Pengertian Dan Penyebab Infertilitas (Kemandulan)

Setiap pasangan yang sudah menikah sudah pasti menginginkan kehadiran anak dalam kehidupan mereka. Anak merupakan karunia terbesar dari tuhan dimana ia merupakan amanah yang harus kita jaga dan didik. Namun dalam kehidupan, faktanya semua tidak bisa berjalan dengan lancar meski sudah direncanakan. Terkadang selalu banyak rintangan yang harus dihadapi untuk mencapai sebuah tujuan.

Seperti yang kita ketahui bahwa kemandulan atau yang dalam bahasa medis disebut Infertilitas merupakan ketidak suburan atau ketidakmampuan seseorang menghasilkan keturunan. Kemandulan tidak terjadi kepada kaum perempuan saja, karena sebanyak 40% kaum pria juga mengalami kemandulan akibat dari kualitas sel sperma yang buruk. Tetapi bukan itu yang akan dibahas, karena kali ini saya akan membahas mengenai kemandulan yang terjadi pada wanita.

“Infertilitas tidak semata-mata terjadi karena adanya kelainan pada wanita saja. Hasil penelitian membuktikan bahwa suami menyumbang 25-40% dari angka kejadian infertil, istri 40-55%, keduanya 10%, dan idiopatik 10%. Hal ini dapat menghapus anggapan, bahwa infertilitas terjadi murni karena kesalahan dari pihak wanita/istri”

Infertilitas terbagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  • Infertilitas primer : Jika pasangan sudah menikah belum di karuniai anak selama 1 tahun meskipun tidak menggunakan alat kontrasespi apapun.
  • Infertilitas sekunder : Jika pasangan menikah sudah memiliki anak, namun pasangan tersebut tidak memiliki anak lagi setelah 1 tahun.

“Menurut hasil survei, sebanyak 60% – 70% pasangan yang telah menikah akan memiliki anak pada tahun pertama pernikahan mereka. Sebanyak 20% akan memiliki anak pada tahun ke-2 dari usia pernikahannya. Sebanyak 10% – 20% sisanya akan memiliki anak pada tahun ke-3 atau lebih atau tidak pernah memiliki anak”

Faktor Penyebab Infertilitas

Saat sel sperma yang baik menuju sel telur wanita, maka akan terjadi pembuahan dimana sel sperma akan berkembang di dalam sel telur wanita. Hal ini nantinya akan berkembang menjadi zigot, embrio kemudian seiring berjalannya waktu akan membentuk sebuah janin yang jika sudah keluar disebut dengan bayi. Ada banyak faktor yang menyebabkan wanita mengalami ketidaksuburan, berikut adalah beberapa faktornya :

  • Merokok – kebiasaan ini akan tidak hanya meningkatkan risiko keguguran atau kehamilan ektopik, tapi juga berakibat pada kemandulan. Zat berbahaya yang terdapat pada rokok bisa memicu penuaan indung telur. Penuaan yang lebih cepat dari umur yang seharusnya akan memicu kemandulan. Sedangkan pada pria ini akan berdampak pada kualitas sel sperma.
  • Alkohol – minuman yang tidak layak konsumsi ini juga dapat meningkatkan gangguan ovulasi atau endometriosis.
  • Usia – saat kita sudah berumur, bahkan sel dan organ tubuh kita sudah mengalami penurunan fungsi. Wanita akan mengalami penurunan kesuburan saat mencapai usia 35 tahun, sedangkan menopause umumnya terjadi jika wanita sudah mengalami usia sekitar 40 tahun.
  • Berat badan – proses ovulasi akan menjadi lancar, jika berat badan kita ideal. Berat badan yang ideal yaitu tidak gemuk, tidak juga terlalu kurus.
  • Gangguan ovulasi – yaitu gangguan terjadinya menstruasi pada wanita sehingga proses ovulasi tidak lancar.
  • Penyakit – sering kali penyakit menyerang pada apa saja termasuk rahim dan jaringannya. Penyakit yang bisa mengganggu kesuburan wanita adalah miom, kista, kanker, tumor, gonorhea, radang panggul, dsb.
  • Operasi – jika sebelumnya anda pernah menjalani operasi di bagian rahim dan atau sekitarnya, maka hal itu mungkin bisa mengganggu kesuburan anda. Jaringan parut atau bekas luka setelah operasi bisa menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi anda.
  • Genetik – hal ini terjadi jika sejak lahir ada kelainan pada formasi organ reproduksi atau kekurangan jaringan pada organ reproduksi anda, sehingga mengakibatkan anda mengalami kegugran yang berulan atau tidak bisa hamil.
  • Gangguan hormon – seperti kekurangan atau kelebihan hormon estrogen atau hormon progesteron yang mempengaruhi proses ovulasi. Atau kelebihan hormon androgen pada penderita PCOS.
  • Gangguan tiroid – yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu di bagian bawah leher, atau juga dikenal dengan kelenjar gondok. Kelenjar ini berfungsi sangat penting dalam proses metabolisme. Gangguan tersebut bisa karena kelebihan (hipertiroid) dan kekurangan (hipotiroid) sehingga dapat menghambat ovulasi.
  • Obat – obatan – efek samping obat juga bisa berpengaruh pada tingkat kesuburan seseorang. Obat keras yang terbuat dari bahan kimia tidak mungkin tidak memiliki efek samping. Obat tersebut biasanya akan kita gunakan untuk mengatasi beberapa penyakit tertentu seperti obat anti-inflamasi nonstreoid (OAINS), neuroleptik atau obat antipsikotik, spironolakton, obat yang digunakan untuk pengobatan kemoterapi, dan obat – obatan terlarang (narkoba).
  • Gaya hidup – faktor ini juga sangat penting. Stress, kurang berolahraga dan terlalu banyak mengkonsumsi junk food, fastfood, dan kolesterol dapat mempengaruhi tingkat kesuburan anda. Selain itu, makanan tersebut juga bisa mengandung bahan kimia yang tidak baik bagi tubuh.

Setelah mengetahui hal tersebut, ada baiknya jika anda memeriksakan diri dan pasangan untuk mengetahui tingkat kesuburan masing-masing. Hal ini juga perlu dilakukan sebagai bagian perencanaan yang matang untuk mempunyai anak.

Selain anda bisa konsultasi dengan dokter kandungan, solusi lainnya yang lebih efektif bisa anda dapatkan dari Ovary Nutrition Capsule yang merupakan solusi alami untuk mengatasi kemandulan bertahun-tahun. Dengan cara tersebut anda bisa mempercepat kehamilan yang sudah lama anda dan pasangan tunggu tanpa harus menyita waktu dan tenaga. Semoga informasinya bermanfaat, Terimakasih telah berkunjung ke website kami 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *