Hal-hal Mengenai Diabetes tipe 2 yang harus kamu ketahui !

Penyakit diabetes adalah penyakit yang mempengaruhi tubuh sehingga tubuh tidak bisa menggunakan dan menyimpan glukosa (gula darah) dengan benar. Glukosa punggung yang terdapat dalam aliran darah biasanya glukosa yang selalu naik atau berada dalam posisi tinggi sehingga sering di sebut dengan gula darah tinggi.

Apakah diabetes tipe 2 itu ?

Diabetes tipe 2 adalah salah satu bentuk penyakit diabetes yang paling umum. Penyakit diabetes tipe 2 ini merupakan kondisi progresif dimana tubuh menjadi resisten terhadap efek insulin normal dan  secara bertahap mengalami kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin yang cukup di pankreas. Diabetes tipe 2 yang paling sering terjadi pada dewasa biasanya setelah usia 30 sampai 40 tahun. Namun, peningkatan jumlah remaja dan anak-anak juga dapat mengembangkan diabetes tipe 2.

Gejala Diabetes Tipe 2

Anda mungkin saja mengalami penyakit diabetes selama bertahun-tahun tanpa mengetahuinya. Karena tidak semua orang memiliki gejala saat mereka mengalami penyakit diabetes ini. Adapun beberapa gejala yang mungkin saja muncul, berikut adalah gejala nya :

  • Merasa lelah dan kurang berenergi
  • Mudah merasa haus
  • Sering buang air kecil
  • Sering mengalami infeksi
  • Mendapatkan infeksi yang sulit sembuh
  • Penglihatan yang buruk atau penglihatan kabur
  • Sering merasa lapar

Jika anda mengalami salah satu bahkan semua dari gejala-gejala yang di sebutkan di atas, ada baiknya jika anda mendiskusikan nya dengan dokter anda, atau anda juga bisa mengobati penyakit diabetes anda dengan ramuan tradisional.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 bisa saja terjadi karena adanya faktor genetika (faktor keturunan), karena hampir semua penyakit bisa di sebabkan karena faktor keturunan. Mungkin ada riwayat dalam keluarga atau saudara anda yang mengalami penyakit ini sehingga anda juga memiliki kemungkinan untuk mewarisi penyakit diabetes ini. Meski tidak ada penyebab tunggal yang dari diabetes tipe 2, namun beberapa faktor risiko di bawah ini dapat menyebabkan terjadi nya penyakit diabetes tipe 2, berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit diabetes tipe 2 :

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes
  • Memiliki usia lebih tua (lebih dari 55 tahun), karena risiko meningkat seiring dengan bertambahnya usia
  • Memiliki usia lebih dari 45 tahun dan kelebihan berat badan
  • Memiliki usia lebih dari 45 tahun dan memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki usia  lebih dari 35 tahun dan berasal dari latar belakang Aborigin atau Torres Strait Islander
  • Memiliki usia  lebih dari 35 tahun dan berasal dari Pulau Pasifik, benua India atau latar belakang budaya Cina
  • Seorang wanita yang telah melahirkan anak lebih dari 4,5 kilogram atau memiliki diabetes gentasional saat hamil, atau memiliki kondisi yang dikenal sebagai Sindrom ovarium polikistik.

Selain penyebab dan faktor risiko yang di jelaskan di atas, penyakit diabetes tipe 2 juga di diagnosis dengan tes darah yang dapat anda lakukan dengan dokter anda, bahkan jika anda tidak memiliki badan yang fit ketika anda terkena diabetes tipe 2 maka anda harus memiliki pertolongan medis yang cepat. Pada penyakit diabetes tipe 2, glukosa menumpuk dalam darah. Tetapi glukosa dalam darah anda bisa saja turun dengan normal kembali jika anda memiliki gaya hidup yang baik dan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk anda.

Hal-hal yang haru di perhatikan pada Diabetes Tipe 2

  1. Insulin. Kebanyakan jarum yang di gunakan untuk menyuntikan insulin pada tubuh pasien yang terkena diabetes tipe 2 berbentuk kecil dan tipis sehingga tidak ada rasa sakit yang dirasakan dan hal tersebut menimbulkan keraguan apakah insulin bekerja dengan tepat atau tidak, karena penyakit diabetes tipe 2 akan mencegah insulin untuk bekerja dalam tubuh.
  2. Pemantauan Glukosa Darah. Anda mungkin memiliki meter yang menyimpan data glukosa darah secara elektronik, tapi ide yang masih baik adalah anda menuliskan sendiri hasil glukosa dalam darah anda, bersama dengan tanggal dan waktu, dan variabel yang lainnya juga, seperti makanan, olahraga, alkohol, dan stres. Anda kemudian dapat berbagi informasi penting ini dengan penyedia layanan kesehatan anda.
  3. Hipoglikemia dan Hipyerglikemia. Hipoglikemia biasanya ditandai dengan berkeringat dan gemetar, jantung berdebar-debar, gugup atau lekas marah, atau merasa lemah, lapar, geli, atau bingung. Jika Anda tidak lagi memiliki tanda-tanda peringatan, Anda dikatakan memiliki hipoglikemia ketidaksadaran, yang meningkatkan risiko hipoglikemia berat.  Hiperglikemia, di sisi lain, dapat menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur, haus, sering buang air kecil, dan kulit kering. Jika ragu, periksa kadar glukosa dalam darah pada dokter anda.
  4. Ginjal. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan kerusakan ginjal. Jika kondisi ini berlangsung, maka ginjal tidak bisa  menyaring darah dengan baik, dan akhirnya mungkin anda akan mengalami gagal ginjal yang diakibatkan oleh penyakit diabetes tipe 2 ini.
  5. Mata. Retinopati adalah penyakit mata yang diakibatkan oleh penyakit diabetes tipe 2, hal ini dapat menyebabkan kebutaan pada mata anda. Penyakit diabetes memiliki tanggung jawab yang besar atas penyakit retinopati sekitar 8%.

Cara Mencegah Diabetes Tipe 2

Menurut para ahli, penyakit diabetes tipe 2 belum bisa diobati karena belum ada obat yang tersedia untuk menyembuhkannya. Namun, sekitar 90% penyakit diabetes tipe 2 bisa anda cegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Berikut ini adalah cara bagaimana anda bisa mencegah terjadinya penyakit diabetes tipe 2.

1. Menjaga berat badan

Hal yang pertama yang harus anda lakukan adalah, anda harus bisa menjaga berat badan tubuh anda agar tetap stabil. Karena penyakit diabetes tipe 2 sering muncul dan terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan yang berlebih. Mengingat bahwa kelebihan berat badan memiliki kaitan yang erat dengan obesitas dan bisa saja menimbulkan penyakit komplikasi dan berkembangnya penyakit diabetes tipe 2 pada tubuh anda. Anda bisa melakukan olahraga atau mencari informasi tentang bagaimana cara menjaga kebugaran agar anda bisa selalu menjaga berat badan, dan jika anda memiliki berat badan sebaiknya anda mengikuti latihan atau mencari solusi terbaik untuk menurunkan berat badan anda.

2. Mengurangi asupan gula

Sebaiknya, anda mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (dengan beban glikemik rendah, seperti produk gandum dan kacang-kacangan) menghasilkan jumlah yang jauh lebih kecil dari glukosa dan insulin dalam darah. Dengan kondisi tersebut, glikemia akan tetap stabil selama jangka waktu lama, tanpa episode hipoglikemik. Menghindari fluktuasi glukosa darah dan jenis karbohidrat dapat mengurangi produksi insulin dan mencegah overloading dari pankreas. Selain menjadi penting bagi penderita diabetes atau pra-diabetes, yang harus mempertahankan tingkat glikemik yang stabil, mengkonsumsi karbohidrat kompleks dengan beban glikemik rendah adalah perubahan yang dapat memiliki dampak besar pada pencegahan diabetes pada umumnya.

3. Pilih lemak yang tepat

Jenis lemak makanan juga bisa memberikan pengaruh besar pada perkembangan diabetes tipe 2. Lemak jenuh tertentu dapat meningkatkan peradangan, secara tidak langsung menyebabkan resistensi insulin. Sebaliknya, lemak asam oleat utama dalam minyak zaitun memiliki tindakan anti-inflamasi, sehingga mengurangi risiko resistensi insulin. Perlu dicatat bahwa lemak omega-3  dapat meningkatkan respon insulin organ kita. Adapun pencegahan penyakit jantung, menggunakan minyak zaitun sebagai lemak utama di kombinasikan dengan asupan omega-3 merupakan elemen kunci dalam pencegahan diabetes.

4. Olahraga

Latihan fisik akan sangat baik untuk para penderita diabetes tipe 2 selain itu, latihan fisik akan membantu adna untuk menghindari penyakit yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular. Otot adalah organ utama yang terlibat dalam penyerapan insulin dalam glukosa. Oleh karena itu latihan fisik sangat membantu karena dapat mencegah dan memastikan glukosa dalam darah agar tetap stabil. Hal utama yang harus anda lakukan sebenarnya adalah mengetahui terlebih dahulu perbedaan diabetes dari keduanya, karena pengobatan diabetes berbeda tergantung penyakit diabetes tipe berapa yang anda derita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *