Faktor yang menimbulkan risiko pada kehamilan

Proses kelahiran buah hati memang menjadi hal yang sangat di nantikan oleh semua pasangan, namun terlepas dari itu semua kita juga harus mengetahui bahwa banyak sekali faktor-faktor yang berbahaya yang harus di hindari oleh ibu yang sedang hamil. Kehamilan yang tidak di jaga dengan baik biasanya akan lebih membahayakan untuk si janin yang ada di dalam kandungan serta ibu yang mengandungnya juga. Maka dari itu, para ibu hamil harus lebih berhati-hati dalam menjaga kandungan nya, serta harus mengetahui informasi seputar kehamilan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.

Faktor kehamilan yang berisiko

Faktor Kesehatan

Risiko seorang ibu hamil yang paling utama pasti kondisi kesehatan, karena jika kondisi ibu yang sedang hamil tidak dalam keadaan yang sehat, kemungkinan besar si bayi yang berada di dalam kandungan juga akan diragukan kesehatan nya pula. Oleh karena itu, untuk ibu hamil sebaiknya tidak memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) karena darah tinggi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan ginjal ibu dan meningkatkan risiko tinggi untuk berat badan bayi yang akan di lahirkan (prematur/ preeklampsia).

  • Sindrom ovarium polikistik

Jika seorang ibu hamil memiliki penyakit ini maka kemungkinan buruk yang akan terjadi yaitu keguguran. Karena penyakit sindrom ovarium polikistik ini akan mengganggu kemampuan seorang wanita untuk tetap hamil, dan kemungkinan besar akan terjadi penyakit yang lain di dalam tubuh seperti diabetes, dan kelahiran bayi yang prematur.

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika seorang ibu hamil memiliki penyakit autoimun maka ini akan meningkatkan risiko selama dalam masa kehamilannya. Seperti bayi yang terlahir prematur, atau bahkan bayi akan meninggal saat di lahirkan. Kebanyakan wanita hamil mungkin tidak memiliki gejala untuk penyakit ini, tetapi sangat perlu di ketahui bahwa penyakit autoimun ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, untuk itu ibu hamil harus selalu menjaga kehamilannya.

  • ┬áHIV/ AIDS

Hampir sama dengan autoimun karena penyakit ini menyerang sel darah dari sistem kekebalan tubuh. Ibu yang sedang hamil akan menularkan virus dari penyakit tersebut melalui janin yang sedang di kandungnya, dan hal tersebut bisa terjadi selama si bayi berada dalam kandungan, persalinan hingga proses menyusui. Untuk itu, hal yang sangat di sarankan untuk ibu hamil yang terkena penyakit HIV/ AIDS ini melakukan persalinan dengan cara sesar.

Faktor Usia

Usia ibu hamil sangat memengaruhi kondisi si bayi, jika usia ibu hamil terlalu tua biasanya akan di lakukan operasi sesar, karena mengingat kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, untuk itu jika anda ingin melakukan proses persalinan secara normal, maka anda juga harus melakukan program kehamilan sebelum usia anda memasuki 35 sampai 50 tahun. Karena ibu hamil dalam usia tersebut kemungkinan akan menimbulkan komplikasi persalinan, bayi dengan kelainan genetika serta pendarahan yang akan berlangsung lama selama 20 jam. Kehamilan remaja juga akan berisiko tinggi untuk terkena penyakit anemia, karena faktor tubuh yang belum seimbang dengan beban bayi yang di kandungnya tersebut. Remaja juga bisa menularkan virus atau infeksi pada janin yang di kandungnya.

Faktor kehamilan

Selain dari faktor kesehatan dan usia, faktor kehamilan itu sendiri juga sangat penting untuk ibu hamil. Karena beberapa kehamilan dengan kondisi yang kurang sehat meningkatkan risiko tinggi untuk kondisi bayi yang prematur. Namun, jika ibu hamil melahirkan bayi kembar itu akan lebih baik di bandingkan dengan ibu hamil yang melahirkan satu bayi tunggal karena biasanya berisiko kesulitan untuk bernapas.

Dari beberapa faktor yang di jelaskan di atas, tentu anda sebagai ibu hamil harus lebih ekstra dalam menjaga kehamilan anda, karena itu juga akan berdampak bagi janin anda, dan berikut ini adalah bagaimana cara untuk tatap menjaga kesehatan selama dalam masa kehamilan.

Cara menjaga kesehatan selama masa kehamilan

1. Konsultasi

Jika anda sudah mengetahui bahwa anda sedang hamil, maka hal yang harus di lakukan yaitu berkonsultasi dengan bidan atau dokter yang anda percaya. Karena dengan berkonsultasi, anda juga akan mendapatkan nasihat yang baik yang mungkin akan membantu anda untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

2. Menjaga kebersihan

Tidak hanya kesehatan, kebersihan juga harus di jaga, terutama pada makanan yang akan menjadi asupan gizi untuk si bayi. Karena makanan yang tidak bersih akan menularkan infeksi bakteri pada bayi, dan biasanya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada ibu hamil yaitu bakteri listeria. Bakteri ini akan sangat berakibat fatal karena bisa saja menyebabkan keguguran pada ibu hamil.

3. Mengkonsumsi susu tanpa lemak

Kebanyakan ibu hamil terlalu sedikit mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium yang tinggi. Jika anda memenuhi kebutuhan tubuh yang membutuhkan sekali kalsium, maka kehamilan anda pun akan selalu sehat. Susu tanpa lemak bisa menjadi pilihan anda untuk mendapatkan kehamilan yang sehat karena sekitar 30% dari susu tanpa lemak memiliki asupan gizi berupa kalsium yang akan bermanfaat untuk tubuh dan kandungan anda.

4. Mengkonsumsi sayuran

Sayuran sangat baik untuk kesehatan, apalagi sayuran hijau seperti bayam, dan brokoli karena kandungan yang terdapat dalam kedua sayuran tersebut bisa membantu anda untuk menjaga kehamilan. Kandungan asam folat dan zat besi yang terdapat pada kedua sayuran tersebut akan memberikan asupan nutrisi yang cukup untuk janin.

5. Melakukan olahraga

Ibu hamil juga bisa melakukan olahraga untuk menjaga kehamilan nya, biasanya ibu hamil sering mengikuti kegiatan senam. Dan olahraga tersebut memang sangat baik untuk kesehatan ibu dan janin nya. Senam untuk ibu hamil, sangat di anjurkan karena bisa di sesuaikan dengan perubahan bentuk fisik pada ibu hamil. Berbagai macam gerakan pada senam untuk ibu hamil akan melatih tubuh saat menghadapi proses persalinan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *