Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah termasuk jantung, arteri, vena dan kapiler, juga dikenal sebagai sistem kardiovaskular yang merupakan jaringan pembawa oksigen dan nutrisi ke tubuh. Hal tersebut juga berlaku untuk mengangkut kotoran-kotoran ke ginjal, hati, paru-paru agar dapat dikeluarkan dari dalam tubuh.

Sel, hormon dan bahan kimia penting lainnya yang terdapat dalam tubuh yang disampaikan dari satu jaringan ke jaringan yang lainnya melalui sistem peredaran darah. Lalu apa yang menyebabkan rusaknya sistem peredaran darah? Jantung dan masalah peredaran lainnya adalah penyebab utama dari kecacatan dan kematian yang terjadi. Berikut ini adalah berbagai penyakit yang terdapat pada sistem peredaran darah.

Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling umum dari gangguan sistem peredaran darah. Sekitar 1 dari 3 orang dewasa memiliki penyakit hipertensi. Kebanyakan orang lebih banyak mengalami tekanan darah tinggi primer yang artinya hipertensi tersebut disebabkan oleh penyakit yang lain.

Meski tekanan darah tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi jika hipertensi tidak diobati maka dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan stroke. Risiko hipertensi akan lebih meningkat dan lebih berisiko jika anda mengalami penambahan usia.

Faktor risiko lainnya yang dapat mengembangkan hipertensi adalah kelebihan berat badan atau obesitas, diet tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik secara teratur, terlalu banyak konsumsi alkohol, dan memiliki riwayat keluarga dengan darah tinggi.

Cacat bawaan

Sebuah cacat jantung bawaan menjelaskan kelainan dalam pembentukan satu atau lebih bagian dari sistem peredaran darah. Beberapa kelainan yang lebih umum adalah ringan dan sering tidak memerlukan pengobatan.

Sebagai contoh, sebuah lubang kecil di dinding yang memisahkan ruang jantung dikenal sebagai cacat atrium dan ventrikel septal yang sering menutup dengan sendirinya. Tetapi bagaimana pun cacat jantung bawaan tetap memerlukan pembedahan pada awal kehidupan.

Jenis lain dari cacat bawaan sistem peredaran darah adalah ArterioVenous Malformation atau (AVM). ArterioVenous Malformation adalah jalinan pembuluh darah yang melibatkan hubungan tidak normal antara arteri dan sirkulasi di vena. AVMs yang terbentuk di otak atau sumsum tulang belakang dapat mengakibatkan terjadinya masalah yang parah bahkan sampai menyebabkan kematian.

Beberapa kelainan genetika juga dapat menyebabkan risiko lebih tinggi pada cacat jantung bawaan seperti sindrom Down. Namun, informasi ini sering terjadi secara spontan tanpa menimbulkan gejala apa pun termasuk genetika dan lingkungan yang di identifikasi.

Aneurisma

Aneurisma merupakan penyakit yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah yang menyebabkan timbulnya suatu tonjolan seperti balon. Penyakit aneurisma ini akan berkembang dan tumbuh kemudian pecah seiring dengan berjalannya waktu.

Sama seperti hipertensi, aneurisma sendiri ini juga bisa dimiliki siapa pun tanpa menimbulkan suatu gejala. Aorta arteri yang paling besar dalam tubuh kita adalah salah satu yang paling umum untuk pembentukan aneurisma. Ada dua jenis aneurisma aorta yang paling umum dan sering terjadi pada manusia.

  • Pertama. Thoracic Aortic Aneurysm. Anda dapat menemukan pembentukan aneurisma di bagian dada anda. Gejala dan tanda-tanda yang ditimbulkan dari penyakit ini meliputi nyeri di dada atau punggung, mengalami kesulitan bernapas atau menelan, sesak napas, batuk hingga suara serak. Penyebab dari aneurisma toraks ini adalah tekanan darah tinggi, infeksi, adanya penumpukan plak di arteri (aterosklerosis), koleseterol tinggi dan cedera traumatis secara tiba-tiba.
  • Kedua. Aneurisma Aorta Abdominal. Hal ini dapat terjadi di bagian dari aorta yang melewati perut anda. Gejala dan tanda-tanda yang di timbulkan dari aneurisma aorta abnominal ini adalah mengalami sakit di punggung, rasa sakit yang mendalam dibagian sisi perut dan sebuah sensasi berdenyut di sekitar pusar anda. Penyakit ini sebabkan oleh pengerasan arteri, merokok, tekanan darah tinggi serta predisposisi genetik.

Dari kedua jenis yang paling umum tersebut, aneurisma yang sering terjadi adalah aneurisma aorta yang terjadi di perut, dan beberapa terjadi di dada. Sebuah aneurisma yang pecah merupakan keadaan medis yang sangat mengancam jiwa.

Otak adalah bagian tubuh lain  yang sering mengalami penyakit aneurisma. Aneurisma yang menyerang otak biasanya disebut dengan aneurisma otak, dan biasanya aneurisma otak yang pecah dapat berkembang menjadi penyakit stroke yang bisa berakibat fatal.

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah suatu pengerasan pembuluh darah yang terjadi akibat adanya penumpukan plak dibagian sepanjang dinding arteri terbesar dalam tubuh. Plak yang terbentuk di sepanjang dinding arteri tersebut meliputi jaringan ikat, sel-sel inflamasi, kalsium dan lemak tertentu.

Penyakit ini juga memiliki sifat yang sama seperti penyakit peredaran darah yang lainnya. Ya, berkembang dengan berjalannya waktu tanpa menimbulkan gejala apa pun sampai pada akhirnya aliran darah dan pengiriman oksigen menuju daerah-daerah yang kritis akan berkurang.

Mayoritas serangan jantung dan stroke merupakan tanggung jawab besar dari ateroklerosis. Penyebab dari timbulnya penyakit ini adalah karena adanya kebiasaan merokok, memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, kadar lemak yang tumbuh secara tidak normal serta penyakit diabetes. Anda dapat mencari cara supaya bisa meningkatkan sirkulasi darah anda agar anda dapat menghindari penyakit ini.

Gangguan Trombotik

Pengembangan pembekuan darah secara spontan merupakan masalah umum dari gangguan peredaran darah. Meski pembentukan dari pembekuan darah ini dapat menyelamatkan jiwa ketika terjadi cedera, tetapi bahaya terbesar dengan gumpalan yang spontan dapat menyebabkan hilangnya pasokan darah menuju ke organ vital. Pembekuan darah ini dapat terjadi disetiap pembuluh darah. Tetapi ada dua macam gangguan trombotik yang sering dan paling umum terjadi seperti berikut ini.

Deep vein throombosis (DVT)

  • Gumpalan darah bisa terbentuk di dalam pembuluh darah dalam, paling sering di kaki dan pangkal paha, dan dapat memblokir aliran darah normal kembali dari kaki ke jantung.
  • Gumpalan vena yang terbentuk di daerah lambat untuk aliran moderat terdiri dari campuran sel darah merah, trombosit, dan fibrin yang dikenal sebagai campuran fibrin trombi platelet.
  • Trombosis vena sebagian oklusi dari vena dalam di kaki atau perut yang dapat terjadi dengan gejala halus atau bahkan terkadang tidak menimbulkan gejala sampai sirkulasi kolateral telah berkembang secara signifikan.

Pulmonary Embolism (PE)

  • Pulmonary Embolism adalah hasil dari sebagian atau keseluruhan gumpalan darah yang terlepas dan dibawa oleh aliran darah ke paru-paru di mana hal tersebut dapat menghalangi pembuluh darah.
  • Ukuran bekuan dari obstruksi aliran darah menentukan keparahan dari emboli paru.
  • Proksimal trombosis vena lebih cenderung mengarah pada PE yang fatal dibandingkan dengan trombosis vena betis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *