Waspada Pendarahan Banyak Saat Menstruasi

Menstruasi merupakan hal wajar yang terjadi pada wanita. Itu merupakan siklus alami yang mempengaruhi tingkat kesuburan wanita.Umumnya menstruasi yang normal terjadi pada periode 21 sampai 35 hari dan pendarahan selama 2 sampai 7 hari dengan darah yang dikeluarkan setiap menstruasi adalah sekitar 30 sampai 40 ml. Namun jumlah tersebut tidak bisa dijadikan patokan juga, karena darah yang dihasilkan oleh setiap wanita berbeda-beda.

Dalam beberapa kasus menstruasi memiliki kelainan-kelainan tertentu dengan penyebab yang bervariasi dan mempengaruhi kesurburan wanita yang mengalaminya. Menorrhagia merupakan kelainan mentruasi dimana istilah itu digunakan untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan yaitu kehilangan lebih dari 80ml selama periode menstruasi. Studi populasi menunjukkan bahwa kehilangan darah menstruasi yang normal adalah 30 sampai 40 ml.

Gejala Menorrhagia

Pada wanita yang mengalami menorrhagia akan mengalami pendarahan yang sangat banyak lebih dari 40 ml dalah setiap periode. Selain itu, menstruasi juga akan disertai dengan rasa sakit yang hebat. Menstruasi yang disertai dengan nyeri seperti ini disebut dengan dismenore dalam istilah medis, gejala dismenore mungkin juga akan dirasakan oleh penderita menorrhagia. Dismenore terjadi akibat dinding rahim yang berkontraksi dan menekan pembuluh darah disekitarnya yang mengakibatkan pasokan oksigen terhenti dan munculnya rasa sakit oleh zat prostaglandin. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas wanita sehari-hari secara psikis, emosi maupun sosial.

Penyebab Menorrhagia

  • Zat prostaglandin pada wanita di duga menjadi salah satu pemicunya. Endometrium lebih sensitif terhadap prostaglandin dan melebarkan pembuluh darah rahim menuju pendarahan yang berlebihan.
  • Sindrom ovarium polikistik adalah kelainan pada wanita karena terlalu banyak memproduksi hormon laki – laki, salah satu gejalanya adalah pendarahan yang banyak.
  • Adenomiosis, yaitu suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang merupakan lapisan bagian dalam rahim, ada dan tumbuh di dalam dinding (otot) rahim. Biasanya terjadi di akhir2 masa usai subur dan pada wanita yang telah melahirkan.
  • Penyakit radang panggul, merupakan peradangan saluran kelamin pada wanita, penyebab utama penyakit ini adalah terjadinya peradangan endometrium, peritoneum pelvis, abses tuba falopi, ovarium.
  • Hipotiroidisme, istilah yang mengacu pada simtoma menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid dari kelenjar tiroid. Pada umumnya, penyebab hipotiroidisme adalah kurangnya asupan gizi berupa iodina atau yodium.
  • Trombofilia / hiperkoagulasi atau gangguan pembekuan darah adalah penyakit yang melibatkan pembekuan darah secara berlebihan – bahkan pada daerah di mana seharusnya pembekuan tidak boleh terjadi; seperti pada pembuluh darah – sehingga mengakibatkan kondisi yang membahayakan jiwa.
  • Gangguan hormon dapat juga menyebabkan perdarahan berat. Perempuan yang tidak berovulasi secara teratur (misalnya mereka yang menderita dari polikistik Ovarium syndrome) dan orang-orang dengan tiroid kurang aktif mungkin menderita dari Menorrhagia.
  • Pertumbuhan jaringan dalam rahim, ini biasanya non-kanker atau jinak. Jenis pertumbuhan jinak yang dapat menyebabkan perdarahan berat mungkin karena tumor, miom, kista dsb.

Pengobatan Dan Pencegahan Menorrhagia

Tindakan pengobatan medis biasanya pemberian obat-obatan untuk mengurangi geja dan meminimalisir menorrhagia. Pemberian obat yang sering disarankan dokter biasanya adalah : Tablet asam traneksamat, progestogen suntik dan obat minum norethisterone (progestogen buatan), obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS), pil kontrasepsi kombinasi, dan analog GnRH (Gonadotropin releasing hormone). Obat tersebut sangat efektif untuk menangani pasien menorrhagia, namun konsumsi obat tersebut tidak tanpa efek samping.

Jika pemberian obat tidak menunjukan hasil, maka akan dilakukan jalan operasi untuk mengobati sang pasien. Operasi dilakukan untuk menyembuhkan dan mengatasi sumber penyakit yang ada. Pembedahan biasanya dilakukan dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Reseksi endometrium, prosedur untuk menghapus dinding rahim (endometrium).
  • Histerektomi, pengangkatan rahim atau uterus, akan menghentikan menstruasi selamanya dan membuat pasien tidak bisa memiliki anak lagi.
  • Ablasi endometrium, meluruhkan lapisan endometrium yang dilakukan dengan menggunakan sinar laser, ablasi thermal (panas), pembekuan, pemanasan cairan bebas, atau dengan listrik.
  • Embolisasi arteri rahim, penempatan kateter kecil di pembuluh darah dan suntikan partikel untuk memblokir aliran darah. Prosedur ini digunakan oleh ahli radiologi intervensi untuk mengendalikan malformasi atau perdarahan arteri atau vena.
  • Miomektomi, mengangkat tumor jinak yang disebut mioma uteri. Mioma uteri sering menyebabkan rasa sakit dan perdarahan menstruasi yang berlebihan. Keberadaan miom juga dapat menganggu kesuburan.

Untuk pencegahan, kita sebagai wanita harus mengetahui gejala menstruasi normal dan yang tidak normal, selain itu perhatikanlah berapa banyak anda menghabiskan pembalut dalam satu hari, apakah setiap hari darah anda tembus ke pakaian karena pembalut tidak bisa menampung pendarahan anda. Dengan lebih teliti pada indikasi saat menstruasi dan segera konsultasikan pada dokter anda jika anda menemukan gejala – gejala yang dirasa tidak wajar dan sangat mengganggu atau menyakitkan. Sebelumnya terimakasih telah mengunjungi situs web kami, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita ^_^ .

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *