Efek samping, Risiko dan Komplikasi dari Aborsi pada Tubuh

Sekitar 10% dari wanita yang menjalani aborsi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, jika di bandingkan dengan wanita yang tidak melakukan aborsi. Wanita yang menggugurkan kandungannya lebih mungkin untuk mengalami cedera emosional yang lebih parah terkait dengan aborsi yang mereka lakukan.

Menurut penelitian bahwa berdasarkan catatan terbaik kematian, wanita yang menggugurkan kandungan empat kali lipat lebih mungkin meninggal dalam waktu satu tahun setelah melakukan aborsi. Berikut di bawah ini adalah efek samping, risiko dan komplikasi dari aborsi yang terjadi pada tubuh manusia.

Efek samping dari Aborsi

Jumlah dan jenis komplikasi fisik dari aborsi sangat beragam tergantung dengan metode aborsi yang dilakukan. Namun, biasanya aborsi memiliki efek samping berikut ini :

  • Terjadinya raselasi serviks ( yaitu robeoknya leher rahim)
  • Cedera pada usus atau kandung kemih
  • Tidak akan bisa hamil karena infeksi dan komplikasi yang terjadi
  • Terjadinya pendarah berat
  • Sindrom postabortal, pembesaran uterus yang lunak untuk mempertahankan pembekuan darah
  • Kegagalan untuk mengenali kehamilan ektopik. Hal ini bisa mengakibatkan pecahnya tabung, perdarahan, dan infertilitas yang disebabkan oleh tuba atau kematian jika tidak ada pengobatan

Faktor Risiko dari Aborsi

Ketika anda melakukan aborsi, mungkin anda akan mengalami kesulitan mempunyai anak di masa depan. Wanita dengan riwayat satu kali aborsi menghadapi risiko 2,3 kali lebih tinggi mengalami kanker serviks, dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat aborsi. Wanita dengan dua kali atau lebih aborsi menghadapi risiko relatif 4,92 mengalami kanker ovarium.

Berikutnya adalah kanker hati juga telah dikaitkan dengan aborsi tunggal dan ganda. Tingkat kanker ini meningkat untuk wanita terkait dengan gangguan tidak wajar pada perubahan hormon yang menyertai kehamilan dan kerusakan leher rahim yang tidak diobati atau stres meningkat dan dampak negatif dari stres pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu beberapa penelitian juga telah menunjukan bahwa aborsi dan masa kehamilan memiliki keterkaitan berikut diantaranya :

  • Pendarahan pada masa awal kehamilan
  • Lahirnya bayi prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan yang rendah
  • Serviks yang tidak memiliki kemampuan dapat menimbulkan risiko bagi kehamilan di masa depan. Terutama pada trimester kedua yang dapat menyebabkan kelahiran yang prematur dan berisiko untuk mengalami keguguran.
  • Serviks akan melemah dan mungkin akan rusak yang akhirnya akan menyebabkan lahirnya bayi prematur pada kehamilan berikutnya, hal tersebut cenderung lebih sering terjadi pada wanita yang telah mengalami aborsi

Komplikasi dari Aborsi

Ketika anda mengambil keputusan untuk melakukan aborsi maka anda secara tidak langsung telah menempatkan tubuh anda dalam berbagai kemungkinan penyakit yang datang, berikut ini adalah komplikasi yang disebabkan oleh adanya aborsi.

1. Infeksi

Infeksi bakteri adalah komplikasi pertama yang di sebabkan oleh aborsi. Bakteri dari vagina bisa masuk kedalam leher rahim dan melebar di leher rahim kemudian berkembang ke atas menuju rahim dan tabung dari tuba. Gejala infeksi yang mungkin termasuk biasanya adalah demam, menggigil, rasa sakit yang meningkat, keputihan yang berbau serta terjadinya peningkatan saat pendarahan.

2. Cedera serviks

Cedera pada leher rahim dapat terjadi setelah anda melakukan aborsi. Beberapa prosedur dari aborsi dapat mengakibatkan adanya komplikasi pada kesehatan bagian tubuh yang lainnya. Cedera leher rahim juga dapat mengakibatkan rahim menjadi lemah pada masa kehamilan yang dapat menimbulkan lahirnya bayi prematur dan cedera serviks dapat terjadi dalam waktu yang kurang dari 1% dari semua aborsi yang terjadi.

3. Cedera usus

Ketika anda melakukan aborsi, mungkin anda akan mengalami rahim yang berlubang dan usus yang berlubang juga. Hal ini akan menyebabkan mual, muntah, sakit perut, demam, dan terdapat darah dalam tinja. Selain itu selaput perut juga akan meradang karena terinfeksi dan kematian akan datang dengan cepat jika tidak segera ditangani.

4. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu komplikasi yang di sebabkan aborsi. Bukti tersebut tidak konklusif tapi ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan. Wanita yang telah melakukan aborsi memiliki tingkat signifikan lebih tinggi dari kanker payudara di kemudian hari. Kanker payudara telah meningkat sebesar 50% di Amerika sejak aborsi menjadi legal pada tahun 1973. Fakta yang harus anda ketahui ternyata kanker payudara juga terjadi pada pria, apakah pria benar-benar memiliki payudara? Apakah anda juga penasaran dengan faktanya? sebaiknya anda mencari tahu sendiri informasi tersebut.

5. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah setiap kehamilan yang terjadi di luar rahim. Setelah aborsi, anda 8 sampai 20 kali lebih mungkin untuk mengalami kehamilan ektopik. Jika tidak ditemukan dengan segera maka akan terjadi pecahnya sebuah kehamilan ektopik, dan anda dapat berdarah sampai mati jika tidak memiliki operasi darurat. Statistik menunjukkan peningkatan risiko 30% dari kehamilan ektopik setelah satu kali aborsi dan peningkatan risiko 160% dari kehamilan ektopik setelah dua kali atau lebih aborsi. Telah ada peningkatan tiga kali lipat pada kehamilan ektopik di Amerika Serikat sejak aborsi dilegalkan.

Efek pada kehamilan di masa depan

Jika anda melakukan aborsi, maka ketika anda memiliki kehamilan di masa depan mungkin anda akan mengalami efek dari aborsi yang pernah anda lakukan. Berikut ini adalah efek yang terjadi pada kehamilan di masa depan jika anda melakukan aborsi.

  • Anda akan mengalami tiga kali pendarahan pada saat kehamilan di masa depan
  • Anda lebih cenderung untuk tidak mengalami proses persalinan secara normal
  • Plasenta di dalam perut anda akan mengalami komplikasi sehingga akan menolak kehadiran janin dalam rahim
  • Bayi yang di lahirkan biasanya cenderung akan mengalami kematian dalam beberapa bulan pertama di kehidupan
  • Bayi yang di lahirkan akan memiliki berat badan yang rendah
  • Kemungkinan bayi akan lahir prematur dan dan hal tersebut akan mengalami berbagai macam bahaya yang di hadapi si bayi ketika sudah lahir di dunia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *