Bahaya Penggunaan Obat Antibiotik Dalam Jangka Panjang

Antibiotik di definisikan sebagai  anti-infeksi yang berasal dari sumber-sumber bakteri dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.

Antibiotik juga dapat diartikan sebagai bahan organik yang berasal dari mikrobia. Mikroba sendiri merupakan racun yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya.

Antibiotik memang bisa menyelamatkan tubuh anda dari infeksi bakteri dan menyelamatkan nyawa anda tetapi meski demikian, antibiotik juga memiliki dampak yang berbahaya untuk kesehatan jika di konsumsi dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa bahaya yang di timbulkan dari obat antibiotik.

Bahaya dari penggunaan antibiotik

1. Menyebabkan diare pada anak

Mengkonsumsi obat antibiotik pada anak dapat menyebabkan timbulnya penyakit diare dalam jangka panjang, ini terjadi karena biasanya anak yang sedang pilek selalu di beri obat antibiotik oleh para orangtua mereka, padahal sebenarnya itu bukan cara yang baik untuk menghilangkan pilek pada anak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa setengah dari obat antibiotik yang diresepkan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan pada anak dapat menyebabkan diare yang fatal hal ini diakibatkan oleh adanya bakteri dari obat antibiotik tersebut yang terdapat pada usus.

2. Menyebabkan usus sensitif

Antibiotik juga bisa menyebabkan usus menjadi sensitif karena usus anda mengandung sekitar 100 triliyun bakteri dari berbagai strain. Sementara jika anda mengkonsumsi antibiotik maka akan menimbulkan infeksi yang serius dalam usus karena membunuh bakteri baik yang terdapat pada usus. Banyak orang, terutama anak-anak, yang rentan terhadap efek samping yang tidak diinginkan dari antibiotik terutama pada usus.

3. Menyebabkan infeksi vagina

Candida albicans adalah jamur yang umum biasanya hadir dalam jumlah kecil di vagina, mulut, saluran pencernaan, dan pada kulit dan biasanya tidak menyebabkan penyakit atau gejala. Namun, jamur dapat mengambil alih ketika ada persaingan yang terbatas dari bakteri karena pengobatan antibiotik sehingga menyebabkan infeksi pada vagina, dapat berisiko pada kehamilan dan terdapat gangguan sistem reproduksi wanita.

4. Mengganggu saluran pencernaan

Jika anda mengkonsumsi obat antibiotik untuk menyembuhkan jerawat maka akan berdampak pada lambung yang terdapat di sistem saluran pencernaan apalagi jika di konsumsi dengan dosis yang berlebihan. Dan biasanya akan menyebabkan diare, mual dan muntah-muntah.

5. Menyebabkan gangguan fungsi jantung

Pada saat anda mengkonsumsi antibiotik secara tidak langsung anda mengganggu fungsi pada jantung dan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya akibat penyakit jantung. Dan biasanya saat antibiotik itu mulai mengganggu jantung hal yang terjadi adalah jantung berdebar, sakit kepala, timbulnya masalah ginjal atau bahkan mengganggu saraf yang biasanya sering terjadi kesemutan.

6. Reaksi alergi

Beberapa antibiotik (misalnya penisilin atau amoksisilin) dapat menyebabkan reaksi alergi atau hipersensitivitas seperti gatal-gatal (besar, merah, daerah dibesarkan di kulit), demam dan masalah pernapasan. Seseorang bisa mengalami reaksi alergi yang parah. Tidak diketahui mengapa hal ini terjadi, tapi mungkin berarti anda harus menghindari mengambil amoksisilin dan penisilin antibiotik.

Jika telah terjadi pengembangan ruam atau gatal-gatal, atau anda memiliki reaksi parah terhadap antibiotik, pastikan anda memberi tahu dokter sehingga anda tidak mendapatkan jenis yang sama dari antibiotik yang diresepkan lagi. Tipe lain dari antibiotik mungkin tidak akan menyebabkan masalah yang sama.

Efek resistensi antibiotik

Jika tubuh anda sering mengkonsumsi antibiotik lama kelamaan tubuh akan mengakibatkan terjadinya resistensi di mana daya tahan tubuh tidak bisa mempan lagi dengan obat antibiotik. Jika resistensi antibiotik sudah terjadi pada tubuh maka saat anda memiliki luka biasanya akan sulit untuk diobati dan selain itu antibiotik juga bisa menghambat sel darah putih yang bertugas untuk menghancurkan dan melawan bakteri.

Jenis-jenis antibiotik

Saat ini terdapat ratusan antibiotik yang sering digunakan namun ada obat antibiotik yang berbahaya jika di konsumsi dalam jangka panjang. Berikut di antaranya :

  • Penisilin, efek samping dari penisilin yaitu bisa merusak dinding sel bakteri baik dalam tubuh. Antibiotik ini biasanya mengobati luka yang terinfeksi yang biasanya berkaitan dengan gigi, kulit, telinga, mata, dan saluran pernapasan.
  • Aminoglikosida, jika anda mengkonsumsi antibiotik ini dalam jangka panjang maka bakteri jahat yang terdapat dlam tubuh akan semakin bertahan dan tidak akan hilang. Antibiotik ini memiliki efek samping yang buruk karena bisa melemahkan fungsi hati dan ginjal.
  • Makrolida,memiliki efek sambung untuk lambung, selain itu untuk wanita yang sedang hamil dan menyusui juga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat antibiotik yang satu ini.
  • Sefalosporin, obat antibiotik ini berfungsi untuk mengobati infeksi pada ginjal, namun obat ini juga bisa menjadi hal yang berisiko untuk ginjal anda.
  • Fluoroquinolones, fluoroquinolones diduga mempengaruhi pertumbuhan tulang. Itu sebab, obat ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil atau anak-anak.
  • Polipeptida, obat antibiotik yang satu ini dianggap cukup beracun sehingga terutama digunakan pada permukaan kulit saja. Ketika disuntikkan ke dalam kulit, polipeptida bisa menyebabkan efek samping seperti kerusakan ginjal dan saraf.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *