Pengobatan kanker ovarium dengan kemoterapi

Ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Perempuan memiliki dua ovarium, dan masing-masing dari ovarium tersebut memiliki tempat di setiap sisi rahim. Setiap ovarium memiliki ukuran dan bentuk sebesar almond.

Ovarium menghasilkan dan menyimpan telur wanita. Selama ovulasi, ovarium melepaskan telur. Jika telur dibuahi oleh sperma, maka kehamilan bisa terjadi. Ovarium juga membuat hormon estrogen dan progesteron pada wanita.

Ketika seorang wanita melewati menopause , ovarium berhenti dan membuat hormon-hormon dalam tubuh anda melepaskan telur. Orang yang terkena penyakit kanker ovarium biasanya akan dianjurkan untuk melakukan kemoterapi.

KEMOTERAPI

Ada berbagai jenis kemoterapi yang bisa anda lakukan untuk mengatasi penyakit kanker ovarium yang anda derita. Tergantung dengan jenis kanker ovarium dan panggul serta sejauh mana penyakit tersebut menyebar dalam tubuh. Kemoterapi atau “kemo” adalah penggunaan satu obat atau biasanya, sebuah kombinasi obat untuk membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh. Kemoterapi memperlakukan seluruh tubuh bukan hanya satu bagian tubuh saja.

  • Kemoterapi sering digunakan sebagai pengobatan untuk kanker ovarium baik sebelum atau setelah operasi .
  • Diberikan sebelum operasi (neoadjuvant kemoterapi), kemoterapi mengurangi ukuran tumor.
  • Setelah operasi (adjuvant kemoterapi), kemoterapi digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Menurut The Society of Gynecologic Oncology kanada mengatakan bahwa kanker pada ovarium sekarang dikenal terdiri dari setidaknya lima penyakit yang berbeda. Pengobatan tergantung pada sejumlah faktor termasuk jenis tumor (histologi), beban penyakit (panggung dan jumlah kanker), kesehatan fisik dan perbedaan genetik. Pengobatan umumnya melibatkan baik kemoterapi dan operasi, urutan yang didasarkan pada situasi klinis secara keseluruhan dan individual untuk mendapatkan perawatan pribadi yang optimal.

Efek samping Kemoterapi

  • Mual
  • Muntah
  • Jumlah darah menjadi rendah
  • Kelelahan (mudah lelah)
  • Rambut rontok

Efek samping tersebut akan hilang jika anda berhenti untuk melakukan kemoterapi, namun akan memakan waktu yang lama. Obat kemoterapi akan di suntikan ke dalam vena sehingga obat tersebut akan beredar melalui aliran darah. Kemoterapi IP biasanya akan di lakukan bagi mereka yang sudah mengalami kanker ovarium dalam stadium 3 sampai 4 dan obat-obatan nya juga langsung di masukan ke dalam perut melalui tabung plastik.

Obat kemoterapi untuk kanker ovarium

Carboplatin dan paclitaxel (Taxol) adalah obat kemoterapi yang sering digunakan untuk mengobati kanker ovarium. Obat-obatan tersebut diberikan ke pembuluh darah melalui infus. Kemoterapi biasanya dilakukan setiap 3 minggu sekali. Setiap pengobatan diikuti dengan periode istirahat untuk memungkinkan anda agar pulih dari efek samping terlebih dahulu. Dibutuhkan 3 sampai 4 jam untuk masing-masing perawatan pada pasien. Untuk anda yang pertama kali kemoterapi mungkin akan menjalani kemoterapi lebih dari 24 jam. Dalam hal ini anda akan tinggal di rumah sakit dalam waktu satu malam.

Meski anda sudah melakukan kemoterapi biasanya kanker tersebut akan kembali lagi dan bersarang pada tubuh anda, hal ini biasanya di sebut dengan kanker ovarium berulang. Kanker ovarium berulang ini terjadi karena pengobatan atau kemoterapi yang sebelumnya di jalani tidak menimbulkan reaksi apapun sehingga memicu terjadinya kanker ovarium secara berulang.

Dampak dari penyakit kanker Ovarium

Jika anda memiliki riwayat penyakit kanker ovarium, maka akan ada dampak yang di timbulkan dari penyakit tersebut. Kanker ovarium akan berdampak pada kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kehamilan, kemandulan, serta penyakit lain yang berhubungan dengan sistem reproduksi lainnya. Jika anda sudah mengalami berbagai gangguan pada sistem reproduksi maka anda akan lebih rentan juga dengan penyakit kewanitaan. Berikut adalah penyakit yang timbul akibat kanker ovarium.

1. Terjadinya Kanker serviks

Kanker ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut human papillomavirus (HPV). HPV menyebar melalui kontak seksual. Tubuh perempuan adalah tubuh yang paling mampu melawan infeksi ini. Tapi kadang-kadang virus menyebabkan kanker. Anda berisiko tinggi terkena kanker serviks jika anda merokok, memiliki banyak anak, memiliki banyak pasangan seks, menggunakan pil KB untuk waktu yang lama, atau memiliki infeksi HIV.

Rokok adalah penyebab utama dari berbagai penyakit kanker yang terjadi pada sistem reproduksi wanita. Jika kalian seorang perempuan yang suka merokok, sebaiknya hindari atau berhenti dari kebiasaan buruk tersebut, karena pengaruh buruk dari rokok akan sangat merugikan kesehatan, khususnya untuk kalian para wanita.

2. Terjadinya Kanker Endometrium

Meskipun penyebab pasti dari kanker endometrium tidak diketahui, peningkatan kadar estrogen tampaknya memiliki peran. Estrogen membantu merangsang penumpukan lapisan rahim. Jika anda memiliki riwayat penyakit kanker ovarium, tentu anda akan memiiliki penyakit kanker endometrium karena kedua penyakit kanker ini sama-sama terjadi pada sistem reproduksi wanita.

3. Dampak psikologis

Ketika anda di diagnosis untuk kanker ovarium, tentu anda akan memiliki dampak negatif. Seperti tidak stabil nya emosi (mudah marah). Beberapa wanita yang di diagnosis memiliki kanker ovarium akan mendapatkan rasa tidak percaya diri, kebingungan bahkan mati rasa. Diagnosis dapat sangat menakutkan ketika tidak jelas apa yang akan terjadi. Perempuan mungkin tidak tahu orang lain dengan kanker ovarium dan bisa merasa terisolasi.

4. Kehamilan berisiko

Ketika dokter memberitahukan bahwa anda terkena penyakit kanker ovarium, maka saat itu juga kehamilan anda akan terancam. Karena kanker ovarium dapat mempengaruhi kehamilan pada perempuan. Agar anda lebih faham ada baiknya jika anda mengetahui faktor risiko yang dapat mempengaruhi kehamilan anda. Jika anda sudah mengetahui faktor apa saja yang akan membuat kehamilan anda berisiko, tentu anda juga pasti akan lebih waspada dan akan menjaga kehamilan anda agar tetap dalam keadaan yang sehat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *