Penyebab Dan Dampak Sindroma Ovarium Polikistik

Tahukah anda apa itu sindroma ovarium polikistik ? Wanita memproduksi hormon – hormon yang berbeda dengan laki – laki, dalam tubuh wanita terdapat dua hormon yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk menyuburkan rahim, seperti hormon estrogen dan progesteron. Namun penderita sindroma ovarium polikistik tidak memiliki hormon itu sama sekali, mengapa ? berikut penjelasannya.

Sindroma ovarium polikistik (Polycystic Ovary Syndrome, disingkat PCOS) adalah gangguan hormon dimana wanita memproduksi hormon androgen (hormon laki – laki ) secara berlebihan, akibatnya wanita yang mengalami ini akan mendapati wajah mereka berminyak dan pertumbuhan rambut meningkat terutama di wajah (kumis) kaki dan tangan (seperti laki – laki normal pada umumnya). Wanita dengan kondisi ini akan sangat berpengaruh pada kesuburannya karena kekurangannya hormon estrogen dan progesteron. Jika terus saja dibiarkan ini akan berakibat fatal dan mempengaruhi kesehatan penderitannya.

Penderita PCOS juga cenderung mengidap kista, mengapa ? karena ketika proses menstruasi, kantung folikel akan terbuka untuk menangkap sel telur dan di lepaskan jika sudah matang. Namun jika wanita PCOS mengalami kadar hormon androgen berlebih, hormon itu akan mencegah pelepasan sel telur, akibatnya sel telur tersebut tidak akan di lepaskan setiap bulannya. Artinya sel telur tersebut terperangkap di dalam kantung folikel dan menumpuk menjadi cairan kista.

Apa Saja Gejala Sindroma Ovarium Polikistik ?

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan, biasanya di wajah (kumis/brewok) kaki, tangan, dada seperti bulu pada tubuh pria dewasa normal. Hal ini karena kadar hormon androgen yang tinggi menyebabkan pertumbuhan rambut di area tubuh tidak terkontrol.
  • Kulit berminyak atau berjerawat, ini karena adanya peningkatan hormon libido pada pria sehingga menyebabkan penderitanya mengalami libido lebih tinggi di banding dengan wanita normal lainnya.
  • Depresi, kekurangan hormon progesteron akan menyebabkan seseorang depresei seperti wanita menstruasi yang mengharuskan hormon progesteron berkurang untuk pelepasan sel telur dari induk telur.
  • Masalah gangguan pernafasan saat tidur (mendengkur / apnea)
  • Nyeri panggul kronis (nyeri perut bagian bawah dan panggul), ini bisa disebabkan karena adanya kista di dalam rahim wanita penderita PCOS.
  • Tekanan darah tinggi seringkali ditemukan pada penderita PCOS,  selain itu diabetes, sindrom metabolik, perlemakan hati non-alkoholik, dan meningkatnya kadar kolesterol pada darah.
  • Kesulitan untuk hamil (infertilitas), kekurangan hormon progesteron menyebabkan wanita penderita PCOS mengalami amenore, hal inilah yang menyebabkan wanita tersebut sulit hamil atau bahkan keguguran.
  • Memiliki sel telur dengan jumlah yang banyak, hal ini bisa diketahui dengan tes darah ataupun ultrasound.
  • Rambut kepala rontok atau menipis, pada kasusnya penderita PCOS memang memiliki pertumbuhan rambut di area tubuhnya, namun rambut di kepalanya akan menipis karena rontok bahkan menjadi botak.
  • Berat badan bertambah, bukan tentang lemak saja hal yang juga perlu di perhatikan adalah kekurangan hormon wanita yang drastis juga bisa membuat berat badan bertambah. Bahkan dengan diet untuk menurunkan berat badan saja sangat sulit dilakukan untuk penderita PCOS.
  • Menstruasi tidak teratur (amenore), dalam setahun frekuensi menstruasi lebih sedikit, atau jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi lebih banyak. Bahkan dalam beberapa kasusnya penderita PCOS tidak mengalami menstruasi di usia yang sudah menginjak 20 tahun.

Apa Yang Menjadi Penyebab Sindroma Ovarium Polikistik ?

Penyebab utamanya adalah gangguan hormon, yaitu berkurangnya hormon wanita dan meningkatnya hormon laki – laki pada wanita. Namun ada beberapa hal yang lain yang dapat memicu terjadinya gangguan hormon tersebut, berikut adalah penyebabnya :

  • Resistensi terhadap insulin, adalah kondisi di mana insulin yaitu hormon yang disekresi oleh pankreas untuk mengontrol level gula darah dalam tubuh tidak lagi bekerja dengan semestinya. Pada sebagian orang, sel-selnya tidak merespon insulin dengan baik, hampir semua orang yang mengalami kegemukan akan mengalami resistensi insulin, yang kemudian bisa mengarah pada penyakit diabetes, kardiovaskuler, hipertensi, dan kemandulan (polycystic ovarial syndrome).
  • Ketidakseimbangan hormon. Hal ini disebabkan antara lain karena naiknya kadar testosteron (hormon yang dominan pada tubuh pria), naiknya hormon lutein (kadar yang tinggi malah menganggu kerja ovarium), turunnya kadar globulin pengikat-hormon seksual (SHBG) sehingga aktivitas testosteron meningkat di dalam tubuh, dan naiknya hormon prolaktin (hormon yang memicu produksi air susu).
  • Faktor keturunan, jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk terkena PCOS. Terutama ibu atau nenek sebagai pembawa mutasi gen tersebut.
  • Kista rahim, terjadi karena adanya penyimpangan produksi hormon seksual estrogen. Hal ini menyebabkan tumbuhnya kista, gangguan fungsi ovarium, dan jerawat.Masalah kegemukan menjadi salah satu penyebab sindrom ovarium polikistik.
  • Gaya hidup, kebiasaan makan yang tidak teratur dan konsumsi junk food meningkatkan risiko seorang wanita terkena kista rahim. Selain itu mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok dan narkoba juga menjadi alasan kenapa banyak wanita terkena kista rahim.

Bagaimana Pengobatan Sindroma Ovarium Polikistik ?

  • Pembedahan dengan metode laparoscopic ovarian drilling (LOD) bisa menjadi pilihan untuk pengobatan PCOS. perasi ini bisa menormalkan kembali penderita PCOS dan menyuburkan kandungan.
  • Terapi hormon bisa dilakukan bagi penderita PCOS yang tidak ingin merencanakan kehamilan. Terapi ini bisa menormalkan siklus menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan, munculnya jerawat, dan rontoknya rambut kepala.
  • Obat – obatan, ini merupakan metode yang paling mudah, biasanya obat yang bisa di konsumsi penderita PCOS adalah pil KB. Kontrasepsi oral mengambil kendali dari ovarium anda, memaksa ovarium untuk berhenti memroduksi testosteron berlebihan dan mengendalikan periode haid Anda. Selain itu, obat yang disebut clomid, juga bisa membantu anda berovulasi.
  • Mengubah gaya hidup, penderita PCOS yang obesitas, bisa mulai untuk menurunkan berat badan. Dan penderita PCOS perokok, pengonsumsi alkohol dan pecandu narkoba disarankan untuk berhenti mengkonsumsinya sebab wanita yang mempunyai gaya hidup buruk seperti itu punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita yang tidak mengkonsumsinya.

Untuk pencegahan sendiri, silahkan hindari hal – hal yang dapat memicu terjadinya PCOS. Dan biasanya atlet sering mengkonsumsi obat untuk meningkatkan energi, hal itu juga bisa memicu terjadinya PCOS. Oleh karena itu selektif lah memilih produk yang akan kita gunakan atau konsumsi. Sekian materi dari saya, terimakasih sudah mengunjungi laman web ini 🙂

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *