Mitos yang harus anda ketahui dari Penyakit Osteoporosis

Apakah anda takut ketika mendengar kehilangan tulang dan Osteoporosis? Tentu tidak ada yang perlu ditakutkan lagi sekarang! Ketakutan itu terjadi, karena sebagian kesehatan yang kalian ketahui sebenarnya adalah mitos. Sedangkan pada kenyataannya banyak cara yang dapat anda lakukan untuk membangun kepadatan tulang, mencegah Osteoporosis dan mengurangi risiko patah tulang. Berikut ini adalah mitos dari Osteoporosis yang harus kamu ketahui.

Mitos 1 : Kekurangan Kalsium dapat menyebabkan Osteoporosis

Ini adalah mitos pertama yang tidak perlu kamu percaya. Kalsium memang penting untuk tubuh, namun kekurangan kalsium bukan berarti anda akan mengalami Osteoporosis. Mengkonsumsi jumlah tinggi kalsium dapat meningkatkan kesehatan tulang, itu adalah pernyataan yang salah. Karena faktanya adalah manusia memerlukan 19 tambahan nutrisi untuk melindungi tulang, bukan hanya kalsium saja. Jika dalam tubuh manusia terlalu banyak kalsium, hal tersebut justru akan mendatangkan penyakit pada tubuh anda. Sebagai contoh, tanpa cukup vitamin D, tubuh anda hanya menyerap sekitar 10-15% dari kalsium, tetapi ketika anda mengambil cukup vitamin D, tingkat penyerapan melompat ke 30-40%. Nutrisi penting lainnya bagi kesehatan tulang adalah vitamin K, magnesium dan strontium.

Mitos 2 : Faktor usia dapat menyebabkan Osteoporosis

Penyataan ini tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua orangtua mengalami Osteoporosis ketika umur mereka memasuki usia lanjut.  Puncak massa tulang pada usia 25 atau 30 dan mulai menurun pada usia 40, menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons. Ketika usia anda , kalsium tulang dan mineral lainnya menurun. Tulang terlihat seperti sarang lebah, dan lubang tumbuh sebagai tulang hilang. Tapi membangun tulang yang kuat sejak dini dapat membantu mengurangi risiko Osteoporosis. Untuk membantu membangun tulang yang kuat, mendapatkan banyak kalsium dan vitamin D , melakukan latihan menahan beban, dan menghindari kelebihan alkohol dan merokok, kata Shireen Fatemi, MD , seorang ahli endokrinologi di Kaiser Permanente di Panorama City, California.

Mitos 3 : Wanita paling umum menderita Osteoporosis

Apakah benar, bahwa wanita lebih umum terkena Osteoporosis? Meski memang benar, bahwa wanita lebih berisiko untuk terkena Osteoporosis. Namun, sebenarnya laki-laki juga sangat berisiko untuk terkena Osteoporosis. Wanita akan mengalami Osteoporosis jika mereka memiliki kekurangan hormon esterogen dalam tubuhnya setelah mereka menopause, namun hal itu tidak berlaku bagi wanita yang memiliki cukup hormon esterogen dalam tubuhnya meski telah mengalami menopause.

Mitos 4 : Olahraga dapat menyembuhkan Osteorporosis

Justru sebaliknya, sesuatu yang dianggap baik untuk tubuh ternyata belum tentu dianggap baik pula oleh tubuh kita. Melakukan latihan justru akan meningkatkan risiko anda untuk terkena Osteopororsis. Untuk seseorang yang memiliki berat badan yang berlebih, latihan mungkin akan memberikan sedikit manfaat, tetapi untuk anda yang sudah memiliki tubuh ramping sebaiknya anda berfokus dengan bagaimana cara menjaga kepadatan tulang anda agar tetap kuat dan sehat.

Mitos 5 : Osteoporosis adalah penyakit yang tidak Umum

Fraktur Osteoporosis bervariasi di seluruh dunia, namun yang tertinggi adalah Amerika serikat. Sangat jelas sekali bahwa faktor gaya hidup tertentu dapat menjadi hal yang utama paling buruk untuk tulang. Diperkirakan 10,2 juta lebih, orang dewasa di Amerika serikat yang memiliki usia diatas 49 tahun mengalami Osteoporosis, dan sekitar 43.400.000 lebih memiliki kepadatan tulang yang rendah, yang menempatkan mereka pada risiko Osteoporosis. Satu dari enam wanita Kaukasia akan mengalami patah tulang pinggul dalam hidup mereka. Dan 35 persen wanita Afrika Amerika lebih dari 50 memiliki massa tulang yang rendah dan akan lebih dulu untuk Osteoporosis.

Mitos 6 : Osteoporosis akan berakibat fatal jika tidak diobati

Tidak pernah ada kata terlambat untuk anda bisa melakukan pencegahan atau bahkan menghentikan Osteoporosis. Perubahan gaya hidup dapat menyembuhkan anda dari penyakit Osteoporosis. Tidak ada penyakit yang tidak memiliki obat. Berhenti merokok dan berhenti mengkonsumsi alkohol dapat membantu anda untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Berikut diatas adalah mitos dari penyakit Osteoporosis yang perlu anda ketahui. Jangan terlalu mempercayai informasi yang berasal dari mulut ke mulut, akan lebih baik jika anda mencari sendiri informasi seputar kesehatan yang anda alami. Mengetahui Gejala dan Penyebab Osteoporosis mungkin akan bermanfaat untuk anda sehingga anda dapat mencegah penyakit tersebut datang pada tulang anda. Sebenarnya, kebanyakan orang mengalami patah tulang bukan karena faktor usia melainkan karena mereka pernah terjatuh. Jika ada yang mengatakan bahwa tidak ada obat untuk mengatasi Osteoporosis, itu sangat salah besar karena banyak sekali obat Osteoporosis yang bisa kamu dapatkan. Herbal atau konsultasi dengan dokter, itu anda sendiri yang harus menentukannya. Namun, yang pasti anda akan memilih obat terbaik untuk kesehatan tubuh tanpa harus ada efek samping yang berdampak pada bagian tubuh yang lainnya. Selain ada obat-obatan, anda juga bisa mengkonsumsi makanan terbaik untuk menjaga kepadatan tulang serta anda juga bisa mencoba cara membangun kepadatan tulang agar terhindar dari Osteoporosis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *