Bahaya Penggunaan IUD Sebagai Alat Kontrasepsi

Dewasa ini banyak sekali inovasi untuk memperbaharui alat kontrasepsi pil. Dari yang kita ketahui alat kontrasepsi yang paling sering digunakan masyarakat adalah alat kontrasepsi pil, suntik dan kondom. Namun selain itu ternyata banyak sekali jenis alat kontrasepsi lainnya yang belum populer dikalangan masyarakat indonesia seperti susuk, spermatisida (krim pembunuh sperma), vagina diragma, dan cervical cap.

Adapun yang sudah populer dan menjadi trending di Indonesia, yaitu KB spiral atau yang sering kita sebut dengan nama IUD, kependekan dari “Intra Uterine Device”. Berupa sebuah alat kontrasepsi yang berbentuk huruf T yang dimasukan ke rahim. IUD bisa digunakan hingga bertahun – tahun. Ada dua jenis IUD yaitu : IUD tembaga (masa penggunaan 10 tahun), dan IUD hormonal yang mengandung hormon (masa penggunaan 3-5 tahun).

Di ujung alat KB spiral ini terdapat tali yang menggantung dari leher rahim sampai vagina, hal itu berfungsi untuk memastikan apakah KB spiral masih ada di dalam rahim atau sudah lepas. KB spiral ini sangat efektif untuk mencegah kehamilan pada wanita. Saat pemasangan, wanita akan dibius terlebih dahulu agar tidak merasakan sakit ketika dipasang, pemasangan hanya berlangsung 15-20 menit saja. Setelah pemasangan akan terasa efek keram dan lumayan sakit, namun akan hilang dengan sendirinya.

Lalu apa yang menjadi bahaya menggunakan IUD atau KB spiral ini ? Berikut penjelasannya :

1). Gangguan Menstruasi Atau Terjadi Pendarahan

  • Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberapa hari.
  • Penggunaan KB spiral dapat meningkatkan rasa sakit ketika menjelang menstruasi (dismenore) dan mengalami pendarahan sedikit atau sekedar flek/bercak saja (spotting).
  • Kemungkinan pemakai juga mengalami kejang/keram atau sakit selama 3 sampai 5 haru setelah pemasangan IUD.
  • Siklus haid menjadi tidak teratur terutama 3 bulan pertama setelah pemasangan IUD, darah haid biasanya akan lebih banyak dan lama sehingga berpotensi menyebabkan anemia.
  • Jika terjadi pendarahan yang berlangsung lama dan banyak, apalagi disertai sakit pada perut anda harus waspada, karena bisa saja KB spiral tersebut telah melukai dinding rahim.

2). Resiko Perforasi Uterus

Hal ini memang jarang terjadi, namun patut diwaspadai. IUD yang sudah terpasang atau ketika melakukan prosedur pemasangan, IUD bisa menusuk dan melukai dinding rahim, akibatnya dinding rahim menjadi jebol atau bocor. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya anda segera melepaskan pemakaian IUD. Ukuran rahim setiap wanita berbeda, hal ini memungkinkan IUD terlepas atau bergeser dari tempat asalnya sehingga menimbulkan luka pada dinding rahim.

3). Meningkatkan Resiko Penyakit

Saat IUD melukai dinding rahim, maka kemungkinan rahim akan terluka. Setiap luka harus di obati kan ? Jika tidak, maka bisa mengakibatkan infeksi, masalahnya ini adalah luka dalam. Lalu bagaimana mengobatinya ? Mungkin bisa dengan obat – obatan bahkan operasi. Namun perlu diketahui, jaringan parut (bekas luka) pada dinding rahim bisa memicu berbagai masalah dan penyakit berbahaya rahim. Dan lagi yang namanya benda asing dalam tubuh kita, bisa jadi tidak dikenali oleh sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan kejang rahim atau rasa tidak enak diperut. Saat ada infeksi, anda bisa mengalami gejala seperti keputihan atau demam, dan saat ada luka anda bisa mengalami pendarahan banyak.

4). Gangguan Hormonal

Saat anda memilih IUD dengan hormon, kemungkinan akan menimbulkan efek samping seperti muka berjerawat, sakit kepala, nyeri payudara dan perubahan mood seperti cemas, gelisah atau sebagainya. Namun hal itu bisa hilang dengan sendirinya apabila pemakaian sudah berlangsung beberapa bulan.

Namun ada juga keuntungan memakai IUD, diantaranya :

  • Tingkat keberhasilan mencegah kehamilan mencapai 99%.
  • Tidak menimbulkan kegemukan.
  • Tidak mempengaruhi hubungan badan dan tidak perlu takut hamil.
  • KB IUD tembaga tidak menimbulkan efek samping hormonal serperti KB hormonal lainnya, dimana pemakai mendapat keluhan seperti mual, pusing muntah sakit payudara dsb.
  • Bisa dipakai untuk ibu menyusui, dapat di lepas dan dapat di pasang kapan saja anda mau.

Hal yang harus diketahui saat pemasangan IUD adalah :

  • Tidak mencegah kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektopik) juga penyakit seksual menular.
  • Pemasangan harus dilakukan oleh petugas medis terlatih untuk mencegah cidera saat dilakukan pemasangan.
  • Anda harus melakukan pengecekan sendiri dengan rutin, caranya dengan memasukan jari ke v*gina untuk memastikan benang di dalamnya masih ada. Jika tidak ada, jangan langsung panik. Kemungkinan hanya benangnya saja yang lepas.
  • Tidak disarankan bagi perempuan dengan penyakit menular seksual karena bisa memicu radang panggul.
  • Jika anda ingin melepaskan pemakaian IUD, sebaiknya dengan bantuan medis. Karena jika ceroboh bisa menimbulkan kemungkinan lain yang berbahaya.

Nah jika anda ingin memilih KB IUD, maka anda harus siap dengan segala resiko yang kemungkinan anda hadapi di masa mendatang. Dengan mengetahui keuntungan dan kerugian yang bisa anda dapatkan dengan memakai jenis KB ini, maka anda bisa lebih selektif lagi memilih hal yang sebaiknya anda lakukan dan tidak lakukan. Terima kasih telah mengunjungi website kami, semoga bermanfaat 🙂

2 Comments

  1. obat keputihan

    Just wish to say your article is as amazing.
    The clearness for your publish is just excellent and that i can think you are
    knowledgeable in this subject. Well together with your permission let me to grab your
    RSS feed to keep up to date with impending post. Thanks a million and please carry on the gratifying work.

    Reply
    1. Admin Toko

      You’re amazing too

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *