Penyebab Dan Penanganan Deep Vein Trombosis (DVT)

Deep Vein Trombosis (DVT) atau trombosis vena dalam merupakan penggumpalan darah (trombosis) yang terjadi di pembuluh darah vena. Biasanya pembekuan darah tersebut terjadi di bagian pembuluh darah kaki. Pembuluh darah kita terhubung dan menghubungkan organ – organ tubuh kita. Penggumpalan pembuluh darah bisa menyebabkan masalah serius yang berakibat fatal pada organ tubuh kita.

Jika bekuan darah tersebut terbawa ke pembuluh darah organ tubuh kita maka organ tersebut akan mengalami penurunan fungsi. Contohnya, jika bekuan darah di pembuluh darah vena terbawa ke organ paru – paru, maka akan terjadi emboli paru. Emboli paru merupakan penyakit dimana paru – paru menjadi bengkak, kondisi tersebut dapat menurunkan fungsi paru – paru kita. Namun gumpalan darah yang terus berada di pembuluh darah kaki kita dan tidak terbawa ke organ tubuh juga sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian tersebut.

Apa Gejala DVT ?

Gejala DVT biasanya tidak akan terasa jika bekuan darah tersebut sudah masuk ke organ kita, maka gejala yang dirasakan pun kana berbeda. Misalkan bekuan darah sudah masuk ke paru dan menyebabkan emboli paru, maka penderitanya pun akan mengalami sesak nafas, nadi cepat, pingsan, napas pendek, muntah darah dan sebagainya. Begitu pun jika bekuan darah masuk ke ginjal dan menyebabkan gagal ginjal, maka yang dirasakan pun adalah gejala gagal ginjal. Namun jika bekuan darah yang tidak terbawa ke organ tubuh dan statis di pembuluh darah vena bagian mana saja, maka akan terjadi gejala berikut :

  • Bengkak di bagian tertentu
  • Adanya rasa nyeri di bagian tubuh tersebut saat digerakan
  • Pada bagian tubuh yang terkena bekuan darah akan terasa hangat
  • Kulit pada daerah tersebut menjadi kemerahan

Penyebab DVT

1. Duduk terlalu lama bisa menghambat aliran darah, aliran darah tubuh kita akan menjadi lamban bergerak. Namun saat tubuh kita digerakan seperti pada kegiatan olahraga, aliran dalam tubuh kita akan menjadi lancar dan normal. Selain itu, posisi duduk yang salah seperti menyilangkan kaki juga akan membuat pembuluh darah  tertekan dan bisa menghentikan aliran darah. Aliran darah yang berhenti tersebut bisa membeku.

2. Sindrom nefrotik adalah kelainan ginjal ketika ginjal mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urin yang keluar dari dalam tubuh. Setiap ginjal mengandung 1 juta saringan untuk membersihkan darah beracun. Ginjal yang sehat akan menyimpan zat penting bernama protein di dalam darah.

3. Hiperestrogen merupakan kelebihan hormon estrogen pada seseorang. Selain itu penggunaan kontrasepsi oral dan aktivitas merokok juga bisa sebabkan DVT.

4. Anemia sel sabit adalah kondisi anemia di mana terdapat ketidaknormalan bentuk sel darah merah, dari yang semestinya bulat dan fleksibel, menjadi berbentuk sabit dan keras. Pada anemia sel sabit, tubuh menjadi kekurangan sel darah merah normal untuk memenuhi transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

5. Dan penyebab lainnya yaitu : Imobilitas (seperti perjalanan panjang di pesawat terbang atau mobil), operasi atau trauma terakhir (khususnya panggul, lutut atau operasi ginekologi), retak, cidera, melahirkan dalam 6 bulan terakhir dan penggunaan obat-obatan seperti esterogen dan pil pengontrol kelahiran dan kerusakan jaringan (pembedahan,fraktur, luka bakar).

Darah kita akan menggumpal jika terjadi pendarahan, hal itu berfungsi untuk menghentikan aliran darah agar darah yang keluar saat kita terluka bisa berhenti. Kombinasi dari lambatnya alliran darah pada pembuluh darah, aktivasi pembekuan darah, dan jejak pada pembuluh darah, menjadikan terbentuknya trombus (gumpalan darah) yang dapat menyumbat aliran darah sehingga memicu DVT.

Penanganan Penderita DVT

Penanganan medis akan di lakukan sesuai dengan kondisi pasien. Biasanya medis akan menyarankan :

  • Obat anti koagulan berfungsi mencegah pembekuan darah dalam pembuluh darah. Obat anti koagulan tersebut seperti Heparin dan warfarin yang umumnya digunakan untuk mengobati DVT. Heparin biasanya diberikan terlebih dahulu untuk mencegah pembekuan darah seketika. Pemberian warfarin juga umumnya dilakukan setelah pasien diberikan heparin untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah lanjutan.
  • Stocking kompresi juga dapat digunakan oleh pasien DVT untuk membantu mencegah terjadinya pembekuan darah.
  • Latihan fisik seperti berolahraga ringan atau berjalan bisa membantu melancarkan peredaran darah. Atau anda bisa melakukan terapi sendiri di rumah dengan mengangkat kaki anda saat beristirahat dengan di topang oleh bantal agar kaki berada lebih tinggi dari pinggang demi mengembalikan aliran darah dari betis.
  • Inferior vena cava filters (IVC) ditempatkan pada pembuluh darah untuk menyaring gumpalan darah dan menghentikannya mengalir menuju jantung dan paru-paru, atau organ lain.

Untuk pencegahan, anda bisa memperbanyak minum air putih, selain itu mengurangi konsumsi alkohol dan merokok karena dapat mengakibatkan dehidrasi. Dengan memakai stoking kompresi juga baik untuk pencegahan agar anda bisa terhindar dari resiko DVT. Terimkasih sudah mengunjungi web site kami, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *