supraventrikular, merupakan kondisi di mana penderitanya mengalami detak jantung yang cepat tidak beraturan, dengan frekuensi detak sekitar 150-250 denyut per menit. SVT sering juga disebut Paroxysmal Supraventrikular Takikardi (PSVT). Paroksismal disini artinya adalah gangguan tiba-tiba dari denyut jantung yang menjadi cepat.
  3. Fibrilasi atrium, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika detak jantung menjadi tidak teratur dan tingkat kontraksi organ tersebut sangat tinggi. Aritmia fibrilasi merupakan salah satu jenis aritmia jantung dapat menyebabkan timbulnya sejumlah bekuan darah kecil pada serambi jantung. Itulah yang akan menyebabkan stroke apalagi jika bekuan darah tersebut lepas dan kemudian terbawa oleh aliran darah ke otak.
  4. Fibrilasi ventrikel, yaitu suatu jenis aritmia yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak akibat detak jantung yang cepat dan tidak teratur.

Jika ada teman anda yang seperti itu, sebaiknya jangan dibiarkan sendiri karena hal tersebut bisa sangat berbahaya. Penderita aritmia harus selalu diawasi atau ditemani agar jika terjadi sesuatu dapat segera mendapatkan pertolongan.

Penyebab Terjadinya Aritmia

Ada banyak penyebab yang sebelumnya penderita aritmia alami dan hal inilah yang menjadi faktor mengapa penyakit tersebut bisa menyerang penderitanya. Berikut merupakan berbagai alasan yang menjadi pemicu aritmia :

  • Stres, tidak hanya mendatangkan penyakit lain tapi juga menjadi pemicu utama penyakit aritmia.
  • Polusi udara, disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya ialah karena pengguna kendaraan pribadi, asap industri, dsb. Polusi mengandung banyak bahan kimia, selain dapat menimbulkan sesak nafas, penyakit paru-paru, polusi juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung.
  • Gangguan elektolit akan mempengaruhi aktivitas listrik jantung. Gangguan elektrolit tersebut bisa muntah, diare, gangguan ginjal atau kejang-kejang.
  • Merokok, hal ini sudah menjadi kebiasaan warga kita yang sangat tidak baik. Di dalam rokok mengandung berjuta-juta bahan kimia yang bisa menjadi racun bagi tubuh.
  • Penggunaan narkoba, sangat tidak dianjurkan. Meskipun dalam fungsinya terdapat zat penenang, namun lebih banyak mendatangkan keburukan bagi kita.
  • Sengatan listrik, bisa menjadi pemicu aritmia. Bukannya saat kita tersengat jantung langsung berdetak saking kagetnya atau karena sengatan listrik itu sendiri.
  • Efek samping obat-obatan, sangat memungkinkan. Apalagi obat tersebut merupakan obat keras yang dijual bebas seperti di warung-warung. Mungkin anda sendiri tidak memperhatikan bacaan yang kecil-kecil di kemasaan obat tersebut.
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol, kafein bisa menguntungkan bisa juga merugikan jika dikonsumsi berlebihan. Mengurangi kafein dan alkohol adalah hal yang harus anda lakukan jika tidak ingin mengalami aritmia.
  • Menderita gangguan kelenjar tiroid, tiroid merupakan kelenjar yang terdapat pada leher di bawah jakun. Kelenjar tiroid mengendalikan hormon yang brfungsi bagi setiap sel dalam tubuh.
  • Menderita diabetes, penyakit yang ditimbulkan oleh peningkatan kadar gula darah ini bisa menimbulkan komplikasi pada jantung seperti aritmia.Karena penderita diabetes cenderung memiliki pembuluh darah yang tebal sehingga dapat mempengaruhi aliran darah.
  • Menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, hal ini dikarenakan jantung harus bekerja ekstra untuk mengendalikan darah dalam tubuh.
  • Terkena atau pernah kena serangan jantung, serangan jantung akan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar.
  • Menderita penyakit jantung koroner, hal ini disebabkan karena penumpukan plak yang mempersempit ruang pembuluh darah.
  • Mengalami perubahan pada struktur jantung seperti kematian otot jantung atau lainnya juga bisa menyebabkan penyakit jantung lainnya termasuk serangan jantung.

Pengobatan Aritmia Jantung

Pengobatan bisa dilakukan jika memang anda positif mengidap aritmia jantung. Biasanya hal yang akan dilakukan medis untuk menangani kasus anda berupa :

  • Obat-obatan, hal ini mungkin tidak bersift kesembuhan permanen. Namun penderitanya akan merasa lebih sehat dan mengurangi kambuhnya aritmia, selain itu obat-obatan akan membantu membatasi tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh gejalanya.
  • Kardioversi, penangan ini berupa memberikan kejutan listrik pada jantung untuk mengembalikan detak jantung yang normal.
  • Ablasi adalah metode yang dilakukan dengan memasukkan sebuah kateter dengan bantuan X-ray melalui pembuluh darah di kaki. Ketika kateter berhasil menemukan sumber gangguan ritme jantung, maka alat kecil itu akan merusak bagian kecil jaringan jantung tersebut.
  • Alat pacu jantung dan Implan defibrillator kardioverter, merupakan metode dengan menempelkan alat pada kulit dekat jantung yang bisa mendeteksi adanya perubahan ritme jantung, alat ini akan mengirim sengatan listrik pendek ke jantung untuk menghentikan ritme yang tidak normal tersebut agar kembali normal.

Pencegahan Aritmia Jantung

Sebenarnya semua orang memiliki resiko terkena aritmia jantung, untuk itu kita harus melakukan pencegahan sedini mungkin utnuk menghindari resiko aritmia dan resiko penyakit lainnya yang mengancam keselamatan jiwa kita. Langkah tersebut bisa anda lakukan seperti berikut :

  1. Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah dan banyak minum air putih
  2. Menjaga berat badan sehat dan hindari stress
  3. Tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk obat dari dokter, terutama obat batuk dan pilek yang mengandung zat stimulan pemicu jantung berdetak cepat
  4. Membatasi konsumsi minuman keras dan berkafein
  5. Tidak merokok dan biasakan olahraga teratur
  6. Tidak mengkonsumsi penyedap rasa (michin / vetchin),mie instant, makanan berlemak, gorengan dan makanan yang digoreng

Jika anda bisa melakukan pencegahan mengapa anda harus membayar untuk mengobati ? Namun jika anda sudah terserang penyakit tersebut maka sebaiknya segera lapor dokter, jangan lapor polisi ya karena polisi tidak bertugas menangkap penyakitnya 😀 . Terimakasih sudah mengunjungi laman web kami, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *