Penyebab, Gejala dan Diagnosis Darah tinggi

Darah tinggi adalah kondisi umum dimana kekuatan darah pada dinding arteri dalam jangka panjang cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung. Tekanan darah tinggi ditentukan dengan baik oleh jumlah darah yang dipompa jantung terhadap aliran di arteri anda. Anda dapat memiliki tekanan darah tinggi selama bertahun-tahun tanpa gejala apapun.

Bahkan tanpa gejala, kerusakan pembuluh darah dan jantung anda dapat terdeteksi secara terus menerus. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius termasuk stroke dan serangan jantung. Pada umumnya tekanan darah tinggi mempengaruhi hampir semua orang selama bertahun-tahun, tetapi untungnya darah tinggi dapat dengan mudah di deteksi.

Penyebab Hipertensi

Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi mungkin akan memiliki sakit kepala, sesak napas atau mimisan, tetapi tanda-tanda tersebut tidak spesifik karena tekanan darah tinggi biasanya terjadi sampai tekanan darah tinggi telah mencapai tahap yang parah dan mengancam jiwa. Mengacu pada tekanan darah tinggi, maka tekanan darah tinggi dibagi menjadi 2 kategori.

  • Tekanan darah tinggi primer. Tekanan darah tinggi ini tidak memiliki penyebab meski telah diidentifikasi.
  • Tekanan darah tinggi sekunder. Tekanan darah tinggi ini memiliki penyebab yang mendasar. Seperti penyakit ginjal, atau konsumsi obat resep tertentu.

Meski tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi untuk tekanan darah tinggi primer, ada bukti kuat yang menghubungkan beberapa faktor kemungkinan dapat mengembangkan kondisi tersebut. Sebagian besar penyebab dibawah ini adalah faktor risiko dan penyebab dari darah tinggi sekunder.

  • Usia. Semakin tua maka anda akan semakin berisiko tinggi untuk menderita tekanan darah tinggi
  • Faktor genetika. Jika anda memiliki anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi maka kemungkinan besar anda juga akan mengalami tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Sebuah studi ilmiah internasional yang melibatkan lebih dari 150 ilmuwan dari 93 pusat telah mengidentifikasi delapan perbedaan genetik umum yang dapat meningkatkan faktor risiko untuk mengembangkan tekanan darah tinggi.
  • Merokok. Rokok menyebabkan penyempitan yang terjadi di pembuluh darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya tekanan darah tinggi. Merokok juga mengurangi kadar oksigen darah sehingga jantung harus memompa lebih cepat untuk mengkompensasi yang akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah.
  • Konsumsi alkohol. Hampir setiap orang secara teratur mengkonsumsi alkohol, itu memang diperbolehkan tetapi dengan kadar yang tidak berlebihan. Orang yang minum secara teratur akan memiliki tekanan darah sistolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali. Seorang peneliti dari University Of Bristol menemukan bahwa tingkat tekanan darah tinggi sekitar 7 mmHg lebih tinggi pada seorang peminum alkohol.
  • Kehamilan. Wanita yang sedang hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi dibandingkan dengan wanita yang sama sekali tidak hamil. Ini merupakan masalah kesehatan paling umum yang dihadapi selama komplikasi kehamilan 2 sampai 3% dari seluruh kehamilan.

Gejala Hipertensi

Hipertensi umumnya tidak memiliki gejala karena kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki hipertensi karena tidak adanya gejala yang ditimbulkan. Mungkin dengan berjalannya waktu dari tahun ke tahun atau bahkan puluhan tahun hipertensi yang anda derita akan terus berkembang hingga menjadi tekanan darah tinggi yang begitu parah, tetapi ini akan terjadi jika anda memiliki gejala yang jelas. Berikut adalah gejala yang mungkin saja sering anda alami tetapi anda tidak mengetahuinya.

  • Mengalami sakit kepala
  • Mengalami sesak napas
  • Mengalami mimisan
  • Merasa Pusing
  • Merasa sakit di bagian dada
  • Mengalami perubahan visual (penglihatan)
  • Serta memiliki darah dalam urin ketika buang air kecil

Gejala-gejala tersebut tidak terjadi pada setiap orang yang menderita hipertensi. Cara terbaik untuk mengetahui apakah anda memiliki penyakit hipertensi atau tidak adalah dengan mendapatkan pengontrolan darah secara teratur. Misalnya saja anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung maka akan banyak sekali kebutuhan anda untuk mengontrol darah minimal 2 kali dalam satu tahun. Hal tersebut akan membantu anda untuk menghindari faktor risiko dari tekanan darah tinggi.

Diagnosis Hipertensi

Mendiagnosis tekanan darah tinggi adalah hal yang terjadi seperti anda mengontrol tekanan darah anda. Hampir setiap dokter yang menerima pemeriksaan tekanan darah menjadikan hal tersebut sebagai bagian yang rutin untuk dilakukan agar dapat mencegah pasiennya untuk tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Selain anda harus mendiagnosis tekanan darah tinggi, anda juga dapat mencari informasi tentang komplikasi hipertensi agar dapat lebih leluasa untuk mendiagnosis tekanan darah tinggi yang anda miliki. Jika tekanan darah anda begitu tinggi, maka dokter akan menyarankan anda untuk melakukan pengontrolan darah selama beberapa hari atau bahkan minggu.

Tetapi, jika hasilnya adalah tekanan darah anda masih tinggi maka dokter akan menyarankan anda untuk melakukan test urine, skrining kolesterol, atau melakukan uji aktivitas jantung anda. Test tersebut dapat membantu anda dan dokter untuk mengidentifikasi masalah dari penyebab hipertensi yang anda derita.

Selama ini dokter mungkin akan memberikan pengobatan dini yang berfungsi untuk mencegah dan mengurangi risiko dari kerusakan jaringan darah yang permanen.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *