Faktor dan Penyakit yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Sebenarnya banyak sekali faktor dan masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan, kesuburan, serta dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk hamil. Beberapa faktor dan penyakit di bawah ini adalah salah satu yang memiliki keterkaitan dengan kesuburan wanita.

Faktor yang mempengaruhi Kesuburan

Anda mungkin tidak ingin hamil sekarang, tetapi penting untuk anda agar dapat memahami apa yang akan mempengaruhi keberhasilan anda jika tidak memutuskan untuk ingin memulai sebuah keluarga dan apa yang dapat anda lakukan sekarang untuk mempersiapkan diri di masa depan.

1. Usia

Faktor usia bukanlah faktor yang asing lagi untuk di dengar, karena berbagai penyakit pasti akan memiliki faktor ini. Faktor usia menjadi faktor utama yang paling penting dalam kehamilan serta kesuburan wanita. Bagi kebanyakan wanita, monopause akan terjadi sebelum anda memasuki usia 50 tahun.

Sedangkan, kesuburan pada wanita akan menurun pada usia 35 tahun, itu artinya pada usia 40 tahun wanita akan memiliki peluang kesuburan dan kehamilan hanya 5% saja. Hal tersebut juga tergantung pada siklus menstruasi yang mereka alami.

2. Genetika

Gen pada tubuh manusia sangat berperan penting dan dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Termasuk monopause, karena wanita akan lebih berisiko terkena monopause dini yaitu pada usia sebelum 40 tahun jika ada saudara atau ibu anda memilikinya.

Selain itu, para peneliti di Stanford University baru-baru ini menemukan hubungan antara penanda genetik tertentu dan tingkat hormon yang menunjukkan umur reproduksi kita dapat sangat dipengaruhi oleh faktor genetika.

Jika sudah seperti ini, apa yang bisa anda lakukan? Salah satu hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah memahami sejarah kesuburan keluarga anda, sehingga anda dapat secara proaktif mengelola kesehatan dan kesuburan anda.

3. Hormon

Ada banyak hormon yang bekerja dalam proses ovulasi seperti gonadotropin releasing hormone (GnRH), luteinizing hormone (LH), hormon perangsang folikel (FSH), estrogen, dan progesteron. Masing-masing dari hormon tersebut harus hadir di waktu yang tepat, dan dalam jumlah yang tepat, untuk memastikan bahwa proses kesuburan berjalan lancar.

Jika kadar hormon dalam tubuh anda tidak terlibat dalam ovulasi, hal tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh anda juga. Salah satu contohnya adalah kanker ovarium, yang menjadi penyebab umum dari ketidaksuburan.

Biasanya, seorang ginekolog atau endokrinologi dapat meresepkan obat tertentu untuk membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh dan memungkinkan hormon anda untuk berfungsi secara normal.

Penyakit yang mempengaruhi Kesuburan

1. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika sel-sel yang biasanya melapisi rongga rahim, yang disebut endometrium tumbuh di luar rahim. Penelitian telah menemukan hubungan antara infertilitas dan endometriosis.

Studi menunjukkan bahwa antara 25% sampai 50% wanita memiliki endometriosis yang subur dan antara 30% sampai 40% wanita memiliki endometriosis yang tidak subur. Beberapa teori saat ini tentang bagaimana endometriosis menyebabkan infertilitas adalah sebagai berikut :

  • Perubahan struktur organ reproduksi wanita dapat terjadi dan mempengaruhi pelepasan sel telur setelah ovulasi atau mengganggu gerakan telur melalui tuba falopi.
  • Lapisan perut, yang disebut peritoneum mungkin mengalami perubahan sehingga mempengaruhi fungsinya.
  • perubahan kimia dalam lapisan rahim yang terjadi sebagai akibat dari endometriosis dapat mempengaruhi kemampuan embrio untuk menanamkan dengan baik dan menyebabkan seorang wanita memiliki kesulitan untuk tetap hamil setelah pembuahan.

2. Uteri fibroid

Fibroid yang paling mungkin untuk mengganggu kesuburan ketika mereka tumbuh di dalam rongga rahim. Para ahli mengatakan bahwa fibroid yang tumbuh di dinding rahim atau di luar rahim memiliki sedikit efek pada potensi kehamilan. Di perkirakan bahwa hingga 80 persen wanita akan memiliki tumor jinak yang hidup dalam fibroid.

Studi menunjukkan bahwa kesuburan seorang wanita meningkat 70 persen setelah penghapusan fibroid (mengangkat fibroid dari dalam tubuh melalui operasi). Untuk lebih jelasnya anda bisa mencari informasi tentang penyakit uteri fibroid pada wanita, supaya anda faham dengan gejala dan penyebab yang mungkin salah satu dari penyebab tersebut pernah anda rasakan.

3. Kanker ovarium

Penyakit kanker ovarium terjadi karena ada pengembangan sel-sel kanker di sekitar ovarium. Kanker ovarium akan berdampak pada kesuburan wanita karena termasuk penyakit pada sistem reproduksi wanita.

Dimana hal sistem reproduksi wanita adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting dimasa depan untuk anda bisa mendapatkan keturunan. Untuk lebih jelas dan agar anda faham, anda bisa mencari apa yang menjadi penyebab dan tanda-tanda dari kanker ovarium dan bagaimana pengobatan kanker ovarium agar tidak mengganggu kesuburan anda.

Masih banyak penyakit yang menjadi gangguan pada sistem reproduksi wanita, namun tiga diantaranya telah dijelaskan di atas. Anda harus lebih waspada dan harus lebih memperhatikan kesehatan pada tubuh karena bukan hanya akan berdampak pada kesuburan, tetapi akan berdampak pada seluruh bagian tubuh anda.

Mulailah hidup sehat dari sekarang dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur dan hindari kebiasaan anda para wanita yang sering mengkonsumsi rokok dan alkohol.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *