7 Bahaya yang di timbulkan Rokok Pada Bayi dan Anak-anak

Anak-anak sangat rentan terhadap asap rokok. Di perkirakan bahwa 23 anak-anak di Australia, di bawah usia lima belas meninggal karena penyakit terkait asap rokok pada tahun 1998. Bayi yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih besar untuk SIDS (Sudden Infant Death Syndrome atau kematian ranjang).

Peneliti SIDS telah merekomendasikan bahwa ibu yang merokok tidak harus berbagi tempat tidur dengan bayi mereka yang masih berusia di bawah empat bulan. Anak-anak dari orang tua yang merokok memiliki tingkat lebih tinggi dari penyakit paru-paru atau infeksi saluran napas seperti bronchitis, bronchiolitis dan radang paru-paru.

Asap rokok tampaknya merusak sistem kekebalan tubuh pada anak-anak. Beberapa bukti menunjukkan bahwa ketika seorang ibu hamil dan seorang anak yang terpapar asap rokok sebelum dan sesudah kelahiran, anaknya mungkin akan memiliki peningkatan risiko untuk terkena kanker seperti leukemia, lipoma dan kanker otak.

Bahaya Rokok Untuk Anak-anak

1. Gangguan Koognitif

Paparan asap rokok mengganggu kemampuan seorang anak untuk belajar. Hal ini neurotoksik bahkan pada tingkat yang sangat rendah. Lebih dari 21.900.000 anak-anak diperkirakan berada pada risiko penyakit karena tinggal di lingkungan yang penuh dengan asap rokok. Tingkat yang lebih tinggi dari paparan asap rokok juga terkait dengan polusi udara yang dapat menimbulkan penyakit pada saluran pernapasan seperti asthma, batuk, dan gangguan pernapasan lainnya.

2. Gangguan Fungsi Otak

Rokok dapat menurunkan fungsi otak, dan jika fungsi otak menurun maka akan mempengaruhi kecerdasan anak sehingga dapat menghambat prestasi anak di sekolah. Belum lagi dampak buruk yang menyebabkan penyakit kanker, Serangan Jantung, Paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin serta masih banyak lagi penyakit berat lainnya yang bisa di timbulkan rokok.

3. Gangguan Telinga

Asap rokok yang dihirup anak-anak dapat mengiritasi tuba eustachius, yaitu bagian yang terletak di belakang hidung dan berfungsi untuk menghubungkan ke bagian telinga tengah. Hal ini menyebabkan pembengkakan dan obstruksi yang mengganggu pemerataan tekanan di telinga tengah, dapat menimbulkan rasa nyeri, cairan dan infeksi.

Infeksi telinga dan cairan telinga tengah adalah penyebab paling umum dari anak-anak, dan merupakan salah satu gangguan pendengaran. Asap rokok menempatkan remaja pada risiko yang lebih tinggi untuk frekuensi rendah sensorineural, yaitu kehilangan pendengaran yang berhubungan langsung dengan tingkat eksposur.

4. Penyakit Asthma

Sekitar 40 persen anak-anak di bawah usia 14 tahun dengan asthma hidup dengan perokok dan kemungkinan akan terkena perokok pasif. Diperkirakan bahwa anak-anak yang hidup dengan orang tua yang merokok akan memiliki jumlah nikotin yang sama seolah-olah mereka secara aktif merokok.

Studi menunjukkan bahwa anak dengan asthma memiliki serangan asthma lebih sering dan lebih parah jika terkena asap rokok. Bahkan, anak-anak dengan asthma yang orangtuanya merokok di rumah dua kali lebih mungkin untuk memiliki gejala asthma sepanjang tahun dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dengan orang tua yang tidak merokok.

5. Merusak DNA

Para peneliti mengatakan bahwa anak yang lahir dengan komplikasi kesehatan di akibatkan oleh rusaknya DNA. Hasil penelitian yang mengejutkan. Anak yang lahir dari seorang ibu perokok menunjukkan perubahan epigenetik pada DNA mereka, dibandingkan dengan bayi dari ibu yang tidak merokok, bayi yang lahir dari perokok memiliki perubahan dalam lebih dari 100 daerah gen. Di antara gen yang terkena adalah terkait dengan perkembangan janin, kecanduan nikotin, dan kemampuan untuk tidak bisa berhenti merokok.

6. Penurunan Fungsi Paru-paru

Paru-paru terus tumbuh dan berkembang pada masa kecil dan remaja, kemudian memuncak pada usia dewasa. Asap rokok menyebabkan penurunan fungsi paru-paru selama masa kanak-kanak, yang mengarah ke tingkat maksimum dan berkurang pada saat sudah dewasa. Penurunan ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap bagian tubuh yang lainnya ke paru-paru, seperti merokok aktif, perokok pasif, paparan polusi udara dan iritasi kerja, yang mungkin saja dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis di masa depan.

7. Penyakit Miningitis

Sistem kekebalan tubuh anak-anak yang terus menerus terpapar asap rokok akan melemah sehingga anak-anak akan sangat mudah untuk terkena penyakit miningitis. Ketika terjadi penyakit miningitis pada anak maka akan menyebabkan cacat yang berat selama hidupnya karena penyakit miningitis juga dapat menyebabkan kematian pada anak-anak. Di Inggris tercatat 630 kasus penyakit miningitis yang umumnya di derita anak-anak. Rokok juga dapat menyebabkan kerusakan fungsi pada pernapasan.

Kesadaran adalah kunci untuk melindungi anak-anak

Menurut penulis laporan yaitu  Pediatrics, kesadaran adalah langkah besar yang pertama. Setelah survei lebih dari 1.500 rumah tangga di Amerika Serikat, mereka menemukan bahwa kurang dari setengah dari perokok setuju bahwa  rokok adalah berbahaya bagi anak-anak. Selain itu, hanya sekitar 25 persen dari mereka memiliki aturan ketat tentang tidak merokok di dalam rumah.

Intinya adalah : Jika anda seorang perokok dan punya anak, tidak ada kata terlambat untuk berhenti. Dan jika anda tidak bisa menghentikan kebiasaan, cobalah untuk merokok hanya di tempat di mana anak anda tidak akan bersentuhan dengan sisa-sisa rokok anda. Rokok memiliki efek yang sangat bahaya untuk tubuh manusia. Jadi, lebih baik matikan rokok, sebelum rokok mematikanmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *