Macam – Macam Kelainan Rahim Wanita

Sebagai wanita kita diciptakan untuk menjadi ibu, itulah mengapa tuhan menganugerahkan kita rahim agar kita bisa memiliki keturunan. Rahim merupakan tempat di mana bayi berkembang dan menjadi manusia sempurna. Namun tahukah anda ? Ternyata di dunia ini banyak sekali wanita yang memiliki rahim abnormal, tentu saja itu akan menjadi masalah besar dan harus ditangani dengan operasi.

Kelainan rahim atau bentuk rahim abnormal adalah kondisi rahim yang berbentuk tidak sempurna atau cacat juga bisa jadi karena kekurangan jaringan. Ini tidak disebabkan oleh adanya penyakit yang bisa mengubah bentuk rahim, tapi karena memang bawaan lahir. Pada saat dilahirkan, mungkin tidak kelainan ini tidak terlihat, namun akan terasa jika wanita sudah menginjak usia puber atau menikah. Syarat rahim yang sempurna adalah memiliki jaringan yang komplit, berkapasitas rata – rata dengan panjang 7,5 lebar 5 cm, dan kedalaman 2,5 cm.

1). Kelainan bentuk – bentuk abnormal rahim :

  • Uterus septus yaitu bentuk rahim yang seperti terbelah, karena adanya pemisah atau jaringan yang tumbuh di tengah – tengah rahim padahal kondisi luarnya normal. Uterus septus terbagi menjadi 3 jenis : sekat menggantung dari dinding atas rahim sampai mendekati serviks, sekat hanya di bagian atas dinding rahim, dan sekat di bagian serviks. Hal ini memungkinkan meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur atau bahkan keguguran.
  • Uterus bikornis yaitu bentuk rahim yang berbentuk seperti hati karena adanya sekat yang menempel di bagian dinding rahim atas. Ini karena saluran duktus muller gagal menyatukan setengah bagian rahim dan 1 indung telur dengan setengah bagian yang lain. Akibatnya, hanya sebelah bagian rahim dan 1 indung telur yang berkembang. Seperti kondisi kelainan rahim yang lain, kondisi ini menyulitkan proses reproduksi.
  • Uterus Didelfis merupakan kelainan rahim, dimana rahim penderitanya ganda. Penderitanya memiliki dua leher rahim karena terdapat jaringan yang memisahkan rahim, memiliki 2 rongga namun hanya 1 liang senggama. Mungkin gejalanya akan terasa saat penderita sudah menikah, yaitu gangguan penetrasi saat senggama. Penderita akan sulit hamil, keguguran atau kelahiran bayi prematur karena kondisi rahim yang tidak memungkinkan.
  • Uterus bicornis unicollis yaitu bentuk rahim seperti bertanduk, penderitanya mempunyai 2 rongga rahim, 1 mulut rahim dan 1 liang senggama. Kondisi ini seperti gabungan bikornis dan didelfis, namun penderitanya masih bisa hamil jika endometriumnya normal dan tergantung sel sprema membuahi rahim yang mana hingga di tempat itu janin akan tumbuh, sementara yang satunya tetap kosong. Namun jika terjadi sesuatu pada bayi, mungkin akan dilakukan tindakan oleh medis. Kelainan ini juga bisa diperbaiki jika penderitanya ingin memiliki rahim yang normal melalui operasi.

2). Kelainan pertumbuhan rahim :

  • Tidak ada rahim semua wanita pasti memiliki rahim, namun ada juga kelainan dimana rahim tidak tumbuh dengan sempurna. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kegagalan sebagian atau seluruh organ berkembang saat masih dalam tahap embrio (agenesis). Agenesis sering terjadi karena jaringan tubuh embrio yang membangun organ tertentu tidak ada. Sebagian mungkin karena kelainan kromosom, gejalanya wanita tidak mengalami haid dam tidak bisa memiliki anak.
  • Rahim tidak tumbuh (kecil) pada penderitanya memiliki rahim, namun kapasitas rahim yang kurang karena rahim tidak tumbuh dengan sempurna. Rahim yang normal rata-rata berukuran 7 cm, jika kurang dari ukuran tersebut bisa menyebabkan wanita kesulitan hamil. Hal ini disebabkan karena kekurangan produksi hormon kewanitaan, sehingga bisa diatasi dengan terapi hormon. Gejalanya tidak haid atau haid yang sedikit.

3). Kelainan posisi rahim :

  • Hyperretrofleksi yaitu posisi rahim ke belakang, disebabkan karena adanya dorongan, mobilisasi rahim (pergerakan rahim), atau karena adanya perlekatan yang ditandai dengan infeksi. Ini tidak hanya karena cacat lahir saja, namun bisa juga karena wanita sudah pernah melahirkan banyak anak, sehingga jaringan dan otot – otot rahim menjadi kendur. Gejalanya adalah sulit buang air besar/kecil, nyeri atau ngilu saat buang air atau saat bersenggama karena mulut rahim yang menekan saluran kencing. Kondisi ini bisa kembali dengan normal apabila wanita tersebut hamil, tapi jika penyebabnya perlekatan maka harus dilakukan operasi kecil (laparoskopi)
  • Perut gantung biasanya hal ini dirasakan saat kehamilan. Wanita dengan kondisi ini, saat hamil akan merasakan perutnya makin maju dan turun seperti orang buncit. Hamil yang normal, biasanya perut maju ke depan, tapi kondisi ini menyebabkan pertumbuhan bayi cenderung maju ke bawah. Hal ini disebabkan karena otot perut sudah kendur atau sudah tidak kencang lagi dan bukan merupakan kondisi serius. Hal ini menyebabkan keterbatasan gerak ibu saat hamil, susah melahirkan dan kontraksi yang kurang baik.
  • Prolapsus uteri kondisi ini adalah kelainan pada rahim yang menonjol di vagina, atau yang lebih dikenal dengan turun berok/peranakan. Hal ini bisa disebabkan karena lemahnya otot disekitar rahim. Biasanya gejala yang dirasakan adanya benda yang mengganjal disekitar perut, juga membuat penderitanya kesulitan melakukan aktivitas karena pada kondisi ini wanita tidak boleh melakukan hal yang berat. Untuk menangani kondisi ini penderita bisa melakukan operasi, namun jangan sesekali di urut. Kemungkinan hamil pada penderita tergantung pada seberapa parah kondisi penderita dan jenis operasi yang dilakukan.
  • Inversio uteri yaitu kondisi rahim terbalik ke bawah, hal ini terjadi karena saat hamil tali pusar tertarik namun belum terjadi kontraksi pada ibu hamil, sehingga rahim menjadi terbalik. Gejalanya cukiup menyakitkan, yaitu pendarahan disertai rasa sakit yang hebat bahkan kematian. Inversio uteri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Inversio uteri ringan, fundus uteri terbalik menonjol dalam kavum uteri, namun belum keluar dari ruang rongga rahim.

2. Inversio uteri sedang, terbalik dan sudah masuk dalam vagina.

3. Inversio uteri berat, uterus dan vagina semuanya terbalik dan sebagian sudah keluar vagina.

Untuk menangani inversio uteri maka harus dilakukan operasi dengan segera dan kemungkinan rahim pasien harus diangkat jika sudah terlanjur parah. Namun jika masih bisa diperbaiki maka akan dilakukan reposisi untuk mengembalikan posisi rahim ke semula dan mencegah kontraksi untuk mempertahankan ibu dan bayinya.

Terimakasih telah mengunjungi website kami, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *