Kenali Gejala Pada Sindrom Antifosfolipid

Umumnya darah kita bersifat encer dan mudah mengalir. Ketika seseorang mengalami gangguan darah seperti darah kental atau dalam istilah medisnya disebut dengan sindrom antifosfolipid, maka aliran darah akan menjadi terhambat dan atau lambat. Penyebabnya diakibatkan karena kekurangan trombosit yang berperan dalam proses pembekuan darah sehingga darah saling menempel dan menjadi kental. Darah membawa nutrisi dan oksigen yang diperlukan oleh tubuh kita, saat darah mengental dan lajunya melambat, maka akan menyebabkan kekurangan nutrisi, hormon dan oksigen pada organ tubuh kita.

Berbeda dengan pembekuan darah, pembekuan darah terjadi pada saat ada bagian dari tubuh kita terluka. Pembekuan tersebut diperlukan untuk mengurangi jumlah darah yang keluar dari tubuh kita, trombosit dan protein akan bekerja sama untuk membekukan darah agar pendarahan bisa berhenti. Kekentalan darah ini akan menjadi serius jika tidak ditangani dengan benar. Biasanya akan menimbulkan komplikasi pada organ tubuh kita.

Gejala Sindrom Antifosfolipid

  • Migrainnyeri kepala sedang hingga parah yang terasa berdenyut yang umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala saja. Hal ini terjadi karena darah yang menuju ke otak melambat dan darah yang mengental membuat aliran darah jadi terhambat, jika terus dibiarkan maka bisa menjadi penyebab stroke.
  • Vertigo – yaitu gejala sering yang muncul pada penderita sindrom antifosfolipid yaitu seperti seorang yang mabuk. Biasanya gejala ini ditandai dengan keadaan yang seperti berputar – putar, meskipun penderita sedang berbaring dan atau berdiri. Hal ini dikarenakan pasokan oksigen ke otak yang berkurang akibat pengentalan darah sehingga terjadi gangguan keseimbangan.
  • Mual dan muntah – ini terjadi karena gangguan keseimbangan akibat vertigo yang menyebabkan seseoarang merasa mual dan ingin muntah.
  • Telinga berdengungmerupakan salah satu kondisi medis yang disebut sebagai tinnitus. Tinnitus terjadi jika terdengar suara-suara abnormal yang berasal dari dalam telinga, dan terdengar seperti berdengung, siulan atau suara bising mesin.
  • Daya ingat menurun – penderita sindrom antifosfolipid bisa mengalami hilang ingatan dimana mereka lupa nama – nama keluarga dan bahkan mereka bisa lupa dengan apa yang baru saja mereka lakukan atau katakan. Hal ini karena pasokan oksigen dari darah tidak mencapai otak yang akhirnya membuat sel – sel otak menjadi menderita bahkan kehilangan memori. Namun hal ini bisa kembali normal apabila penderita sudah menjalani terapi.
  • Jantung berdebar – hal ini terjadi karena jantung kesulitan memompa darah yang begitu kental. Berdebar tersebut karena jantung sedang bekerja keras untuk menyesuaikan dengan darah dan tubuh kita.
  • Urin bercampur darah – fungsi ginjal adalah menyaring darah dan mengeluarkan cairan yang tidak diperlukan tubuh bersama urin. Saringan ginjal sangat lah halus dan apabila darah mengental, bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus pada ginjal. Akibatnya air seni akan berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus dapat merusak fungsi ginjal yang dapat mengakibatkan darah tercampur dengan urin, sehingga harus dilakukan cuci darah (hemodialisa) terus menerus seumur hidup.
  • Gangguan penglihatan – penderita dapat mengalami pandangan ganda, berbayang, bahkan sama sekali tidak melihat apapun (pandangan kabur yang berakhir dengan pingsan). Hal ini terjadi karena pasokan darah ke jaringan arteri dan vena mata mengalami hambatan akibat darah mengental.
  • Gangguan kulit – gangguan kulit yang terjadi pada penderita sindrom antifosfolipid berupa noda disekitar lengan dan kaki (istilah medisnya livedo reticularis) berupa bercak merah kebiruan di kulit yang disebabkan gangguan pembuluh darah.
  • Trombosis – merupakan gejala penggumpalan atau pembekuan darah karena darah yang terlalu kental. Hal ini karena darah menggumpal terjadi jika sindrom ini tidak ditangani secara serius. Trombosis dapat terjadi pada organ mana saja, termasuk yang vital seperti mata, hati dan ginjal.
  • Gangguan pada usus – darah yang kental dapat mempengaruhi aliran darah ke usus sehingga menyebabkan sakit pada bagian perut, demam ataupun pendarahan pada anus ketika duduk. Selain itu penderita sindrom antifosfolipid ibu hamil  juga bisa mengalami keguguran yang berulang.

Penyebab Sindrom Antifosfolipid

  1. Radikal Bebas – menyebabkan seseorang terkena pengentalan darah, radikal bebas yang bisa menyebabkan darah menjadi kental adalah polusi udara dan masih banyak lagi lainnya.
  2. Genetik – saat anda mempunyai garis keturunan dengan riwayat penyakit ini, maka anda pun beresiko bernasib sama dengan keluarga anda tersebut.
  3. Ras etnis tertentu (terutama Kaukasia) – mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap darah kental. Cacat pada gen koagulasi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mematikan saklar yang mengaktifkan proses pembekuan. Cacat ini juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membersihkan deposito fibrin yang terbentuk sebagai hasil dari proses pembekuan.

Nah setelah mengetahui gejala dan penyebab darah kental maka kita harus sering – sering memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan kita dan penyakit apa yang sekiranya kita derita. Terimkasih telah mengunjungi laman web kami 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *