Komplikasi Pasca Keguguran dan Cara Mengatasinya

Terkadang, wanita yang mengalami keguguran akan memiliki komplikasi seperti pendarahan yang berlebihan, infeksi bahkan depresi setelah keguguran. Meski sebagian besar dari keguguran seringkali terjadi pada trimester pertama kehamilan, tetapi kemungkinan besar anda juga akan memiliki kekhawatiran tersendiri pada kehamilan meski sudah melewati trimester yang pertama. Berikut dibawah ini adalah komplikasi yang sering terjadi pada mereka yang pernah mengalami keguguran, tentunya dengan cara untuk mengatasi komplikasi tersebut.

Komplikasi Yang terjadi Pasca Keguguran

Pendarahan yang berlebihan

Setelah keguguran, anda akan memiliki terlalu banyak pendarahan, bagaimana juga pendarahan akan membahayakan kesehatan anda. Sebagian besar wanita seringkali mengalami pendarahan yang berlebihan pasca keguguran.

Jika anda mengalami pendarahan secara terus menerus kemungkinan besar hormon dalam tubuh anda mengalami kerusakan dan biasanya anda akan seringkali mudah lelah meski hanya melakukan aktivitas fisik yang tidak berbahaya.

Jika sudah mengalami pendarahan yang berlebihan, biasanya anda tidak akan diperbolehkan untuk beraktivitas, yang bisa anda lakukan hanya berbaring lemah di tempat tidur.

Mengalami Infeksi

Sekitar 3% wanita yang pernah mengalami keguguran, mereka memiliki infeksi. Infeksi yang terjadi tersebut tentunya memiliki keterkaitan dan hubungan erat dengan keguguran yang pernah dialaminya. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh hasil konsepsi dalam rahim.

Infeksi yang terjadi setelah keguguran ini biasanya dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan antibiotik, namun sangat disayangkan hal tersebut dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang lebih serius dan berbahaya untuk anda bahkan kemungkinan besar anda akan mengalami kemandulan.

Adanya Sindrom Asherma

Meski sindrom asherma ini tergolong suatu kondisi yang langka, tetapi tidak sedikit wanita yang mengalaminya pasca keguguran. Dalam kondisi ini, jaringan parut yang disebut adhesi terbentuk dalam rahim. Adhesi tersebut dapat menyebabkan masalah yang serius pada kesuburan dan kemungkinan adanya keguguran berulang pada program kehamilan berikutnya.

Tidak ada gejala yang paling umum dari sindrom ini, tetapi anda akan sangat sulit sekali untuk memiliki kehamilan yang berikutnya, meski pembedahan dapat dilakukan namun biasanya ini akan memiliki risiko tinggi bagi kesehatan bahkan dapat mengancam keselamatan dan nyawa anda.

Keguguran berulang

Seperti yang sebelumnya dikatakan bahwa keguguran berulang dapat terjadi pada penderita sindrom asherma. Sekita 10% wanita yang pernah mengalami keguguran akan memiliki lebih dari satu kali keguguran pada kehamilan di masa depan. Jika anda mengalami keguguran 2 sampai 3 kali secara berturut-turut sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter kepercayaan anda sendiri. Lagi-lagi dokter akan merekomendasikan untuk melakukan bedah, sayangnya sekitar 50% wanita yang pernah melakukan pembedahan berakhir dengan kematian.

Mengalami Depresi

Jika anda mengalami gejala seperti kurang berminat pada suatu aktivitas/ hobi, merasa lelah sepanjang hari, mengalami penurunan berat badan, mengalami kesulitan tidur, sulit untuk berkonsentrasi, dan sering berpikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri bisa dipastikan bahwa anda mengalami depresi pasca keguguran.

Kesedihan merupakan reaksi yang normal dari sesuatu yang hilang dalam hidup manusia, tetapi jika kesedihan tersebut berlangsung dalam waktu yang lama maka dapat dikatakan bahwa anda mengalami depresi yang mana depresi tersebut dapat mempengaruhi kehidupan anda terlebih lagi setelah anda mengalami keguguran. Berbicara dengan seorang psikolog mungkin dapat memperbaiki kehidupannda a.

Ini merupakan suatu kondisi atau komplikasi yang sangat mungkin terjadi pasca keguguran. Jika anda mengalami salah satu kondisi tersebut maka anda sedang berada dalam suatu kondisi yang disebut dengan komplikasi pasca keguguran. Meski demikian, anda tidak perlu khawatir lagi, karena anda bisa mengatasi komplikasi-komplikasi kesehatan tersebut dengan melakukan beberapa cara yang terdapat dibawah berikut ini.

Cara Mengatasi Komplikasi Pasca Keguguran

Meninggalnya bayi dalam kandungan sebelum 20 minggu atau yang sering kita kenal dengan keguguran seringkali dialami oleh para wanita yang sudah berkeluarga. Beberapa wanita akan mengalami pendarahan berat yang parah setelah keguguran, atau bahkan mungkin mereka memiliki jaringan yang tersisa dalam rahim setelah keguguran. Berikut ini adalah pengobatan yang sering dibutuhkan pasca keguguran.

  1. Dilatasi dan Kuret. Ini biasanya disebut dengan D & C. Ini merupakan suatu prosedur yang berfungsi untuk menghilangkan jaringan atau sisa-sisa janin dalam rahim. Rahim anda biasanya akan dibersihkan dengan menggunakan alat dan prosedur yang dinamakan dengan kuret.
  2. Obat-obatan. Biasanya penyedia layanan kesehatan seringkali merekomendasikan obat yang dapat membantu tubuh anda agar tidak ada sisa-sisa janin dalam rahim.

Jika anda memiliki lebih dari satu kali keguguran biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa test untuk anda seperti:

  1. Tes kromosom. Kebanyakan dari kasus keguguran yang terjadi disebabkan oleh adanya masalah kromosom. Anda dan pasangan bisa melakukan tes darah untuk memeriksakan kromosom.
  2. Tes hormon. Hormon merupakan bahan kimia yang dibuat oleh tubuh. Memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu dapat menyebabkan terjadinya keguguran.

Keempat jenis pengobatan tersebut, kemungkinan besar dapat memberikan efek samping yang sangat merugikan kesehatan organ dalam tubuh lainnya. Banyak cara yang bisa anda gunakan termasuk bagaimana cara membersihkan rahim tanpa kuret tanpa obat sehingga akan lebih aman untuk dilakukan. Tanpa kuret tanpa obat berarti tanpa ada bahan-bahan kimia yang terkandung didalamnya!


 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *