Mana yang Lebih baik untuk tubuh? Kunyit atau Curcumin?

Apakah anda bingung tentang kunyit atau curcumin? Curcumin adalah senyawa yang terdapat dalam kunyit, tetapi kenapa ada perbedaan antara kunyit dan curcumin? Apakah anda semakin penasaran? Yang telah dipelajari adalah kunyit dapat dijadikan bahan masakan, sedangkan curcumin tidak bisa anda masak. Tetapi, anda dapat mendapatkan suplemen dari curcumin yang sama dengan suplemen kunyit. Jika ada yang bisa anda sarankan, manakah yang lebih baik untuk tubuh? Kunyit atau Curcumin? dan Mengapa?

Apa itu Kunyit?

Kunyit merupakan ramuan yang telah didokumentasikan selama 5000 tahun yang lalu dalam sistem pengobatan tradisional. Rimpang dibersihkan direbus dan dikeringkan untuk dijadikan bubuk kunyit, dan ekstrak minyak kunyit dari rimpang merupakan salah satu komponen yang bisa dijadikan obat. Berbicara tentang nilai obat, kunyit memiliki sejumlah kandungan farmakologis. Jadi, apa yang tertanam dalam kunyit sehingga dijadikan obat? Nilai fraksi utama dari kunyit adalah:

  1. Curcuminoids. Ini adalah kelompok antioksidan yang terdapat dalam kunyit yang memberi karakteristik warna kuning keemasan.
  2. Minyak yang dihasilkan dari kunyit ini mengandung sejumlah senyawa yang memberi aroma khas rempah-rempah dalam kunyit bubuk dan ekstrak curcumin yang kita ambil.

Rupanya kunyit memiliki kandungan 14 molekul antibiotik, 12 molekul anti kanker, 12 molekul anti tumor dan 10 molekul anti inflamasi yang sangat mencengangkan. Terlepas dari molekul bioaktif, rimpang kira-kira mengandung  70% karbohidrat, 7% protein, 4% mineral, dan setidaknya 4% minyak esensial. Bagaimana penjelasan tentang kunyit ini? Bermanfaat bukan? Ya, tentu saja. Sekarang kita beralih ke Curcumin yang merupakan senyawa dari kunyit.

Apa itu Curcumin?

Rasanya mungkin anda bosan mendengar bahwa curcumin adalah senyawa dari kunyit. Sekarang yang akan dibahas adalah struktur dari curcumin. Curcumin memiliki struktur cincin aromatik yang merupakan polifenol, orang awam sering mengatakannya dengan “antioksidan”. Struktur dalam curcumin tersebut pertama kali diidentifikasi pada tahun 1910. Salah satu hal terpenting dari curcumin adalah bahwa curcumin dapat menghambat aktivitas dari kelompok protein yang disebut Kappa-B. Ini bertindak sebagai salah satu perangkat yang mengatur ploriferasi peradangan dan sel kanker. Banyak uji klinis yang telah dilakukan pada penggunaan curcumin dalam berbagai gangguan seperti neurologis, kardiovaskular, metabolisme dan kondisi psikologis. Curcumin memiliki sedikit peran dalam bubuk sekita 2 sampai 5% yang artinya bubuk kunyit akan diperlukan untuk mendapatkan dosis efektif dari curcumin.

Manakah yang Lebih baik untuk Tubuh?

Masih bingung dengan apa yang dijelaskan diatas? Selain kunyit digunakan sebagai bumbu tradisional untuk berbagai macam kuliner, kunyit juga telah dijadikan pengobatan untuk mengatasi radang tenggorokan, bronkitis, lambung, dan diabetes. Kunyit berasal dari rimpang tanaman Curcuma longa. Curcumin yang terdapat didalam kunyit merupakan kandungan yang konsisten dan paling aktif dari kunyit. Pertanyaan terpenting adalah bagaimana perbandingan antara kunyit dan curcumin? Sekarang, anda simak baik-baik apa yang peneliti bicarakan ketika melakukan perbandingan dari khasiat kunyit dan curcumin.

  • Kunyit lebih baik dibandingkan dengan curcumin untuk imunitas tubuh. Menurut sebuah penelitian yang diselenggarakan, mengatakan bahwa ekstrak etanol kunyit lebih baik untuk tubuh karena dapat meningkatkan ekspresi perfoin yang merupakan protein penting dalam merespon imun tubuh.
  • Sifat anti inflamasi dalam kunyit lebih baik dibandingkan dengan curcumin. Ekstrak kunyit juga berperan lebih baik daripada curcumin pada kesehatan manusia. Kunyit memiliki presentase dua kali lipat lebih baik dari curcumin yang dapat menghambat produksi spesies dari oksigen buruk.
  • Kunyit lebih baik daripada curcumin terkait manfaat untuk fungsi otak. Amiloid beta adalah protein yang penting dalam mengatasi penyakit alzheimer, yang membentuk agregat dalam sel-sel otak yang mengganggu sinyal otak dan menyebabkan kematian sel saraf dan hilangnya fungsi otak.

Namun, para peneliti menyarankan untuk mengkombinasi kunyit dengan lada hitam, yang dapat meningkatkan bioavailabilitas kunyit sebanyak 2.000%. Selain itu, para ilmuwan juga telah mengembangkan berbagai formula curcumin seperti:

  • Curcumin yang dikombinasikan dengan piperin
  • Curcumin dalam kombinasi dengan lemak/minyak. (zaitun, kelapa)
  • Varian struktural curcumin
  • Curcumin kompleks fosfolipid

Sudah jelas bukan mana yang lebih baik untuk tubuh? Ya, kunyit memang lebih baik untuk tubuh dibandingkan dengan curcumin. Kunyit tidak hanya memiliki manfaat untuk otak namun masih ada manfaat mengesankan dari kunyit menurut para ahli yang dapat anda ambil. Intinya kunyit dan curcumin sebenarnya memiliki peranan yang penting bagi tubuh manusia karena kunyit dan curcumin memiliki keterkaitan satu asam lain, jika salah satunya tidak ada maka tidak ada yang bisa dijadikan obat. Sebagian besar artikel yang terdaftar sampai saat ini, sebagian besar fokus pada manfaat kesehatan dari kunyit dimediasi oleh curcumin. Kunyit dan curcumin dianggap identik. Meskipun demikian, fraksi kunyit lebih bermanfaat dan memiliki nilai obat. Ini juga salah satu alasan mengapa saya percaya kunyit segar lebih baik dari curcumin bahkan kunyit bubuk karena tidak memiliki minyak kunyit di dalamnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *