Cegah Kebiasaan Buruk Penyebab Kanker Rahim

Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi sebagai tempatnya pembentukan bayi. Lapisan dalam rahim (endometrium) wanita yang subur akan menebal setiap bulannya. Namun jika seorang wanita tidak di buah, maka lapisan ini akan mengering dan mengelupas. Lapisan yang mengering tersebut berbentuk darah kental yang keluar melalui alat vital wanita yang kita sebut sebagai menstruasi. Hal ini merupakan bentuk wajar yang terjadi pada wanita, dan tidak mempengaruhi kesehatan wanita yang mengalaminya. Berbeda dengan wanita yang sering mengalami haid yang tidak teratur, maka itu bisa menjadi tanda-tanda penyakit.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat kerusakan organ dan berakibat pada kematian. Kanker rahim (kanker serviks) merupakan penyakit kanker yang menyerang organ rahim dan bagian lain dari rahim. Penyakit ini bisa disebabkan oleh mikro organisme human papilloma virus (HPV) onkogenik. Di Indonesia wanita yang mengidap kanker rahim sebanyak 76,6% terdiagnosa setelah penyakit tersebut memasuki stadium lanjut (IIIB ke atas). Ini karena kanker rahim tidak menunjukan gejala apapun pada awal penyebarannya, sehingga pengidapnya lalai dalam hal penanganan.

Gejala Penyakit Kanker Rahim

1). Stadium awal
Pada tahap ini biasanya pengidap kanker rahim jarang merasakan gejala-gejala yang timbul, karena kemungkinan biang penyakit masih dalam masa penyebaran. Namun biasanya jika seseorang yang rutin melakukan cek kesehatan, maka penyakit akan terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan sel HPV pada leher rahim. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah rahim normal atau tidak. Untuk itu jika anda memiliki resiko tinggi terhadap kanker rahim segeralah melakukan cek ke dokter. Penyakit yang terdeteksi di tahap awal akan sangat menunjukan tingkat keberhasilan penyembuhan yang tinggi.

2). Stadium Sedang
Pada stadium sedang biang penyakit sudah mulai menganggu kesehatan di penderita, bakteri mulai berkembang biak dengan baik dan perlahan menggrogoti organ rahim penderitanya. Dengan demikian wanita akan mulai merasakan gejala – gejala yang menganggu. Seperti :

  • Rasa sakit selama berhubungan suami istri, jika sebelumnya anda tidak mengalami hal ini namun akhir-akhir ini mengalaminya. Maka segeralah berkonsultasi pada dokter dan lakukan pemeriksaan. Rasa sakit saat berhubungan, bisa jadi karena pertumbuhan sel abnormal sudah mengalami perkembangan.
  • Pendarahan di luar menstruasi, tanda ini sudah sangat umum di kalangan wanita yang mengidap kanker rahim. Masa menstruasi bisa berlangsung selama 3 sampai 7 hari, namun jika anda mengalami pendarahan yang sangat banyak dan cenderung lama dari masa normalnya berarti anda telah mendapatkan peringatan awal dari penyakit anda. Pendarahan yang keluar juga bisa bercampur dengan keputihan. Selain itu, pendarahan juga bisa terjadi pada wanita menopause untuk itu, jika anda merupakan wanita yang sudah mengalami menopause, anda bisa lebih berhati-hati jika menemukan gejala ini.
  • Nyeri di sekitar pinggul, hal ini sudah sangat umum dirasakan semua orang. Apalagi saat profesi kita yang mengharuskan kerja dengan posisi duduk sepanjang hari 😀 . Namun, anda perlu waspada, karena tidak selamanya sakit pinggul adalah hal yang normal.
  • Keputihan, ini memang normal terjadi pada setiap wanita. Namun, jika anda mengalami masa keputihan yang sangat banyak dan cenderung lama, maka berhati-hatilah ! Kanker serviks sedang mengintai anda.
  • Kutilan, nah jika anda sebelumnya tidak mempunyai kutil, namun anda sekarang mempunyai kutil yang tumbuh di mana saja, bisa jadi itu merupakan tanda adanya kanker serviks. Menurut ginekolog Rosa Maria Leme, penampilan kutil (eksternal atau internal) dapat menjadi peringatan untuk beberapa penyakit, termasuk kanker serviks.
  • Anemia, hal ini merupakan tahap lanjutan dari pendarahan di luar menstruasi. Karena pendarahan yang keluar banyak, maka darah dalam tubuh akan berkurang. Hal ini akan berlanjut ke gejala anemia yang di sertai dengan jantung berdebar.

3).Stadium lanjut
Pada tahapan ini, penyakit sudah sangat berbahaya. Biang penyakit tersebut sudah berubah menjadi monster pada kebanyakan wanita. Sehingga, gejala yang di timbulkan pun akan menjadi sangat terasa, sehingga memungkinkan penderitanya menyadari dirinya mengidap penyakit tertentu. Biasanya gejala yang di timbulkan saat penyakit memasuki stadium lanjut adalah :

  • Merasakan kelelahan yang tidak biasa
  • Nyeri panggul
  • Kaki bengkak
  • Benjolan di perut bawah
  • Menurunnya berat badan
  • Sakit saat buang air kecil
  • Keluarnya urin bercampur darah
  • Keluarnya kotoran dari vagina
  • Nyeri pada kaki
  • Sakit punggung tanpa sebab
  • Nyeri tulang atau patah tulang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gangguan pencernaan (mual, muntah, diare, sembelit dsb)

Penyebab Kanker Serviks

Banyak sekali hal yang ternyata tidak kita sadari dapat menjadi faktor pemicu terjadinya kanker serviks pada wanita. Biasanya faktor – faktor tersebut ialah :

  • Merokok atau perokok pasif. Bukan hanya wanita yang merokok saja yang bisa memicu penyakit berbahaya pada dirinya sendiri, namun wanita yang hanya menghirup rokok atau sering menghirup asap rokok dari temannya pun bisa terkena dampak berbahaya.
  • Gonta ganti pasangan. Inilah mengapa rasul kita mengharamkan zina, bukan hanya berdosa saja, namun juga pemicu penyakit. Nah loh kena azab baru tau rasa 😀
  • Faktor Hormonal. Ketidak seimbangan hormon estrogen dengan hormon lain, yang disebut progesteron, dapat mempengaruhi risiko kanker rahim. Saat estrogen terlalu banyak tanpa adanya progesteron untuk menyeimbangkan itu, maka risiko kanker rahim pun meningkat.
  • Belum pernah hamil. Umumnya wanita yang belum pernah hamil memiliki tingkat hormon progesteron yang tinggi di banding homron estrogen.
  • Menikah di usia dini. Pernikahan dini bukan cintanya yang terlarang hanya waktu saja belum tepat merasakan semua 😀 . Usia pernikahan yang baik di usia 20 tahun ke atas ya, begitupun berhubungan suami istri di lakukan di bawah usia tersebut bisa menjadi pemicu nya.
  • Terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan. Nah loh, waspada lah jika anda sudah sangat sering membersihkan area itu. Tidak semua bakteri itu jahat, ada juga bakteri baik yang bisa membunuh bakteri jahat.
  • Pengaruh lainnya adalah : Obesitas, usia, menopause, keturunan, diabetes, sindrom ovarium polisistik, penggunaan obat tamoksifen (untuk kanker payudara), terapi penggantian hormon, infeksi HVP, hiperplasia endometrium, kanker ovarium, dsb.

Pengobatan Dan Pencegahan Penyakit Kanker Seriviks

  • Pengobatan untuk penyakit kanker serviks :
  1. Histerektomi – bedah pengangkatan rahim merupakan langkah penanganan kanker rahim yang paling sering dianjurkan. Operasi ini akan menghapus kemungkinan Anda untuk hamil.
  2. Radioterapi – untuk menghambat penyebaran kanker, misalnya jika kondisi pasien tidak memungkinkannya untuk menjalani operasi pengangkatan rahim.
  3. Kemoterapi – biasanya digunakan untuk penderita kanker rahim pada stadium 3 atau 4 dan umumnya diberikan secara bertahap melalui infus.
  4. Terapi hormon – dilakukan dengan pemberian hormon progesteron artifisial dalam bentuk tablet untuk menggantikan hormon progesteron alami tubuh.
  • Pencegahan penyakit kanker serviks : Olahraga, makanan bergizi, hindari penyebab, gunakan KB, jaga berat badan, dsb.

Sebelumnya terimakasih telah mengunjungi laman web ini, semoga artikelnya bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua 🙂 salam sehat wanita Indonesia ^_^

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *