Waspada Penyakit Servisitis Kenali Gejalanya

Servisitis merupakan peradangan yang terjadi pada leher rahim. Leher rahim merupakan bagian dari rahim dari vagina ke mulut rahim. Leher rahim juga disebut sebagai serviks yang berperan untuk kesehatan wanita. Infeksi pada cerviks bisa menyebabkan pembengkakan, memerah, berlendir bahkan bernanah. Selain itu, cerviks juga akan mudah berdarah jika tersentuh.

Fungsi leher rahim diantaranya membersihkan organ kewanitaan dengan memproduksi lendir, lendir tersebut bisa mengeluarkan kotoran, bakteri dan sel – sel yang sudah tidak terpakai di dalam rahim. Biasanya berbentuk cairan bening kental atau yang sering kita sebut dengan keputihan. Produksi lendir oleh leher rahim juga membantu sel sprema berenang menuju ovum. Saat wanita hamil, serviks akan menutup untuk menjaga bayi agar tetap di dalam, namun saat bayi siap dilahirkan, leher rahim akan otomatis terbuka.

Apa Saja Gejala Servisitis ?

Serangkaian gejala yang menyerang penderita servisitis biasanya adalah sebagai berikut :

  • Keluarnya keputihan yang banyak disertai gatal, berbau, yang menyebabkan iritasi dan rasa perih pada area kewanitaan.
  • Cairan yang keluar bsia berwarna seperti kecoklatan, kehijauan atau kekuningan (nanah).
  • Keluarnya pendarahan yang banyak atau sedikit diluar siklus menstruasi.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual dan keluar darah.
  • Frekuensi buang air menjadi meningkat meskpiun cuaca tidak dingin, tidak banyak minum dan tidak mengkonsumsi kafein.
  • Rasa nyeri di bagian panggul dan perut bagian bawah.
  • Sakit atau perih saat buang air kecil.
  • Pada servisitis yang sudah kronis akan terlihat gejala seperti bintik putih dalam selaput lendir yang memerah.

Jika anda mengalami gejala tersebut, ada baiknya anda cepat mengkonsultasikan itu dengan dokter akan cepat mendapatkan perawatan. Jika hal itu terus dibiarkan, maka akan memunculkan masalah yang baru. Terkadang hal ini bisa menimbulkan erosi, yaitu penipisan atau kehilangan sebagian jaringan pelapis leher rahim. Hal ini bisa berakibat pada keguguran dan kelahiran bayi prematur karena leher sudah tidak otomatis menutup dan membuka.

Apa Yang Menjadi Penyebab Servisitis ?

Servisitis bisa merupakan dampak dari penyakit lain, namun juga bisa terjadi karena beberapa faktor yang bukan penyakit. Berikut adalah penyebab servisitis yang sering terjadi :

Infeksi oleh bakteri, sehingga menimbulkan penyakit kelamin menular seperti :

  • Gonorrhea – kencing nanah.
  • Chlamydia – infeksi kelamin menular.
  • Herpesdisebabkan hepertoviridae, dengan gejala seperti ruam bintik-bintik merah nanah yang berkelompok.
  • Kutil Kelaminpenyakit yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).
  • Trichomoniasispenyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit.
  • Mycoplasma/ureaplasma – serangan penyakit oleh genus bakteri yang tidak memiliki dinding sel.

Penyebab lainnya adalah :

  • Alergi, sebagian wanita mungkin mengidap alergi sperma, alat kontrasepsi (gel spermisida) atau produk kewanitaan.
  • Iritasi karena sesuatu, misalkan karena memakai CD dengan kain yang panas sehingga membuat area kewanitaan menjadi berkeringat.
  • Terlalu sering membersihkan organ kewanitaan dengan sabun pencuci sehingga bakteri baik ikut terbunuh dan bakteri jahat mudah masuk.
  • Ketidak seimbangan hormon seperti kelebihan hormon estrogen dan kelebihan hormon progesteron. Atau karena pH tubuh tidak seimbang.
  • Jarang mengganti pembalut, tampon atau pentyliner.
  • Mendapatkan penanganan untuk penderita kanker.
  • Berganti pasangan seksual, pernikahan dini, atau bisa jadi karena aktif melakukan hubungan seksual di usia dini.
  • Tidak menerapkan pola hidup sehat dan tidak menjaga asupan nutrisi.

Bagaimana Penanganan Penderita Servisitis ?

Jika penyakit servisitis tersebut disebabkan oleh aktivitas pertumbuhan bakteri di dalam tubuh, maka dokter akan menyarankan pasiennya untuk melakukan perawatan dengan metode sebagai berikut :

  • Anti-biotik oral untuk infeksi akibat gonorhea, chlamydia dan trichomoniasis seperti ceftriaxon, cefixime dan spectinomycin.
  • Anti-protozoa tinidazol untuk trichomoniasis
  • Anti-viral oral untuk infeksi herpes, seperti acyclovir, famciclovir dan valacyclovir.
  • Terapi topikal yaitu pengobatan yang diterapkan ke kulit, seperti krim, gel, atau salep. Sebagai terapi simptomatis untuk mengangkat kutil pada alat kelamin seperti Imiquimod, podofilox, fluorouracil topical dan trichloroacetic acid topical.
  • Terapi hormon dilakukan jika pasien adalah wanita menopause yang kadar hormonnya sudah tidak seimbang.
  • Injeksi intralesi yaitu suntikan untuk menghilangkan gejala, dan ini harus dilakukan secara rutin untuk hasil maksimal.
  • Operasi/laser/cryosurgery/bedah listrik dilakukan jika servisitis sudah sangat parah dan tidak bisa ditangani dengan obat – obatan. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jaringan yang terkena infeksi agar tidak menyebar lagi.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Servisitis ?

Untuk mencegah servisitis terjadi, maka diperlukan pencegahan sebagai berikut sebagai upaya menghindari servisitis :

  • Gunakanlah kondom saat berhubungan seksual
  • Jangan terlalu sering menggunakan sabun pembersih, dan hindari produk kewanitaan yang mengandung parfum / alkohol karena bisa menyebabkan iritasi.
  • Jangan berganti pasangan seksual, dan hati hati berhubungan dengan siapapun.
  • Rajin mencuci tangan dan sesekali pakai sabun.
  • Perhatikan kebersihan setiap barang yang anda pakai, dan hati – hati menggunakan kloset duduk di tempat umum.

Nah mudahkan mencegahnya ? Dari pada kita merasakan gejalanya terdahulu mending tidak sama sekali kan ? Namun untuk anda yang sudah terlanjur mengidap penaykit ini, jangan berputus asa dan tetap berusaha untuk sembuh. Terimakasih telah mengunjungi website kami 🙂

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *