Gejala, Penyebab dan Efek Pecah Pembuluh darah di Otak

Pembuluh darah memiliki tugas menjamin pasokan oksigen dan nutrisi pada semua organ vital dalam tubuh. Pecahnya pembuluh darah dapat terjadi di berbagai organ manusia dan salah satunya adalah di otak. Sebuah pendarahan otak adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika anda memiliki trauma kepala atau menderita stroke. Pembuluh darah pada tubuh manusia akan mengalir secara terus menerus selama kita hidup.

Pembuluh darah juga dapat mengangkut lebih dari 6800 liter darah setiap hari. Selama manusia masih hidup selama itu pula pembuluh darah akan mengangkut milyaran liter darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah dalam otak manusia akan secara tiba-tiba pecah dan mengancam nyawa anda. Tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dapat menempatkan anda pada risiko terbesar untuk mengalami pendarahan pada otak. Sebuah pendarahan otak akan muncul dengan gejala yang spesifik.

Gejala Pendarahan di Otak

Perdarahan intraserebral atau yang kita kenal dengan stroke terjadi ketika pembuluh darah otak anda secara spontan pecah dan bocor ke otak anda. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di otak dan menyebabkan gejala seperti:

  • Kebingungan
  • Kesulitan melihat
  • Kesulitan berbicara,
  • Sakit kepala secara tiba-tiba yang parah
  • Kelelahan

Gejala lainnya

Gejala lain dari pecahnya pembuluh darah di otak termasuk kelopak mata yang terkulai dan kejang. Kejang yang terjadi merupakan akibat dari aktivitas otak yang tidak normal. Terkadang anda akan kehilangan kendali atas otot-otot dan kehilangan kesadaran anda. Sebuah otak yang berdarah juga dapat menyebabkan iritabilitas, leher kaku, impulsif dan memiliki masalah dalam mengendalikan emosi anda.

Penyebab Pendarahan di Otak

Pembuluh darah yang rusak dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti kerusakan akibat sinar matahari, faktor keturunan, penuaan, makan panas atau makanan pedas, olahraga, stres, hormon, penggunaan alkohol, obat-obat cortisone, penyakit kulit langka dan trauma langsung ke kulit. Munculnya pembuluh darah rusak biasanya terjadi pada wajah, terutama pipi, hidung dan dagu, dada bagian atas dan leher. Berikut adalah penyebab umum dari pecahnya pembuluh darah di otak.

  • Trauma/ cedera kepala. Cedera menjadi penyebab paling umum dari pendarahan di otak bagi mereka yang lebih muda dari usia 50 tahun.
  • Tekanan darah tinggi. Kondisi medis yang kronis ini dapat melemahkan dinding pembuluh darah dalam periode waktu yang panjang. Pengobatan darah tinggi adalah cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk mencegah terjadinya pendarahan di otak.
  • Aneurisma. Melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak. Hal ini dapat pecah dan berdarah ke dalam otak yang dapat mengarah ke stroke.
  • Kelainan pembuluh darah. Kelemahan dalam pembuluh darah didalam dan sekitar otak. Ini dapat terjadi pada saat anda lahir dan dapat didiagnosis jika anda sudah merasakan gejala.
  • Angiopati amiloid. Merupakan kelainan dinding pembuluh darah yang terkadang dapat terjadi secara bersamaan dengan penuaan serta tekanan darah tinggi. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan kecil tanpa diketahui penyebab terbesarnya.
  • Gangguan darah/pendarahan. Hemofilia dan sel sabit anemia dapat memberikan kontribusi penurunan kadar trombosit darah.
  • Tumor otak dan Penyakit di organ hati.

Efek Pendarahan di Otak

Pendarahan yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak terbagi menjadi dua jenis. Yaitu subarachnoid hemorrhage, merupakan pendarahan yang terjadi antara otak dan tengkorak. Kedua adalah pendarahan intra otak, merupakan pembuluh darah yang pecah di dalam otak. Sebuah gangguan yang terjadi pada aliran darah yang normal ke sel-sel otak dapat menyebabkan kematian. Berikut adalah efek pendarahan yang terjadi di otak.

  1. Kehilangan aliran darah serebral. Otak membutuhkan aliran darah yang konstan untuk membawa nutrisi penting dan oksigen ke dalam sel agar berfungsi secara optimal. Sebuah pembuluh darah yang pecah dapat menyebabkan darah bocor ke jaringan disekitar otak.
  2. Peningkatan Tekanan intrakranial. Pendarahan yang terjadi ke dalam otak menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak. tekanan intrakranial (ICP) adalah tekanan di dalam rongga otak dan mempengaruhi fungsi otak.
  3. Perubahan fungsi neurologis. Termasuk sakit kepala, penurunan tingkat kesadaran yang ditandai dengan tingkat kebingungan atau tidak sadarkan diri, gangguan penglihatan serta kelemahan dan hilangnya fungsi motorik.
  4. Vasospasme. Merupakan penyempitan-penyempitan pembuluh darah otak. Darah di otak menyebabkan terjadinya vasospasme dari daerah pembuluh darah yang mengalami pendarahan. Semua jaringan yang terdapat di sekitarnya akan mengalami penurunan, hal ini terjadi karena pembuluh darah yang pecah di otak tanpa adanya nutrisi dan oksigen. Efek ini juga akan memperburuk neurologis.

Diagnosa

Ketika anda di diagnosis mengalami pecah pembuluh darah di otak, maka dokter akan melakukan penilaian terhadap neurologis terlebih dahulu. Jika pendarahan yang terjadi dalam otak tidak terlalu dalam, maka anda akan direkomendasikan untuk melakukan pengobatan tradisional terlebih dahulu. Sebab, jika pecah pembuluh darah yang anda alami tidak dilakukan pengobatan sama sekali, maka akan terjadi adanya pembekuan darah dalam otak anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *