Pengaruh besar dari Infeksi terhadap Kesehatan Pasca Aborsi

Ketika aborsi di Amerika serikat dilegakan, banyak wanita yang memilih untuk melakukan aborsi karena tidak menginginkan anak yang ada di dalam rahimnya. Sama seperti operasi medis yang lainnya bahwa aborsi juga memiliki risiko untuk terkena infeksi. Jika aborsi yang di lakukan di tempat medis yang tepat dan oleh petugas medis yang berkualitas, mungkin operasi aborsi yang dilakukan tidak akan berdampak terlalu serius.

Namun, di Indonesia aborsi telah diatur dengan Undang Undang tentang kesehatan tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Aborsi tidak diizinkan, kecuali dengan alasan kedaruratan medis ibu dan bayi serta bagi korban pemerkosaan. Selain aborsi itu dilarang di Indonesia, aborsi juga memiliki pengaruh besar akibat dari infeksi yang dihasilkan setelah anda melakukan aborsi.

Tanda-tanda Infeksi Pasca Aborsi

Meski infeksi yang di hasilkan cukup rendah, namun hal ini tetap saja membahayakan jiwa. Berikut ini adalah tanda-tanda dari infeksi yang anda rasakan setelah anda melakukan aborsi.

1. Pendarahan

Setelah anda melakukan aborsi mungkin hal pertama yang terjadi adalah pendarahan yang begitu banyak. Pendarahan dalam jumlah yang sama dengan menstruasi normal dan akan berlangsung selama 14 hari setelah anda melakukan aborsi. Tetapi jika aborsi yang dilakukan dengan tindakan medis yang benar dan sesuai dengan prosedur mungkin anda hanya akan mengalami pendarahan pada saat melakukan aborsi.

2. Suhu tubuh

Indikator lain yang akan terjadi pada tubuh anda pasca aborsi adalah suhu tubuh anda. Jika suhu tubuh anda berada di atas 120 derajat fahrenheit biasanya anda akan mengalami demam setelah melakukan aborsi dan sudah di pastikan bahwa anda mengalami infeksi dari aborsi.

3. Mengalami kram

Jika anda mengalami infeksi setelah melakukan aborsi maka anda akan mengalami kram dan kram yang terjadi setelah aborsi jauh lebih menyakitkan dibandingkan dengan kram yang umumnya terjadi. Selain itu anda juga akan mengalami nyeri yang luar biasa ketika anda mengalami masa menstruasi meski anda telah mengkonsumsi obat pereda nyeri.

4. Mual dan menggigil

Pada saat anda memutuskan untuk melakukan aborsi, maka setelah aborsi dilakukan anda harus siap dengan risiko yang ada di depan mata, seperti mual dan menggigil. Mungkin anda akan mengalaminya setelah anda melakukan aborsi.

Infeksi yang terjadi Pasca Aborsi

Jika aborsi yang dilakukan dengan cara yang salah mungkin banyak infeksi yang terjadi pada tubuh anda. Berikut ini adalah infeksi yang dihasilkan dari aborsi.

  • Infeksi Endometritis

Jenis infeksi yang paling umum pasca melakukan aborsi adalah infeksi endometritis. Ini adalah peradangan yang terjadi pada bagian endometrium yang merupakan lapisan dalam rahim. Selain itu, kandung kemih, vagina dan bagian reproduksi lainnya juga dapat mengalami infeksi. Meskipun endometritis bukanlah hal yang mengancam kehidupan namun jika terjadi pada wanita maka dapat menyebabkan kemandulan dan akan mengalami komplikasi yang lebih serius pada sistem reproduksi lainnya.

  • Infeksi Radang Panggul

Hal ini terjadi ketika bakteri menemukan jalan menuju ke dalam rahim. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi rahim, saluran tuba dan ovarium. Infeksi ini terjadi karena di sebabkan oleh alat yang tidak steril yang dilakukan pasca operasi aborsi. Infeksi radang panggul ini merupakan infeksi yang sangat serius dan dapat menjadi penyebab kematian seorang wanita.

  • Terdapat sisa janin di dalam tubuh

Seorang wanita juga akan mengalami infeksi jika di dalam tubuhnya masih terdapat sisa janin. Sisa janin yang tertinggal di dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi aborsi dan menyebabkan kematian. Aborsi yang tidak lengkap dapat di deteksi dengan rasa sakit yang parah dan terjadi di dalam perut. Setelah anda mengalami rasa sakit anda juga akan mengalami pendarahan tiga minggu setelah anda melakukan aborsi.

Cara merawat diri untuk mencegah Infeksi

Infeksi setelah aborsi memang jarang terjadi, namun bukan berarti anda tidak merawat kesehatan tubuh anda. Karena infeksi yang terjadi setelah aborsi dapat menimbulkan efek samping, risiko dan komplikasi dari aborsi. Hal-hal tersebut merupakan hal yang sangat serius jika terjadi pada anda, berikut adalah cara untuk merawat diri sehingga anda bisa terhindar dari infeksi.

1. Menjaga vagina

Ketika anda sudah melakukan aborsi, leher rahim anda akan terbuka dan bisa melukai anda dengan lebih mudah. Oleh sebab itu, disarankan anda untuk tidak melakukan hubungan seksual jika anda sudah melakukan aborsi karena dapat menyebabkan infeksi, anda juga harus berhati-hati dengan pembalut yang anda gunakan pasca aborsi. Jika anda tidak bisa merawat vagina anda dengan baik maka akan banyak gangguan yang terdapat pada sistem reproduksi anda.

2. Hindari Narkoba

Alkohol dan obat-obatan yang mungkin sering anda konsumsi, sebaiknya harus anda hindari setelah anda melakukan aborsi. Di Indonesia meskipun tidak melakukan aborsi hal tersebut memang sudah dilarang jadi sebaiknya anda tidak melakukan hal tersebut agar diri anda bisa terbebas dari berbagai penyakit dan infeksi pada tubuh anda.

Selain alkohol dan obat-obatan anda juga harus menghindari kafein. Namun, kafein tidak berbahaya jika dikonsumsi dengan jumlah yang sedikit.

3. Merawat diri sendiri

Setelah anda melakukan aborsi anda mungkin harus beristirahat. Merawat diri sendiri merupakan hal yang terpenting untuk kesehatan tubuh anda. Sebaiknya anda menghindari aktivitas berat setelah anda melakukan aborsi apalagi jika anda mengalami nyeri, anda harus segera menghentikan aktivitas yang sedang anda kerjakan.

Karena jika anda tetap melanjutkan aktivitas dengan keadaan rasa nyeri pada perut anda, kemungkinan besar anda akan mengalami kelemahan dalam sistem tubuh anda. Hal tersebut akan sulit untuk di pulihkan jika terjadi pada tubuh anda.

4. Memilih makanan yang baik

Setelah melakukan aborsi tubuh anda akan memerlukan nutrisi yang baik untuk memulihkan tubuh. Hal ini akan memiliki dampak yang sangat baik secara keseluruhan. Asupan makanan yang bergizi dan seimbang sangat penting untuk pemulihan tubuh dan untuk menghindari risiko terkait dengan anemia dan osteoporosis.

Sayuran dan buah merupakan sumber vitamin yang utama untuk tubuh anda selain itu sayuran dan buah adalah sumber utama dari nutrisi yang sangat di perlukan oleh tubuh anda agar anda bisa pulih lebih cepat pasca melakukan aborsi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *